November 14 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Taktik Untuk Memecah Pasar Dan Berhenti Meremehkan Pesaing

By admin - Thu Mar 29, 4:40 pm

Taktik untuk memecah pasar memang sangat dibutuhkan untuk meraup keuntungan yang maksimal. Taktik untuk memecah pasar membutuhkan kecerdasan tertentu. Karena hal ini sama saja dengan menyiasati kompetisi bisnis yang ketat. Contohnya adalah produsen mobil Toyota. Mereka sekian tahun silam melihat pasar Kijang di Indonesia amat besar. Bertahun-tahun, Kijang berlari tanpa rival berarti. Menariknya, Toyota tidak lengah dengan situasi ini. Kualitas Kijang terus dinaikkan, dengan perubahan minor secara berkelanjutan. Ini yang membuat Toyota Kijang sulit disaingi produsen lain. Sukses dengan Kijang, menginspirasi Toyota melihat sisi lain, yakni pasar satu kelas di bawah Kijang juga amat besar. Kalau digarap, itu akan menghasilkan perolehan yang dahsyat.

Lalu, diluncurkanlah produk baru bernama Avanza. Kualitas tetap terjaga, tetapi harga bersaing. Avanza segera merajai pasar di kelasnya. Hal mengesankan dan ini layak jadi kajian, tidak semua warga membeli Avanza karena harga lebih murah. Banyak yang membeli Avanza karena fisiknya lebih kecil dibandingkan dengan Kijang, irit, dan terkesan bersahaja. Strategi Toyota ini kerap disebut taktik memecah pasar untuk merengkuh pasar lebih luas; kelas bawah, kelas atas, dan kelas lebih atas lagi.

taktik untuk memecah pasar

Taktik untuk memecah pasar tidak hanya dilakukan oleh Toyota tetapi juga berbagai perusahaan besar dunia dan hal ini bisa Anda terapkan untuk bisnis Anda. Taktik memecah pasar ini kerap kali berkaitan pula dengan upaya meraih kinerja dan nama lebih baik. Adakalanya produsen memilih memecah pasar atas dan bawah sebab tidak ingin mendapat label sebagai perusahaan elite dengan harga barang yang mahal. Misalnya produsen jam Seiko. Merek ini sudah populer dengan mutu dan harga standar kelas menengah. Namun, untuk menjangkau pasar lebih luas, terutama kelas di bawah menengah, perusahaan tersebut memproduksi jam Lorus. Menariknya, baik Lorus maupun Seiko terpandang di kelasnya. Rupanya produsen Seiko dan Lorus mempunyai cita rasa tinggi di bidang strategi branding. Belajar dari aneka formula itu, para pebisnis di Tanah Air tidak perlu takut bersaing. Jika mutu terjaga,branding, rasanya tidak ada masalah masuk ke gelanggang yang sangat ramai dengan pebisnis.

Masih ingatkah Anda dengan Kodak? Kodak adalah perusahaan film dan kamera dari Amerika Serikat. Dulu, Kodak memodifikasi kamera film menjadi kamera digital. Untuk tahap pertama, Kodak memodifikasi kamera sesuai dengan keinginan konsumen. Kalau konsumen menyukai kamera Canon atau Nikon, kamera tersebut akan dimodifikasi menjadi kamera digital Canon dan kamera digital Nikon.

Taktik untuk memecah pasar juga sangat berkaitan dengan adanya pesaing. Anda tidak mungkin berbisnis tanpa adanya pesaing. Contohnya adalah Kodak. Awal tahun ini muncul kabar, Kodak yang menjadi pionir kamera dan cetak foto sejak berusia 133 tahun lalu resmi mengajukan permohonan perlindungan kepailitan. Dunia terperangah sebab Kodak adalah aset dan pelaku sejarah foto. Pujian terhadap Kodak pun tidak pernah surut. Foto yang dicetak Kodak selalu bertahan lama. Akan tetapi, perusahaan ini ternyata keasyikan bermain kualitas, lupa pada pemasaran, penjualan yang agresif, dan survei lapangan.

Tumbangnya Kodak dan sejumlah perusahaan kamera dari merek lain sungguh mengingatkan kita bahwa kelengahan adalah awal dari kejatuhan. Tidak mudah menjadi perusahaan nomor satu di dunia. Sebetulnya, kalau Kodak ingin bertahan, secara teori tidaklah sulit. Sebagai perusahaan raksasa, ia punya dana untuk riset, survei lapangan, pemasaran, penjualan, dan promosi. Dari beberapa faktor ini, pasti ada yang diabaikan Kodak. Intinya, jangan remehkan pesaing. Perlu rencana taktis, berani, dan cepat mengambil putusan. Cepat membaca situasi bisnis.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS