#0x2525 Commercial – Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia http://infoduit.com Tue, 12 Mar 2019 14:41:00 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.9 BRI, dikenal dari Desa ke Kota http://infoduit.com/bri-dikenal-dari-desa-ke-kota Tue, 27 Dec 2011 08:33:24 +0000 http://infoduit.com/?p=336

BRI atau Bank Rakyat Indonesia sudah seperti mendarah daging di hati masyarakat Indonesia. BRI pada beberapa tahun yang lalu hanya dikenal sebagai bank di daerah pedesaan tetapi tidak untuk saat ini. Perubahan sudah banyak terjadi di BRI. Bank yang satu ini tak lagi dikenal hanya beroperasi di desa. Kini, warga tak jauh dari rumah ataupun pusat bisnis di kota mudah menemukan BRI. Semua ini dilakukan tanpa melupakan bisnis asalnya, yaitu kredit mikro dan desa. Anda dapat membuktikannya dengan datang langsung ke kantornya dan temukan perbedaan antara BRI versi lama dan versi baru. Maka Anda akan menjumpai pelayanan yang jauh berbeda. Hal ini terjadi karena transformasi di tubuh BRI.

Perubahan itu merupakan bentuk kesadaran bahwa lambat laun produk-produk bank-bank sama, fiturnya juga sudah hampir sama. Untuk itu, pada awal kepemimpinan Dirut BRI, Sofyan Basyir, melihat bagaimana mencoba memanfaatkan dan mengelola BRI yang memiliki 4.200 kantor. Bagaimana bisa memanfaatkan kantor-kantor yang sudah ada di daerah. Akan tetapi, dalam perjalanannya, ternyata ada bank-bank yang merambah ke bisnis BRI, yaitu kredit mikro. Ada empat bank yang intensif masuk ke bisnis itu. Keberadaan BRI yang sudah di desa ternyata masih dikejar juga oleh bank-bank lain. Saat itu, jumlah karyawan sudah 40.000. Ini merupakan potensi yang luar biasa.

BRI kemudian tidak tinggal diam. Para jajarannya memulai dengan transformasi budaya. Mereka menekankan bahwa ini bukan lembaga yang mengelola pegawai negeri sipil, tetapi bank, yang berbicara industri. Oleh karena industri, mereka punya target. Mereka mempunyai cita-cita besar ke depan, angka-angkanya harus jelas. Jika sudah berbicara industri, maka harus diimbangi dengan tuntutan industri.

Transformasi budaya kerja diikuti dengan transformasi bisnis. Hal itu mulai dari sumber daya manusia, teknologi informasi, sarana kerja, hingga produk-produk kami. Untuk itu, lalu disusun perencanaan yang matang, terinci, dan diikuti langkah strategis. Tahun 2005-2006, transformasi itu dimulai. Bank adalah teknologi. Bicara bank, bicara teknologi karena nasabah butuh layanan yang prima. Layanan itu adalah kemudahan akses, kemudahan mendapat informasi, dan mendapat kenyamanan. Pertama, bagaimana meng-online-kan seluruh jaringan BRI dari Sabang sampai Merauke. Pihak BRI kemudian berpikir sumber dana kehidupan bank adalah dari pribadi-pribadi, maka sumber dananya yang utama itu ada di perkotaan.

BRI selama ini memang menguasai pedesaan. Kalau teknologi sudah dipenuhi, maka tidak salah kalau pada akhirnya bisa masuk ke masyarakat kota. Untuk itulah, BRI memperluas jangkauan dari desa sampai ke kota. Realisasinya adalah dulu di Jabodetabek hanya ada 60 kantor, sekarang telah menjadi 700 kantor. Awalnya mereka hanya menyerang 14 kota besar, kini mereka sudah menyerang 50 kota besar. Bersamaan dengan itu, mereka juga mengimbangi dengan teknologi. Mereka membuka BRI di perkantoran, pusat kegiatan bisnis, dan lain-lain. Mereka juga membangun fitur-fitur yang sekarang telah mencapai 570 fitur produk. Kemudian diimbangi dengan pertumbuhan sumber daya manusia untuk dukung kantor dan untuk dukung bisnis kredit mikro. Ada tambahan 45.000 orang dalam lima tahun. Sebagian untuk mendukung kredit usaha rakyat (KUR). KUR pada 2008 awal telah mencapai lima juta debitor KUR dengan kredit Rp 35 triliun atau Rp 7 juta per orang. Keberanian mengambil resiko inilah yang kemudian membuat BRI lebih terkenal, baik di desa maupun di kota.

]]>
Franchise kursus Bahasa Inggris http://infoduit.com/franchise-kursus-bahasa-inggris Tue, 27 Dec 2011 08:20:13 +0000 http://infoduit.com/?p=326

Franchise kursus Bahasa Inggris semakin menggeliat. Persaingan global semakin memaksa masyarakat untuk menjadikan kemampuan berbahasa Inggris sebagai modal awal. Itulah yang menyebabkan franchise kursus Bahasa Inggris sepi pengunjung, bahkan semakin menjamur. Kursus tersebut datang untuk menunjang pelajaran yang didapatkan di sekolah.

Persaingan global yang semakin ketat menuntut setiap orang memiliki kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Di Indonesia, setiap siswa yang telah menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi, bisa dikatakan rata-rata telah mendapatkan pelajaran bahasa Inggris lebih dari 10 tahun. Sayangnya, menurut beberapa survei, tingkat penguasaan bahasa Inggris di Indonesia masih di bawah negara-negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, hingga Filipina. Hal ini disebabkan karena proses pembelajaran yang diterapkan hanya sebatas menghafal, bukan memahami. Sehingga setelah pelajarannya selesai, maka sang anak juga akan mudah lupa. Kenyataan ini menjadi lahan empuk bagi usaha di bidang kursus Bahasa Inggris. Kursus yang bermunculan juga sangat Beragam, yakni mulai dari usia pre-school sampai professional atau pekerja.

Franchise kursus Bahasa Inggris pun harus menjawab tantangan permasalahan yang ada. Jika mereka tidak mampu membentuk siswa-siswanya, maka mereka pun akan ditinggalkan karena siswa tentu akan memilih kursus yang berkualitas. Setelah itu, banyak sekali Lembaga Pendidikan yang mengenalkan konsep pengajaran bahasa Inggris yang lebih banyak praktik. Yaitu dijelaskan dengan mudah dan menyenangkan, namun tetap tidak meninggalkan pemahaman kaedah berbahasa yang baik, benar, dan akurat.

Lembaga Pendidikan tersebut hadir bukan untuk menggantikan pendidikan yang formal, tapi lebih bersifat melengkapi. Sehingga, mereka memang mempunyai kurikulum sendiri yang bertujuan melatih siswanya agar mampu berbahasa Inggris secara baik, benar, dan akurat. Mengingat kebutuhan yang terus meningkat di berbagai daerah seluruh Indonesia, dibuka peluang investasi bisnis pendidikan melalui sistem franchise. Dengan konsep tersebut, dalam perjalanannya franchise berbagai Lembaga Pendidikan telah tersebar di seluruh Indonesia.

Franchise kursus Bahasa Inggris tidak hanya tersebar di kota-kota besar saja, tetapi sudah mulai memasuki kota kabupaten yang notabene lebih kecil. Kesadaran akan pentingnya Bahasa Inggris sudah mempengaruhi pola pikir masyarakat kota kabupaten. Seperti misalnya di Jawa Timur. Pada jaman dahulu, Jawa Timur lebih dikenal dengan Pondok Pesantren yang sangat hangat dengan pendidikan agama dan kurang mendukung budaya asing (selain Arab) masuk ke dalamnya. Namun, hal tersebut sudah berbeda. Sebagai salah satu provinsi yang memiliki jumlah perguruan tinggi paling banyak, ditambah 1000 lebih pondok pesantren yang mengajarkan bahasa Inggris, plus makin maraknya sekolah bertaraf internasional di Jawa Timur, ini merupakan pasar yang sangat potensial.

Franchise Fee yang ditawarkan berkisar antara Rp200 jutaan, yang diperkirakan modal akan kembali pada tahun ketiga. Lembaga Pendidikan yang berkualitas biasanya memang tak sekadar menerima investor yang memiliki uang. Namun, mereka yang punya komitmen besar untuk memajukan dunia pendidikan, terutama bahasa Inggris di Indonesia. Jika Anda tertarik untuk berwirausaha dan memajukan pendidikan di Indonesia, pilihlah Lembaga Pendidikan yang sudah terbukti kualitasnya. Anda bisa melakukan survey satu per satu kepada Lembaga Pendidikan yang Anda anggap mumpuni. Jangan hanya melihat bagian luar saja, tetapi Anda juga harus mengerti program dan proses pembelajaran yang ditawarkan. Sehingga Anda mengerti dan memahami keunggulan Lembaga Pendidikan yang Anda pilih serta tidak merasa kecewa nanti jika usaha franchise Anda sudah berjalan.

]]>
Menyiapkan “deposito diri” agar keluarga sejahtera http://infoduit.com/menyiapkan-%e2%80%9cdeposito-diri%e2%80%9d-agar-keluarga-sejahtera Fri, 23 Dec 2011 08:45:17 +0000 http://infoduit.com/?p=291  

Menyiapkan “deposito diri” agar keluarga sejahtera merupakan kesadaran individual. Menyiapkan “deposito diri” agar keluarga sejahtera merupakan perencanaan financial penting bagi keluarga untuk menuju sejahtera. Minimnya pengetahuan membuat banyak orang tidak merencanakan keuangan dengan baik. Alhasil, pendapatan yang diterima setiap bulannya terserap tanpa terencana atau bahkan tanpa target yang pasti.

Banyak orang yang tidak memiliki target yang pasti, termasuk dalam perencanaan keuangannya, dalam rangka untuk mensejahterakan diri dan keluarganya. Padahal setiap orang butuh target yang jelas untuk membantunya meningkatkan kesejahteraan keluarga, terutama dalam perencanaan keuangan. Untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga, suami juga istri yang memiliki pendapatan rutin perlu menentukan target berdasarkan kebutuhan sebenarnya. Artinya, jika Anda merencanakan keuangan keluarga dengan membeli polis asuransi, dengan berinvestasi, atau apa pun produk keuangan yang Anda pilih untuk menyiapkan keuangan jangka panjang, tujuannya harus jelas.

Menyiapkan “deposito diri” agar keluarga sejahtera harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anda dan pasangan. Jangan membeli produk keuangan dengan menyesuaikan diri pada pilihan produk yang tersedia atau menyesuaikan kemampuan Anda. Karena paradigma yang benar adalah, tentukan terlebih dahulu kebutuhan keuangan Anda dengan perhitungan yang pasti, inilah yang disebut dengan deposito diri.

Yaitu setiap orang harus mendepositokan dirinya, menyiapkan uang pertanggungan atas dirinya. Jadi, ketika individu tersebut tak lagi produktif, atau tidak lagi berpenghasilan, deposito diri inilah yang akan menanggung hidupnya. Deposito diri ini bukan produk deposito, melainkan persiapan keuangan yang semestinya ada di setiap keluarga. Misalnya, jika penghasilan bulanan Anda Rp 2 juta per bulan atau Rp 25 juta satu tahun, bagi dengan lima persen (mengacu pada pertumbuhan rata-rata produk deposito), hasilnya setiap individu yang berpenghasilan dalam rumah tangga membutuhkan uang pertanggungan diri (deposito diri) Rp 500 juta.

Menyiapkan “deposito diri” agar keluarga sejahtera, misalnya dimulai dengan cara di atas. Kemudian, uang Rp 500 juta inilah yang harus dipersiapkan setiap individu dengan penghasilan atau pengeluaran Rp 2 juta per bulan misalnya. Jika Anda dan pasangan memiliki pengeluaran bulanan, setelah digabungkan, Rp 5 juta, maka nilai deposito diri berbeda, dan semakin besar. Gunakan rumus untuk menghitung berapa deposito diri yang butuh dipersiapkan Anda dan pasangan. Untuk pasangan menikah, rumus deposito diri yang Anda harus persiapkan adalah jumlah pengeluaran atau pendapatan tahunan (setelah digabung antara suami dan istri), dibagi lima persen. Hasilnya, itulah nilai deposito diri yang harus dipersiapkan masing-masing individu, suami dan istri menyiapkan keuangan masing-masing. Nah, deposito diri inilah yang menjadi target keuangan keluarga untuk menjadi lebih sejahtera. Jika Anda sudah menetapkan target Rp 500 juta, maka rencanakan keuangan dengan bijak. Pilih produk keuangan dengan tepat.

Penyiapan ini akan membuat penghasilan rutin bulan bisa lebih terencana. Untuk mencapai target deposito diri, orang Jepang bisa memiliki tujuh polis asuransi yang berbeda. Uang pertanggungan diri tersebut didapatkan dari beberapa komposisi produk keuangan. Empat produk keuangan yang wajib dimiliki untuk mencapai target keuangan pribadi tersebut adalah asuransi kecelakaan, asuransi jiwa, asuransi whole life, kombinasi beberapa produk keuangan lainnya seperti unit link, reksa dana, dan produk investasi lainnya. Komposisi ini bisa berubah dan direvisi seiring perubahan pendapatan, juga pengeluaran, dan perubahan gaya hidup. Bisa jadi jumlah target Anda bertambah besar seiring meningkatnya pendapatan dan pengeluaran misalnya.

]]>
4 kesalahan terbesar pasangan soal uang http://infoduit.com/4-kesalahan-terbesar-pasangan-soal-uang Fri, 23 Dec 2011 08:41:56 +0000 http://infoduit.com/?p=288  

4 kesalahan terbesar pasangan soal uang biasanya sering terjadi dan dianggap normal. 4 kesalahan terbesar pasangan soal uang juga lah yang biasanya menjadi sumber pertengkaran, bahkan penyebab renggangnya suatu hubungan. Masalah keuangan dalam suatu hubungan berpasangan biasanya dipicu oleh sejumlah keadaan, bahkan perbedaan kepribadian. Sebagai contoh, pribadi hemat yang menikah dengan individu boros atau pribadi yang selalu khawatir soal uang menikah dengan si cuek yang tak suka atau bahkan enggan memikirkan membicarakan keuangan.

4 kesalahan ini sering sekali terjadi pada beberapa pasangan dan sulit untuk dihindari. Kesalahan yang pertama adalah tidak mau membicarakan soal uang. Sikap menunda komunikasi menimbulkan banyak masalah, termasuk soal uang. Percakapan mengenai uang menjadi lebih minim atau bahkan semakin jauh dari hubungan.

Solusi: Jika Anda berencana menikah, sebaiknya sebelum tinggal bersama dan mencampurkan semua pengeluaran, biasakan untuk mendiskusikan beberapa hal krusial soal keuangan. Sebagai contoh, berapa banyak utang dari setiap individu. Dengan demikian, saat nanti menikah, Anda dan dia akan lebih mudah mengaturnya. Pembicaraan mengenai keuangan sebelum menikah juga meliputi kebiasaan masa lalu setiap individu dalam mengatur uang.

4 kesalahan terbesar pasangan soal uang seharusnya dibicarakan juga mengenai pembagian pembayaran kebutuhan rumah tangga. Bagi presentasi pembayaran dari pengeluaran rutin bulanan. Anda dan pasangan juga perlu menentukan apakah perlu membuka rekening bersama atau cukup dengan rekening masing-masing. Berbicara mengenai keuangan perlu dijadikan kebiasaan berkala oleh pasangan. Duduk bersama di satu meja untuk mengatur dan merencanakan keuangan bersama penting dilakukan. Anda dan pasangan perlu membuat rencana keuangan jangka pendek, menengah, dan panjang.

Kesalahan ke dua adalah menyimpan uang di tempat rahasia. Anda atau pasangan punya kebiasaan ini? Menyimpan uang diam-diam di tempat rahasia atau merahasiakan barang baru yang Anda beli dari pasangan? Solusi: Sebenarnya Anda tak perlu merahasiakan apa pun dari pasangan, apalagi orang yang Anda pilih sebagai istri atau suami. Solusinya, jangan pernah mencampurkan pendapatan Anda dan pasangan. Berikan kebebasan kepada pasangan untuk membelanjakan uangnya sendiri. Menggabungkan uang hanya diperlukan pasangan saat harus membayar pengeluaran rutin rumah tangga. Karena itu, buatlah daftar pengeluaran yang harus dibayarkan berdua dengan pasangan dan pisahkan kebutuhan belanja personal untuk dibayarkan setiap individu.

4 kesalahan terbesar pasangan soal uang yang ketiga adalah tak punya anggaran. Tak adanya anggaran dalam rumah tangga justru menimbulkan masalah keuangan. Solusinya: Buat anggaran keuangan atau belanja yang disepakati pasangan. Anggaran ini justru membantu pasangan untuk membayar utang atau justru menghindari utang. Utang merupakan salah satu sumber pertengkaran soal uang pada pasangan. Dengan adanya anggaran, pasangan bisa merencanakan membeli mobil, rumah, atau bahkan memiliki anak lagi dan menyiapkan pensiun. Pasangan menikah juga perlu menganggarkan uang untuk dana darurat keluarga.

Kesalahan ke empat adalah tak merasa perlu menyiapkan warisan. Anda dan pasangan perlu menyiapkan berbagai kondisi terkait dengan keuangan. Soal asuransi jiwa, misalnya, tentukan bersama pasangan mengenai siapa yang akan menerima manfaatnya. Jika tidak, uang yang telah Anda persiapkan jatuh ke tangan yang seharusnya tak tepat menerima manfaat jika Anda atau pasangan meninggal, misalnya. Anda dan pasangan perlu membicarakan harapan pada masa mendatang jika terjadi sesuatu terhadap Anda atau pasangan. Uang yang telah Anda kumpulkan, baik dari asuransi maupun dana pensiun, ingin dikelola oleh siapa dan untuk kepentingan apa. Topik ini harus segera Anda bicarakan dengan pasangan sebagai langkah antisipasi.

]]>
3 pengeluaran ekstra akibat terbawa emosi http://infoduit.com/3-pengeluaran-ekstra-akibat-terbawa-emosi Fri, 23 Dec 2011 08:39:00 +0000 http://infoduit.com/?p=285  

3 pengeluaran ekstra akibat terbawa emosi terkadang membutuhkan pengelolaan uang yang seharusnya sederhana saja. 3 pengeluaran ekstra akibat terbawa emosi seringkali terjadi ketika ada banyak diskon bertebaran di supermarket. Anda bisa menggunakan manajemen amplop untuk menyiapkan segala pengeluaran Anda. Anda bahkan bisa menyiapkan amplop khusus untuk biaya tak terduga. Meskipun sudah melakukan manajemen amplop ini, kadang-kadang Anda masih kerepotan membangun fondasi keuangan yang kokoh. Penyebabnya tak lain karena ada sisi emosional yang terlibat.

Keputusan yang dilandasi emosi biasanya selalu berakibat buruk. Contoh pertama akibat emosi adalah berganti bank. Program-program menggiurkan yang ditawarkan bank dalam berbagai iklannya memang membuat Anda tergoda untuk menutup satu rekening di satu bank dan membuka rekening di bank yang lain. Sebelum melakukannya, pastikan Anda sudah memikirkan untung-ruginya. Bila niat Anda untuk mengurangi biaya-biaya yang menjadi tanggungan Anda, cari informasi mengenai hal tersebut. Jika yang Anda incar adalah bunga tabungan yang lebih baik, hitung juga berapa yang akhirnya akan Anda dapatkan nantinya.

3 pengeluaran ekstra akibat terbawa emosi yang ke dua adalah membeli rumah yang lebih besar daripada yang anda perlukan. Ketika harga rumah cenderung naik, banyak keluarga yang justru membeli rumah yang lebih besar dan lebih mahal. Mereka khawatir, jika tidak segera membeli, harga akan terus naik. Apakah Anda mampu atau tidak mampu membayar cicilannya, sebenarnya kelebihan harga tersebut bisa Anda gunakan untuk hal yang lain bukan? Pada saat seperti itu, mengontrak rumah bisa menjadi pilihan yang lebih baik. Atau, Anda membeli rumah di lokasi yang harganya belum terlalu mahal. Pilihan lain adalah dengan menawar harga rumah tersebut serendah mungkin, namun tentunya hal ini berlaku jika Anda ingin membeli rumah bekas.

Contoh ketiga adalah tidak mau kalah dengan “tetangga”. Ketika rekan kerja Anda membeli ponsel baru, atau mobil baru, mendadak ponsel atau mobil Anda terkesan ketinggalan zaman. Hal ini memang wajar. Contohnya yang lebih mudah adalah ketika teman Anda berbelanja baju-baju baru. Anda pasti akan menginginkannya juga. Cara terbaik untuk mencegah pengeluaran yang tidak diperlukan adalah dengan bertanya pada diri sendiri, apakah Anda memang membutuhkannya. Atau, bisakah Anda menunda pembelian barang tersebut hingga menerima bonus atau setelah tabungan mencukupi?

3 pengeluaran ekstra akibat terbawa emosi memang pada awalnya terlihat menguntungkan. Bagaimana tidak? Karena Anda selalu merasa bisa menyaingi orang lain. Anda bisa meningkatkan gengsi Anda. Tetapi sama saja jika gengsi Anda tidak sesuai dengan budget yang Anda miliki, maka pada akhirnya hanya akan merugikan diri Anda sendiri. Sebenarnya bukan hanya gengsi terhadap kebutuhan yang besar, tetapi juga tentang belanja bulanan yang biasanya dilandasi oleh emosi untuk membeli apa yang diinginkan. Berbelanja di supermarket bisa jadi agenda bulanan Anda, terutama setelah gajian. Malah terkadang Anda bisa lebih dari satu kali dalam sebulan datang ke supermarket. Ketika berbelanja, wanita terkadang tidak bisa mengontrol diri untuk membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Apalagi pihak supermarket pintar membuat pembeli tergoda dengan memberikan diskon atau penawaran harga menarik. Ketika hal di atas terjadi, alhasil budget belanja bulanan pun jadi membengkak. Anda semakin 'terjebak' pada godaan diskon di supermarket.

usahakan Anda menyempatkan diri untuk membuat menu makanan harian. Menu tersebut sangat berguna agar Anda tahu bahan masakan apa saja yang perlu dibeli di supermarket dan bisa disimpan dalam waktu lama. Membuat daftar belanja juga sebaiknya Anda lakukan sebelum berbelanja ke supermarket. Daftar belanja ini bisa membuat Anda tidak lupa barang apa saja yang harus dibeli, sehingga Anda tidak perlu bolak-balik ke supermarket. Dengan kembali ke supermarket, kecenderungannya Anda bisa belanja lagi lebih banyak. Tak hanya itu, daftar belanja juga bisa membuat Anda fokus pada barang yang dibutuhkan. Daftar tersebut bisa menahan Anda dari godaan membeli barang yang sebenarnya tidak perlu.

]]>