<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Peluang Bisnis &#124; Peluang Usaha &#124; Informasi Bisnis Indonesia &#187; Tanah</title>
	<atom:link href="http://infoduit.com/topics/property/tanah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://infoduit.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 May 2013 09:59:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Strategi Membeli Tanah</title>
		<link>http://infoduit.com/strategi-membeli-tanah</link>
		<comments>http://infoduit.com/strategi-membeli-tanah#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jun 2012 09:42:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi membeli tanah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://infoduit.com/?p=2882</guid>
		<description><![CDATA[Strategi membeli tanah akan sangat bermanfaat bagi Anda sebelum memutuskan untuk membelinya. Strategi membeli tanah akan memberikan panduan atau pedoman bagi Anda yang termasuk awam tentang jual-beli tanah. Tanah sering juga dikenal dengan emas hitam. Karena selain dapat untuk dibangun rumah, tanah juga dapat disewakan ataupun menjadi investasi jangka panjang Anda. Ketepatan Anda dalam memilih [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify; "><strong style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; text-align: justify; ">Strategi membeli tanah </strong><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; text-align: justify; ">akan sangat bermanfaat bagi Anda sebelum memutuskan untuk membelinya. </span><strong style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; text-align: justify; "><a href="http://www.infoduit.com/">Strategi membeli tanah</a> </strong><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; text-align: justify; ">akan memberikan panduan atau pedoman bagi Anda yang termasuk awam tentang jual-beli tanah. Tanah sering juga dikenal dengan emas hitam. Karena selain dapat untuk dibangun rumah, tanah juga dapat disewakan ataupun menjadi investasi jangka panjang Anda. Ketepatan Anda dalam memilih lokasi akan menentukan nilai jual tanah Anda kelak. Berikut ini beberapa strategi cermat dalam membeli lokasi/tanah.</span></p>
<p><a href="http://infoduit.com/strategi-membeli-tanah/strategi-membeli-tanah" rel="attachment wp-att-2883" style="" target="" title=""><img alt="Strategi membeli tanah" class="alignleft size-full wp-image-2883" height="194" src="http://infoduit.com/wp-content/uploads/2012/06/Strategi-membeli-tanah.jpg" style="border: 9px solid black; margin-top: 9px; margin-bottom: 9px; " title="Strategi membeli tanah" width="259" /></a></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; ">Strategi pertama adalah posisi lokasi. Hindari posisi lokasi lahan di Tusuk Sate atau di ujung jalan buntu. Secara teknis lahan di tusuk sate akan terganggu keyamanannya ketika ada lampu kendaraan. Sedangkan lahan di jalan buntu, akan sering menggangu kenyamanan penghuni karena banyak kendaraan yang terjebak/tersesat disana. Strategi kedua adalah bahu jalan. Pilillah lahan dengan lebar menghadap bahu jalan minimal 8 meter. Karena untuk mengantisipasi apabila desain rumah Anda nantinya memiliki garasi mobil. flow lebar mobil yang ideal adalah 3 meter, untuk buka-tutup pintu, sehingga setidaknya Anda masih memiliki sisa 5 meter untuk desain fasade selain garasi.</span></span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; "><strong>Strategi membeli tanah </strong>yang ketiga adalah aksesn jalan. Pilihlah lokasi dengan jalan masuk minimal 4 meter, atau ada baiknya lebih sehingga cukup 2 mobil berpapasan. Akan lebih baik apabila, ruas jalan lokasi tersebut, merupakan jalan pemerintah (sudah di-aspal) sehingga lokasi ini dimungkinkan akan mudah berkembang. Jangan tergiur oleh janji-janji developer yang sering mengatakan, &ldquo;Jalan ini sekarang memang masih tanah, tapi besok akan diperlebar dan diperkeras&rdquo; atau &ldquo;nanti kalau pemukimannya sudah padat, bisa bergotong royong untuk memperkeras jalan dengan paving block&rdquo;.</span></span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; ">Strategi keempat adalah contour tanah. Pilihlah lokasi dengan&nbsp;<em>contour</em>&nbsp;tanah datar atau landai. Hindari pemilihan lokasi dengan contour curam/terjal. Karena anda akan membutuhkan biaya besar untuk melakukan pengerukan dan penimbunan (<em>cut and fill</em>). Strategi kelima adalah status lokasi. Pilihlah lokasi yang telah berstatus Pekarangan, karena kalau masih berstatus sawah maka Anda harus melakukan proses pengeringan yang memakan waktu tertentu dan biaya tambahan. Strategi keenam adalah prospek. Apabila Anda akan mebeli tanah/lahan dengan tujuan sebagai invetasi maka perlu diperkirakan bagaimana prospek ke depan di daerah tersebut. Anda bisa datang ke bagian tata kota untuk melihat&nbsp;<em>Master Plan</em>&nbsp;pengembangan di daerah tersebut, apakah akan dibangun pusat perbelanjaan, kampus atau fasilitas umum lainnya. Hal ini akan berpengaruh terhadap kecepatan keanikan harga tanah Anda.</span></span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; "><strong>Strategi membeli tanah </strong>yang ketujuh adalah surat-surat kelengkapan. Surat-surat kelengkapan perlu Anda cermati sebelum serah terima/pembayaran. Ada baiknya anda melakukan&nbsp;<em>cross-check</em>&nbsp;ke pihak RT/RW dan kelurahan terhadap status tanah/lahan tersebut. Si penjual dan si pembeli harus datang ke Kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) untuk membuat akta jual beli tanah. PPAT adalah Pejabat umum yang diangkat oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional yang mempunyai kewenangan membuat akta jual beli dimaksud. Sedangkan untuk daerah-daerah yang belum cukup jumlah PPAT-nya, Camat karena jabatannya dapat melaksanakan tugas PPAT membuat akta jual beli tanah.</span></span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; ">yang diperlukan untuk membuat Akta Jual Beli Tanah di Kantor Pembuat Akta Tanah adalah sebagai berikut. Penjual membawa:</span></span></p>
<ul>
<li style="text-align: justify; "><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; ">Asli Sertifikat hak atas tanah yang akan dijual.</span></li>
<li style="text-align: justify; "><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; ">Kartu Tanda Penduduk.</span></li>
<li style="text-align: justify; "><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; ">Bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan.</span></li>
<li style="text-align: justify; "><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; ">Surat Persetujuan Suami/Isteri bagi yang sudah berkeluarga.</span></li>
<li style="text-align: justify; "><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; ">Kartu Keluarga.</span></li>
</ul>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; ">&nbsp;Sedangkan calon pembeli membawa:</span></span></p>
<ul>
<li style="text-align: justify; "><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; ">Kartu Tanda Penduduk.</span></li>
<li style="text-align: justify; "><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; ">Kartu Keluarga.</span></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://infoduit.com/strategi-membeli-tanah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Membeli Tanah Kavling</title>
		<link>http://infoduit.com/tips-membeli-tanah-kavling</link>
		<comments>http://infoduit.com/tips-membeli-tanah-kavling#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Apr 2012 09:37:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[property]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[tanah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://infoduit.com/?p=1824</guid>
		<description><![CDATA[Tips membeli tanah kavling di manapun bisa sangat membantu Anda. Tips membeli tanah kavling yang bertujuan suatu saat akan dibangun rumah di lokasi tersebut.&#160;Karena mempunyai rumah sendiri adalah impian para kelurga. Kenapa tidak langsung membeli rumah?&#160;Beragam alasan terlontar dari tiap orang kenapa membeli kavling dahulu. Ada yang beralasan supaya bisa membangun sesui rancangan sendiri agar [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify; "><strong style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; text-align: justify; ">Tips membeli tanah kavling </strong><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; text-align: justify; ">di manapun bisa sangat membantu Anda. </span><strong style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; text-align: justify; "><a href="http://www.infoduit.com/">Tips membeli tanah kavling</a> </strong><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif; text-align: justify; ">yang bertujuan suatu saat akan dibangun rumah di lokasi tersebut.&nbsp;Karena mempunyai rumah sendiri adalah impian para kelurga. Kenapa tidak langsung membeli rumah?&nbsp;Beragam alasan terlontar dari tiap orang kenapa membeli kavling dahulu. Ada yang beralasan supaya bisa membangun sesui rancangan sendiri agar tidak sama dengan rumah yang lain, sebagian beralasan uangnya belum cukup kalau langsung membeli rumah dan alasan-alasan lain.</span></p>
<p><a href="http://infoduit.com/wp-content/uploads/2012/04/64.jpg" rel="" style="" target="" title=""><img alt="Tips membeli tanah kavling " class="alignleft size-full wp-image-1825" height="194" src="http://infoduit.com/wp-content/uploads/2012/04/64.jpg" style="border-top-width: 9px; border-right-width: 9px; border-bottom-width: 9px; border-left-width: 9px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: black; border-right-color: black; border-bottom-color: black; border-left-color: black; border-image: initial; margin-top: 9px; margin-bottom: 9px; " title="Tips membeli tanah kavling " width="259" /></a></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;">Karena tujuan utama membeli kavling untuk membangun rumah maka sebaiknya sedikit mengetahui tips dan trik dalam membelinya&nbsp;terlebih dahulu.&nbsp;Karena memang membeli tanah kavling mempunyai keterkaitan erat dengan membangun rumah. Tips pertama adalah perkembangan linkungan sangat menentukan. Anda harus pintar melihat perkembangan lingkungan sekitar terutama kiri kanan yang akan menjadi tetangga Anda nantinya. Ada kavling yang cepat laku tapi tidak dibangun oleh pemiliknya. Jangan sampai Anda membangun rumah tapi kiri kanan kosong dalam waktu lama, apalagi jaraknya sangat jauh, rumah anda terlihat terpencil sendirian.&nbsp;Ini tentunya tidak baik dari segi keamanan, sosial masyarakat dll.</span></span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"><strong>Tips membeli tanah kavling </strong>kedua adalah tentukan kapan akan dibangun rumah? Contoh; akan dibangun rumah 3 tahun lagi dari membeli tanah kavling. Disini Anda dapat memperkirakan perkembangan lingkungan sekitar 3 tahun mendatang. Tips ketiga, ketahui asal usul tanah. Jangan beli tanah kavling bekas kuburan, sampah, rumah ibadah karena tidak baik energi positifnya kata pakar fengsui. Yang baik adalah bekas kebun, sawah. Kalau area tersebut sudah diratakan Anda bisa mencari informasi di Kelurahan atau Kecamatan setempat. Tips keempat adalah pilih kemiringan sekitar tanah yang landai. Pilih yang landai agar mudah membuat saluran dan aliran air. Kalau yang terlalu datar aliran air tersendat mudah banjir. Kalau terlalu juram boros dalam meratakan tanah (cat dan fill).</span></span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;">Tips kelima adalah ada atau tidak fasilitas penunjang. Sudah tersedia fasilitas penunjang seperti listrik, air bersih, pasar, sekolah, rumah sakit pada daerah setempat. Kalau belum Anda harus yakin sudah ada 3 tahun mendatang karena Anda berencana membangun rumah pada waktu tersebut. Tips keenam, akses jalan sudah tersedia atau belum. Akses jalan selalu menjadi kebutuhan dimanapun tanah kavling akan dibeli. Pilih akses jalan yang dapat melintas dua mobil kiri kanan.</span></span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"><strong>Tips membeli tanah kavling </strong>ketujuh adalah antisipasi bahaya sekitar lingkungan. Hindari membeli tanah kavling dekat jalur listrik tengangan tingi, jalur pipa gas, jalur rel kereta, area bandara dan tepi sungai.&nbsp;Antisipasi juga tergusur oleh pembangunan fasilitas umum. Tips kedelapan kavling lama atau baru. Tanah yang baru dikavling pada umumnya harga tingi. Ini disebabkan pengembang harus mengembalikan biaya-biaya dan modal mereka. Tapi kalau Anda membeli kavling yang sudah terlalu lama pada awalnya Anda kurang dihargai oleh lingkungan setempat. Point ini memang tidak selalu benar tapi pada umunya demikian.&nbsp;Sekarang tergantung Anda yang memilih atau pilih saja jangan terlalu baru jangan terlalu lama.</span></span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;">Tips kesembilan adalah kelengkapan surat-surat (Legalitas). Periksa kelengkapan surat Akte atau Sertifikat, peruntukan lahan. Anda bisa cek ke RT/RW Kelurahan Kecamatan. Yang lebih penting lagi jangan sampai Anda membeli tanah kavling dalam sengketa. Dari sini diperoleh kesimpulan bahwa lebih baik segera membeli tanah sejak dini/sejak usia belum menua dan di saat harga tanah masih terjangkau naum berlokasi di tepi jalan daripada harus menunggu tua kemudian terberatkan oleh berbagai macam beban keuangan yang mampu mengurangi jumlah tabungan.</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://infoduit.com/tips-membeli-tanah-kavling/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semakin mahalnya biaya bertani</title>
		<link>http://infoduit.com/semakin-mahalnya-biaya-bertani</link>
		<comments>http://infoduit.com/semakin-mahalnya-biaya-bertani#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 08:25:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[mahal]]></category>
		<category><![CDATA[petani]]></category>
		<category><![CDATA[sawah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://infoduit.com/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[Semakin mahalnya biaya bertani di Indonesia seakan mencekik petani kecil. Semakin mahalnya biaya bertani juga membuat masyarakat kecil merasa kurang diperhatikan oleh Pemerintah. Musim tanam setiap tahun sangat berarti karena menandai petani untuk mulai mengolah sawahnya. Benih padi, pupuk yang murah, dan air irigasi berkecukupan merupakan modal utama budidaya tanam padi. Benih dan pupuk harus [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://infoduit.com/wp-content/uploads/2011/12/bertani.jpg"><img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-332" height="225" src="http://infoduit.com/wp-content/uploads/2011/12/bertani-300x225.jpg" title="bertani" width="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"><strong>Semakin mahalnya biaya bertani</strong> di Indonesia seakan mencekik petani kecil. <strong><a href="http://www.infoduit.com/">Semakin mahalnya biaya bertani</a> </strong>juga membuat masyarakat kecil merasa kurang diperhatikan oleh Pemerintah. Musim tanam setiap tahun sangat berarti karena menandai petani untuk mulai mengolah sawahnya. Benih padi, pupuk yang murah, dan air irigasi berkecukupan merupakan modal utama budidaya tanam padi. Benih dan pupuk harus ditebus dengan uang, sedangkan air irigasi adalah anugerah alam. Iklim ekstrem ternyata juga menyebabkan biaya tanam padi semakin mahal. Misalnya, air melimpah kalau tidak mengalir ke sawah akhirnya perlu tambahan biaya supaya mengaliri sawah.</span></span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;">Ada kalanya sawah yang beruntung mendapatkan kualitas dan dukungan cuaca yang bagus, tetapi ada kalanya pula para petani kurang beruntung. Seperti misalnya, bendungan karet yang biasanya ditempatkan di dekat sawah jebol, dan permasalahan lain. Dalam bekerja, laki-laki dan perempuan bekerja bersama tetapi megerjakan tugas masing-masing yang berbeda. Perempuan buruh menanam benih padi, sedangkan laki-laki buruh membantu menarik tumpukan benih padi ke tengah sawah dengan karung. Genangan air di sawah hanya 10 sentimeter akan menyebabkan benih tumbuh kurang maksimal. Karena semestinya 20-30 sentimeter agar benih dijamin tumbuh dan aman dari hama tikus.</span></span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"><strong>Semakin mahalnya biaya bertani </strong>juga mempengaruhi pasokan ke lumbung padi. Pada umumnya, sekali musim, gabah yang dipasok ke lumbung padi bisa mencapai lebih dari 100.000 ton gabah. Di Indonesia, pertanian biasanya mengandalkan pengairan dari sungai terdekat atau irigasi waduk setempat. Jika ke dua sumber air ini kering, maka akan sangat berpengaruh pada hasil panen dan kualitas gabah. Untuk musim kali ini yang tergolong lebih ekstrem, modal tanam padi sekitar Rp 1,8 juta. Biaya ini masih di luar iuran menyedot air melalui genset sebesar Rp 1 juta.</span></span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;">Untuk membantu kelangsungan hidup petani dari Negara-Negara berkembang, seperti Indonesia, Pemerintah sudah menerapkan kebijakan. Negara-Negara maju seharusnya mengurangi subsidi sektor pertanian. Subsidi atas komoditi ekspor negara maju bahkan harus dihapuskan, karena menciptakan persaingan tidak sehat yang membanjiri pasar domestik negara berkembang. Disiplin aturan WTO juga perlu diperkuat untuk mengurangi distorsi hambatan-hambatan sanitary dan phitosanitary di negara maju yang menghambat ekspor Negara berkembang.</span></span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"><strong>Semakin mahalnya biaya bertani </strong>tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di beberapa Negara sedang berkembang lainnya. Menteri Perdagangan Indonesia membicarakan hal tersebut di atas dalam pertemuan tingkat menteri kelompok G-33 di Jenewa, Swiss. G-33 merupakan kelompok negara berkembang yang memperjuangkan perlindungan atas sektor pertanian dalam negeri, melalui skema special product (SP) dan&nbsp;<em>special safeguard mechanism</em>&nbsp;(SSM). Tujuannya agar terdapat ruang kebijakan secukupnya bagi pemerintah negara berkembang dalam melindungi kelangsungan hidup petani dan mata pencaharian di bidang pertanian dalam rangka ketahanan pangan serta pembangunan pedesaan.</span></span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;">Indonesia menjadi Ketua G-33 sejak kelompok tersebut dibentuk tahun 2003. Perjuangan G-33 tidak akan berhenti sampai perundingan Doha development Agenda (DDA) untuk mengesahkan SP dan SSM sebagai instrumen pelindung yang efektif bagi negara berkembang dalam mengejar peningkatan produksi dan produktivitas pertanian. Namun demikian, perhatian kita juga harus diarahkan secara seimbang pada upaya penerapan pola konsumsi yang bertanggung jawab. Berbanding terbalik dengan usaha meningkatkan persaingan produk pertanian di kancah Internasional, ternyata ada pula permasalahan pertanian yang masih dialami dalam Negeri, yaitu subsidi yang terlalu kecil. Subsidi Indonesia sangat kecil kalau dibanding subsidi di negara maju, yang biasanya memberikan subsidi luar biasa besar. Dalam konteks global, besarnya subsidi yang diberikan negara-negara maju tersebut membuat sulitnya menembus pasar ekspor pertanian di negara-negara itu.&nbsp;Sementara saat ini di berbagai negara, proteksionisme menjadi respons dalam menghadapi krisis keuangan yang terjadi meski banyak negara menyampaikan bahwa mereka harus menghindari proteksionisme.</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://infoduit.com/semakin-mahalnya-biaya-bertani/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>4 kesalahan terbesar pasangan soal uang</title>
		<link>http://infoduit.com/4-kesalahan-terbesar-pasangan-soal-uang</link>
		<comments>http://infoduit.com/4-kesalahan-terbesar-pasangan-soal-uang#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 08:41:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Commercial]]></category>
		<category><![CDATA[Finansial]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Option]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Finance]]></category>
		<category><![CDATA[Reksadana]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[financial]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://infoduit.com/?p=288</guid>
		<description><![CDATA[&#160; 4 kesalahan terbesar pasangan soal uang biasanya sering terjadi dan dianggap normal. 4 kesalahan terbesar pasangan soal uang juga lah yang biasanya menjadi sumber pertengkaran, bahkan penyebab renggangnya suatu hubungan. Masalah keuangan dalam suatu hubungan berpasangan biasanya dipicu oleh sejumlah keadaan, bahkan perbedaan kepribadian. Sebagai contoh, pribadi hemat yang menikah dengan individu boros atau [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"><strong>4 kesalahan terbesar pasangan soal uang</strong> biasanya sering terjadi dan dianggap normal. <strong><a href="http://www.infoduit.com/">4 kesalahan terbesar pasangan soal uang</a> </strong>juga lah yang biasanya menjadi sumber pertengkaran, bahkan penyebab renggangnya suatu hubungan. Masalah keuangan dalam suatu hubungan berpasangan biasanya dipicu oleh sejumlah keadaan, bahkan perbedaan kepribadian. Sebagai contoh, pribadi hemat yang menikah dengan individu boros atau pribadi yang selalu khawatir soal uang menikah dengan si cuek yang tak suka atau bahkan enggan memikirkan membicarakan keuangan.</span></span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;">4 kesalahan ini sering sekali terjadi pada beberapa pasangan dan sulit untuk dihindari. Kesalahan yang pertama adalah tidak mau membicarakan soal uang. Sikap menunda komunikasi menimbulkan banyak masalah, termasuk soal uang. Percakapan mengenai uang menjadi lebih minim atau bahkan semakin jauh dari hubungan.</span></span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;">Solusi: Jika Anda berencana menikah, sebaiknya sebelum tinggal bersama dan mencampurkan semua pengeluaran, biasakan untuk mendiskusikan beberapa hal krusial soal keuangan. Sebagai contoh, berapa banyak utang dari setiap individu. Dengan demikian, saat nanti menikah, Anda dan dia akan lebih mudah mengaturnya. Pembicaraan mengenai keuangan sebelum menikah juga meliputi kebiasaan masa lalu setiap individu dalam mengatur uang.</span></span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"><strong>4 kesalahan terbesar pasangan soal uang </strong>seharusnya dibicarakan juga mengenai pembagian pembayaran kebutuhan rumah tangga. Bagi presentasi pembayaran dari pengeluaran rutin bulanan. Anda dan pasangan juga perlu menentukan apakah perlu membuka rekening bersama atau cukup dengan rekening masing-masing. Berbicara mengenai keuangan perlu dijadikan kebiasaan berkala oleh pasangan. Duduk bersama di satu meja untuk mengatur dan merencanakan keuangan bersama penting dilakukan. Anda dan pasangan perlu membuat rencana keuangan jangka pendek, menengah, dan panjang.</span></span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;">Kesalahan ke dua adalah menyimpan uang di tempat rahasia. Anda atau pasangan punya kebiasaan ini? Menyimpan uang diam-diam di tempat rahasia atau merahasiakan barang baru yang Anda beli dari pasangan? Solusi: Sebenarnya Anda tak perlu merahasiakan apa pun dari pasangan, apalagi orang yang Anda pilih sebagai istri atau suami. Solusinya, jangan pernah mencampurkan pendapatan Anda dan pasangan. Berikan kebebasan kepada pasangan untuk membelanjakan uangnya sendiri. Menggabungkan uang hanya diperlukan pasangan saat harus membayar pengeluaran rutin rumah tangga. Karena itu, buatlah daftar pengeluaran yang harus dibayarkan berdua dengan pasangan dan pisahkan kebutuhan belanja personal untuk dibayarkan setiap individu.</span></span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"><strong>4 kesalahan terbesar pasangan soal uang </strong>yang ketiga adalah tak punya anggaran. Tak adanya anggaran dalam rumah tangga justru menimbulkan masalah keuangan. Solusinya: Buat anggaran keuangan atau belanja yang disepakati pasangan. Anggaran ini justru membantu pasangan untuk membayar utang atau justru menghindari utang. Utang merupakan salah satu sumber pertengkaran soal uang pada pasangan.&nbsp;Dengan adanya anggaran, pasangan bisa merencanakan membeli mobil, rumah, atau bahkan memiliki anak lagi dan menyiapkan pensiun. Pasangan menikah juga perlu menganggarkan uang untuk dana darurat keluarga.</span></span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size:12px;"><span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;">Kesalahan ke empat adalah tak merasa perlu menyiapkan warisan. Anda dan pasangan perlu menyiapkan berbagai kondisi terkait dengan keuangan. Soal asuransi jiwa, misalnya, tentukan bersama pasangan mengenai siapa yang akan menerima manfaatnya. Jika tidak, uang yang telah Anda persiapkan jatuh ke tangan yang seharusnya tak tepat menerima manfaat jika Anda atau pasangan meninggal, misalnya. Anda dan pasangan perlu membicarakan harapan pada masa mendatang jika terjadi sesuatu terhadap Anda atau pasangan. Uang yang telah Anda kumpulkan, baik dari asuransi maupun dana pensiun, ingin dikelola oleh siapa dan untuk kepentingan apa. Topik ini harus&nbsp;segera Anda bicarakan dengan pasangan sebagai langkah antisipasi.</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://infoduit.com/4-kesalahan-terbesar-pasangan-soal-uang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
