September 30 2014
  • 1
Jakarta, ID - 27 °CPartly Cloudy - Humidity: 84%
Advertisement

Tips untuk Pebisnis Pemula

By admin - Mon Jan 09, 7:39 pm

 

Pebisnis pemula seringkali dihadang berbagai macam permasalahan yang mengganggu dan membuat seseorang menjadi menyerah. Pebisnis pemula harus menetapkan tujuan. Karena banyak orang belum menentukan apa yang mereka inginkan. Itu masalah utamanya. Misalnya, ketika Anda tahu Anda ingin menjadi model, Anda harus bertekad menjadi model yang baik. Jika Anda ingin menjadi chef, misalnya, Anda harus tahu mana pisau yang terbaik, dan lain sebagainya.

Berikut adalah beberapa tips untuk menjadi seorang pebisnis professional dan kompeten. Tips pertama adalah mencari pasar yang khusus. Identifikasikan dan penuhi kebutuhan pasar yang niche (khusus) yang telah dibiarkan oleh kompetitor. Bangun sebuah kebisaan yang unggul dari perusahaan Anda. Ingat, sebuah perusahaan besar tak bisa menawarkan segalanya kepada semua orang. Banyak lubang pasar yg terlalu kecil untuk mereka pertimbangkan. Ambillah lubang-lubang yang terlewatkan tersebut.

Pebisnis pemula juga harus mencari tahu tren baru dan memasukinya. Cari kebutuhan dan keinginan konsumen yang timbul dari perubahan tren kultural, ekonomi atau teknologi yang mensinyalkan kesempatan dalam pasar baru. Bertindaklah dengan cepat dan jangan tentatif. Selanjutnya, Anda harus memulai. Ya, berhentilah mencari-cari alasan untuk tak segera memulai upaya dan usaha Anda. Sekali lagi jangan mencari alasan untuk menunda-nunda tindakan real Anda. Jangan biarkan calon pesaing mengalahkan Anda dengan mencuri start. Mulailah bergerak. Siapkan target jangka pendek dan kuatkan tenaga untuk mencapainya. Dekatkan diri anda dengan kesuksesan.

Tips keempat adalah signkirkan nasihat konvensional. Tak perlu dimasukkan ke dalam hati setiap perkataan orang yang bersifat negative atau pesimis. Sesekali, tak ada salahnya untuk melenceng sedikit dari formula dan cara baku yang ada di teks referensi bisnis. Perhatikan cara-cara para praktisi di industri mencoba membangun bisnisnya dengan cara pandang yang hiperkritis. Pelajari mendalam dari berbagai sudut pandang, dan bangun skenario jika kemungkinan terburuk terjadi. Tips kelima adalah cermati kelemahan kompetitor Anda dan perbaiki hal tersebut menjadi kekuatan Anda. Ambil cara pandang kritis dari kompetitor Anda dari perspektif pelanggan. Dengarkan kebutuhan dan komplain dari pelanggan prospektif yang diterima. Hal ini akan membantu mengidentifikasi kelemahan dan kekurangan kompetitor. Cari cara menghilangkan kelemahan tersebut dari servis atau produk Anda, lalu pastikan perusahaan Anda lebih baik dalam hal tersebut.

Pebisnis pemula juga harus memenuhi pasar kecil. Adalah hal yang penting untuk bisa mengidentifikasi pasar dan kebutuhan mereka. Apalagi pada area-area yang tak terjangkau oleh kompetitor Anda. Pelajari bagaimana mengantisipasi area baru yang kemungkinan akan ada kebutuhan akan servis dan posisi dari bisnis Anda selangkah lebih maju dari kompetitor. Tipe ketujuh adalah simpan uang dan pastikan Anda mendapatkan eksposure tanpa terlalu banyak mengeluarkan uang. Bagaimana Anda bisa menjual barang atau jasa jika tak ada seorang pun yang mengenal produk Anda? Saat ini ada banyak cara untuk membuat perusahaan Anda dikenal. Salah satunya adalah dengan iklan. Cara lain adalah dengan menggunakan cara kehumasan (PR). PR adalah cara bagaimana membangun imej suatu lembaga atau seseorang dari sudut pandang yang berbeda, menjual tapi tidak sekeras iklan. Coba cari cara dan cari informasi lebih lanjut mengenai hal ini.

Tips kedelapan adalah percayakan insting. Bangun dan pelajari bagaimana untuk menggunakan kekuatan intuitif Anda. Intuisi, disamping perhitungan yang tepat adalah aset yang paling berharga untuk menghadapi pasar persaingan. Ketika tekanan meninggi dan bencana mengancam, dan semua orang menyarankan agar Anda bermain aman, amat penting untuk mempercayakan insting Anda untuk mulai bergerak.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

Leave a Reply

Comments are closed on this post.

Advertisement