August 23 2017
  • 1

Warning: fread(): Length parameter must be greater than 0 in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 311

Warning: fopen(): Filename cannot be empty in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 298

Warning: fwrite() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 299

Warning: fclose() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 300
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Tips Memilih Rumah

By admin1 - Fri Apr 13, 4:28 pm

Tips memilih rumah akan merealisasikan keinginan untuk hidup secara mandiri bagi Anda pasangan baru. Tips memilih rumah bagi Anda, apalagi bagi Anda yang tidak mempunyai pengalaman, akan memberikan gambaran beberapa pertimbangan dan membantu Anda mengatasi kebingungan dalam menentukan membeli rumah baru atau rumah bekas. Untuk mendapatkan pertimbangan yang tepat memilih rumah baru atau bekas, ada baiknya Anda dan pasangan memahami kelebihan dan kekurangan keduanya. Simak beberapa pertimbangannya berikut ini.

Jenis yang pertama adalah rumah baru. Agar tidak salah langkah memilih perumahan baru, lihat dengan seksama lokasinya. Pastikan agar rumah pilihan Anda tidak terkendala banjir. Atau, lokasi tersebut tidak menyalahi rencana tata ruang wilayah (RTRW). Lokasi juga berkaitan dengan akses jalan, seperti kemudahan transportasi dari dan menuju perumahan. Selain itu, cek pasokan air bersih. Karena air adalah masalah vital dalam keberlangsungan rumah tangga.

Tips memilih rumah

Tips memilih rumah baru juga harus memahami pengembang perumahan tersebut. Reputasi pengembang adalah hal mutlak, namun pastikan juga mereka membangun dan menyerahkan produknya secara tepat waktu. Kelengkapan fasilitas perumahan juga penting dipertimbangkan. Misalnya, jaringan listrik, telepon, alat pemadam kebakaran, pengelolaan air limbah, teman bermain dan sebagainya. Tak ada salahnya, bila Anda menanyakan kepada pengembang jalinan kerjasama antarwarga. Karena, tinggal dalam perumahan baru biasanya Anda harus memulai menjalin relasi dari awal dengan para tetangga. Bila perumahan baru memiliki Rt/Rw akan mempermudah warga baru berkomunikasi.

Jenis kedua adalah rumah bekas. Rumah bekas belum tentu berkesan tidak menarik. Apabila terletak di lokasi yang prospektif dan memiliki kelengkapan fasilitas, rumah bekas menjadi magnet tersendiri. Kelebihan rumah bekas antara lain bangunan rumahnya sudah berdiri, sehingga Anda dapat melihat bentuk dan kualitas bangunan sesungguhnya. Selain itu, lingkungan sosial sudah terbentuk, seperti tetangga, sistem keamanan, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan fasilitas lainnya. Infrastruktur kawasan pun biasanya sudah tersedia, seperti jalan, taman, sambungan listrik, dan air.

Tips memilih rumah juga harus mempertimbangkan harga bangunan dan rumahnya dapat ditawar, apalagi jika pemilik lama sedang dalam keadaan membutuhkan uang. Bangunan juga dapat langsung ditempati pemilik baru setelah urusan jual-beli selesai. Namun, rumah bekas juga memiliki kekurangan, seperti tidak banyaknya pilihan tipe di dalam satu lokasi. Pemilik baru pun tidak mengetahui bahan dan kualitas bangunan. Ada kemungkinan, Anda sebagai pembeli akan mengeluarkan biaya untuk perbaikan dan perawatan di awal pembelian. Apabila bentuk bangunan tidak cocok, maka kemungkinan Anda harus melakukan renovasi total.

Untuk membuat gambaran yang lebih jelas, cobalah hitung kemampuan financial Anda, caranya adalah sebagai berikut:

1)       Hitung credit power-mu (kemampuan mencicil),

Sederhananya rumah itu akan dibeli lewat KPR, entah rumah baru dari developer ataupun rumah second.

Cicilan itu biasanya 1/3 gaji, walau ada beberapa Bank bisa mencapai 40 bahkan 50%.

Contoh hitungan dengan bunga 14% dan jangka 15 tahun maka kita bisa meminjam:

100 juta, cicilan 1.3juta/bulan, income 4 juta.

150 juta, cicilan 1.9juta/bulan, income 6 juta.

200 juta, cicilan 2.6juta/bulan, income 8 juta.

2)       Hitung buying power-mu (kemampuan membeli rumah).

Bank umumnya hanya akan mendanai 80% dari harga rumah, maka kita harus mencari 20% sisanya. Ambil contoh kasus diatas dimana buying power kita 150 juta. 150 juta adalah 80%-nya sehingga harga rumah maksimal yang bisa kita dapatkan adalah di kisaran 187.5 juta. Atau dengan DP sebesar 37.5juta. Yang perlu diperhatikan, buying power = DP + administrasi. Dalam kasus diatas. Maka first paymentnya adalah 37.5 juta + 10 juta (5% dari harga rumah biasanya untuk keperluan administrasi). Sehingga total dana yang harus disiapkan adalah 47.5 juta.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

  • 0 Comments

  • Fatal error: Call to undefined function the_ratings() in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/hooks.php on line 513