November 17 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Terapkan Petik-Olah-Jual Untuk Berbisnis

By admin - Thu Mar 29, 4:38 pm

Petik-olah-jual untuk berbisnis merupakan ide pertama yang harus diperhatikan. Petik-olah-jual untuk berbisnis memang merupakan konsep sederhana tetapi hasilnya tidak akan mengecewakan. Mari kita lihat saja orang-orang kaya dan sukses di Indonesia. Keluarga Bakrie, Tohir, Soeryadjaya, TP Rahmat, Arifin Panigoro, Low Tuck Kwong menjadi pebisnis-pebisnis besar, di antaranya, karena jasa tambang batubara, minyak bumi, dan perkebunan. Dengan kata lain, usahawan Indonesia menjadi besar, di antaranya, karena masih sangat mengandalkan sumber daya alam.

Sah-sah saja menjadi usahawan batubara dan minyak bumi sepanjang taat aturan dan bayar pajak. Gugatan yang patut diajukan di sini ialah belum semua pebisnis nasional berpikir jauh ke depan. Kelas sebagian pebisnis nasional masih ”petik-jual”, belum taraf, ”petik-olah-jual”. Minyak bumi, termasuk perusahaan milik negara, masih memompa minyak mentah dan sebagian dijual ke konsumen di luar negeri. Indonesia lalu membeli minyak yang sudah diolah di Singapura dengan harga jauh lebih mahal. Memang absurd negeri ini, membeli minyak yang sudah diolah dari negara yang tidak punya minyak mentah sama sekali, seperti Singapura.

Petik-olah-jual untuk berbisnis

Petik-olah-jual untuk berbisnis merupakan penyempurnaan dari metode “petik-jual” yang sudah sangat ketinggalan jaman. Yang menarik dilakukan dan itu justru mencerminkan tipikal negara maju adalah bagaimana ”memetik-mengolah-menjual”. Pemerintah semestinya mengambil inisiatif lebih taktis dan strategis untuk mematahkan gaya bisnis primitif ini. Eksportir lain, misalnya minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO), boleh mengekspor CPO dalam jumlah amat besar, tetapi ajak juga mereka mengolah CPO itu menjadi bahan olahan untuk ekspor dalam volume amat besar. Kalau bisa, sama banyaknya dengan nilai ekspor CPO. Kalau Indonesia sudah mampu melakukannya, sama dengan mempraktikkan lompatan jauh ke depan.

Tentu tidak hanya CPO, minyak mentah dan sejumlah komoditas lainnya yang patut disoroti. Masih banyak komoditas lain yang perlu mendapat perhatian, misalnya ekspor ikan, udang, karet, dan kakao yang tidak diolah. Kita terkesan tidak mau letih, tidak mau membiasakan diri untuk berpikir. Kita ekspor karet dan kakao, lalu menerima cokelat sangat enak, perangkat kosmetik, serta bahan dari karet, seperti tas, sepatu, dan alat-alat rumah tangga. Ayolah kita berpikir ke depan dengan mempraktikkan ”petik-olah-jual”.

Petik-olah-jual untuk berbisnis juga terjadi di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Perkembangan Luwu Timur yang telah berusia 8 tahun sangat di tunjang oleh berbagai sektor seperti Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian dalam arti luas. Secara demografi, 60 % penduduk Luwu Timur bermata pencaharian sebagai petani. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mencanangkan gerakan Tanam – Petik – Olah – Kemas – Jual sebagai salah satu inovasi dalam peningkatan nilai hasil produksi petni Luwu Timur.

Dalam meningkatkan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Luwu Timur, salah satu sektor yang akan di kembangkan adalah Parieisata. Tentunya pemanfaatan ini dapat juga meningkatkan sektor yang lain seperti akomodasi dan transportasi. Selaim itu, sektor lain seperti kuliner juga diharapkan akan menggeliat.

Pengembangan perindustrian lebih diarahkan pada capaian Agroindustri yang berdaya guna dan berhasil guna pada tahun 2015 mendatang, sesuai dengan Misi Kabupaten Luwu Timur yaitu " Keberlanjutan  Pemerintahan Pembangunan dan Pelayanan Publik di Kabupaten Luwu Timur menuju Kabupaten Agroindustri Tahun 2015 ",

Strategi pengembangan perindustrian sebagai berikut :

  1. Penciptaan iklim yang lebih kondusif bagi tumbuh kembangnya usaha-usaha yang mengolah hasil-hasil pertanian.
  2. Penyediaan informasi tentang potensi-potensi industri (agroindustri)
  3. Pengembangan regulasi di sektor perindustrian guna merangsang investasi.
  4. Meningkatkan nilai tambah sistem pertanian berkelanjutan di pedesaan melalui capaian agroindustri yang berdayaguna dan berasilguna pada tahun 2015 mendatang.

 

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS