August 23 2017
  • 1

Warning: fread(): Length parameter must be greater than 0 in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 311

Warning: fopen(): Filename cannot be empty in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 298

Warning: fwrite() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 299

Warning: fclose() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 300
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Trik Memilih Cicilan Rumah

By admin1 - Mon Jun 04, 4:49 pm

Memilih cicilan rumah terkadang membuat sebagian besar orang bingung. Memilih cicilan rumah jika tidak mempunyai pedoman atau trik akan semakin membuat Anda bingung. Karena sekarang semakin banyak iklan KPR yang bermunculan dan masing-masing bank menawarkan beragam kelebihan. Hal ini tentu saja akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menimbang baik dan buruknya. Berbagai macam kelebihan tersebut pastinya juga mempunyai kekurangan yang harus antisipasi.

Memilih cicilan rumah

Jika Anda sedang mencari info tentang KPR, cobalah membuka surat kabar di hari Sabtu atau Minggu. Bertubi-tubi iklan rumah menggoda Anda. Tetapi agar kantong tidak bolong untuk mendapatkan rumah impian, Anda harus mengikuti beberapa trik berikut. Pertama, bungan ringan. Pilih bank penyedia kredit pinjaman rumah yang bunganya paling ringan. Ada beberapa bank yang memberlakukan sistem bunga flat. Artinya, bunga tersebut tidak berubah sampai masa pinjaman berakhir. Namun, biasanya, untuk pinjaman yang sama di bank lain, cicilan per bulannya lebih besar.

Memilih cicilan rumah juga harus memperhatikan rekanan. Trik kedua adalah rekanan. Sebaiknya pilihlah bank yang sudah cukup lama menyediakan pinjaman kredit rumah. Atau, bisa juga memilih bank yang jadi rekanan developer bonafid (bisnis mereka terbukti berjalan baik dengan tingkatan complain rendah). Trik ketiga adalah mempunyai tabungan awal. Punya tabungan awal untuk membayar uang muka/down payment (DP). Biasanya besarnya DP senilai 20% dari harga rumah. Semakin besar DP yang Anda setorkan, maka semakin kecil cicilan yang Anda harus bayarkan setiap bulannya. Bank memungkinkan Anda mencicil DP. Namun cara ini tidak disarankan.

Trik keempat adalah batas besar cicilan. Jangan membeli rumah dengan cicilan lebih dari 1/3 gaji Anda. Aturan ini berlaku jugadi semua bank yang menyediakan kredit rumah. Beberapa bank membolehkan Anda mencicil 1/3 dari gaj gabungan Anda dan pasangan. Trik kelima adalah perhatikan nilai rumah yang realistis. Buatlah simulasi agar plafon nilai ruma Anda realistis. Bila tabungan Anda Rp 40 juta, maka Anda bisa mengeluarkan Rp 30 juta untuk DP. Sisa tabungan bisa dipakai untuk pengeluaran tak terduga. Taruhlah nilai rumah Rp 150 juta. Setelah itu tentukan berapa tahun Anda akan mencicilnya, berdasarkan besar 1/3 gaji Anda. Cara menghitungnya bisa menggunakan formula sederhana berikut: ((Rp150juta – Rp30juta) / 60 bulan) x nilai bunga. Makin lama Anda mencicil, makin tinggi bunganya.

Memilih cicilan rumah juga harus memperhatikan trik keenam, yaitu tetap menabung. Pastikan bahwa saat cicilan rumah berjalan, Anda masih tetap bisa menabung, walau jumalahnya lebih kecil dari biasanya. Trik ketujuh adalah biaya administrasi. Siapkan uang sekitar 10% dari nilai rumah untuk biaya administrasi. Anda masih harus membayar pajak dan notaris saat penandatanganan sertifikat rumah. Trik kedelapan adalah kebutuhan awal. Setelah membeli rumah, Anda masih harus membeli perabot. Tahap awal, beli dulu tirai, meja kursi (tidak harus sofa), tempat tidur dan pernagkat mandi/makan.

Pernahkah Anda juga mempertimbangkan tentang jangka waktu cicilan? Hal ini merupakan hal kecil yang sebetulnya mempunyai pengaruh besar terhadap keuangan keluarga Anda. Sebenarnya, jangka waktu mengangsur KPR yang paling realistis dan paling baik adalah sesuai dengan kemampuan keuangan masing-masing. Jika kemampuan keuangan Anda tidak cukup untuk mengambil cicilan KPR dengan tempo 5 tahun, maka pilihlah yang berjangka waktu lebih lama, misalnya 10 tahun atau 15 tahun.

Jika Anda mengambil KPR dari bank konvensional, selalu ada risiko yang menyertai Anda. Pasalnya, suku bunga pinjaman dapat berubah setiap waktu, bergantung kondisi ekonomi nasional. Sebagai contoh, pada 2006 lalu suku bunga KPR melonjak dari 12% menjadi 17%, kemudian menurun sampai 13%-15%. kondisi paling buruk dalam sejarah Indonesia adalah pada 1998 lalu, dimana tingkat bunga KPR melesat sampai lebih dari 30%. Hal yang tak terduga seperti ini dapat merugikan nasabah. Maka pikirkan dengan bijaksana, apakah Anda sanggup menghadapi situasi ini di masa mendatang atau tidak. Terutama bila Anda berniat mengambil tenor KPR sampai 15 tahun. Jika ekonomi nasional stabil, dimana gejolak bunga tidak sedahsyat tahun 1998, beberapa perumahan yang bekerja sama dengan perbankan, bahkan berani menyediakan fasilitas KPR dengan bunga fix 10% pada tahun pertama—bahkan ada yang berani memberikan suku bunga fix 9%—baru pada tahun kedua dan seterusnya, suku bunga mengikuti tren suku bunga pasar (floating).

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

  • 0 Comments

  • Fatal error: Call to undefined function the_ratings() in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/hooks.php on line 513