November 14 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Tips Meningkatkan Omzet

By admin - Mon Feb 20, 3:46 pm

Meningkatkan omzet merupakan perhatian utama seorang pebisnis. Meningkatkan omzet selalu berhubungan dengan para konsumen atau pelanggan. Mungkin Anda sudah membaca dan mendengar tentang bagaimana membangun relasi, menjaga pelanggan, membuat daftar pelanggan potensial, dan menjadikan pelanggan loyal kepada Anda. Namun ada pertanyaan penting yang perlu dijawab, yaitu “Bagaimana saya bisa mengubah prospek menjadi pelanggan?”

Mungkin banyak orang yang sudah membaca atau melihat iklan Anda. Pikirkan tentang mereka dan tanyakan pada diri Anda sendiri apakah iklan Anda sudah cukup menarik mereka untuk mendekat? Karena ternyata memasang iklan dan promosi yang gencar tidaklah cukup. Tidak selamanya promosi yang gencar akan meningkatkan omzet bisnis Anda. Bukan berarti tidak perlu promosi, tetapi agar memberikan hasil yang hebat, Anda harus melakukan dua tips penting ini, yaitu buatlah penawaran yang menarik dan follow up. Pertama, perbaiki penawaran Anda sehinga terkesan terlalu bagus untuk ditolak. Dengan istilah lain, prospek Anda merasa bodoh jika menolak tawaran Anda. Jadi buatlah penawaran Anda sehingga prospek Anda tidak bisa menolaknya.

Meningkatkan omzet

Meningkatkan omzet dengan membuat penawaran yang menarik ini bukan berarti Anda harus menurunkan harga. Menurunkan harga memang bisa meningkatkan penawaran, tetapi tidak selamanya bagus, terutama untuk kantong Anda. Cara terbaik untuk meningkatkan penawaran Anda adalah dengan menambahkan bonus sehingga penawaran Anda begitu menarik dan garansi agar prospek Anda percaya kepada produk dan juga kepada Anda. Bonus dan garansi akan memotivasi prospek untuk membeli produk Anda. Saran lain adalah berikan tenggat waktu penawaran Anda. Batas waktu sangat bermanfaatkan dalam meningkatkan motivasi prospek membeli produk Anda. Menunda-nunda adalah salah satu penyebab nomor satu gagalnya penjualan.

Tips kedua adalah follow up. Jika Anda ingin meningkatkan penjualan sampai 50%, jangan lupakan dengan follow up atau tindak lanjut. Ini taktik yang sederhana, hanya diperlukan kemauan dan ketekunan melakukan follow up. Seringkali, prospek tidak membeli produk pada kesempatan pertama. Mungkin masih asing, masih bertanya-tanya, atau masih ragu. Biasanya setelah 3 kali follow up atau empat kali, mereka bisa berubah menjadi pembeli. Sudahkah Anda memiliki sistem follow up dalam bisnis Anda? Caranya sederhana, hubungi saja prospek yang sudah tertarik dengan produk atau jasa Anda dengan penawaran baru dan berikan mereka informasi berkaitan dengan produk atau jasa Anda. Dengan menjaga prospek dalam jangka waktu lama akan membangun kepercayaan. Ini adalah kunci untuk mendapatkan pelanggan loyal.

Meningkatkan omzet tentu saja akan sangat terbantu dengan adanya internet. Internet memudahkan Anda untuk membuat sebuah sistem follow up untuk menjaga relasi dan menawarkan penawaran baru dengan pelanggan Anda. Autoresponder adalah alat yang bisa mengumpulkan database email prospek, kemudian Anda bisa mengirim email secara otomatis, dan mengirim email kapan pun Anda mau. Dengan autoresponder Anda bisa mengirimkan email ke banyak orang dengan cepat, dalam hitungan menit, dan dengan biaya yang relatif murah dibandingkan mengirimkan kartu pos atau surat.

Dengan autoresponder, Anda bisa memasang formulir pendaftaran, dengan menawarkan diskon atau kupon sehingga prospek bersedia mendaftar autoresponder Anda. Kemudian jalinlah relasi sambil melakukan follow up. Anda sudah mengetahui bagaimana pentingnya follow up.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS