November 17 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Strategi Memulai Usaha Kecil

By admin - Mon Jun 25, 9:00 pm

Memulai usaha kecil tidak boleh disepelekan. Karena walaupun hanya skala kecil, memulai usaha kecil juga membutuhkan perencanaan yang matang. Mengapa sampai usaha kecilpun harus direncanakan dengan matang? Karena bisnis kecil bisa berkembang dengan cepat menjadi bisnis beromzet besar apabila Anda benar dalam pengelolaan dan perencaannya. Walaupun seseorang mempunyai modal yang cukup besar, tidak ada salahnya mencoba membuka usaha skala kecil dulu dan modal yang lain disimpan sebagai dana cadangan dan dikeluarkan jika ingin melakukan ekspansi dan melebarkan usaha.

Memulai usaha kecilBerikut ini adalah beberapa aspek yang harus Anda pahami sebelum terjun ke dalam bisnis:

  1. Paham bahwa bisnis dan karyawan mempunyai aspek yang berbeda, yaitu pada aspek tanggung jawab dan resiko.
  2. Seorang pebisnis atau pengusaha harus memahami beberapa aspek management, diantaranya marketing, operasional, financial dan juga SDM.
  3. Seorang pebisnis harus mempunyai jiwa risk taker, leadership, entrepreneurship dan criteria lain yang mesti dilatih dan juga dipahami.

Memulai usaha kecil juga harus memperhatikan tahapan perencanaan yang matang agar tidak terjadi kerugian yang maksimal. Secara garis besar, ada dua tahapan yang harus dilewati untuk mulai melangkah dalam dunia bisnis, yaitu tahap perencanaan dan tahap evaluasi. Masing-masing tahapan ini mempunyai peranan tersendiri yang harus Anda pelajari. Tahap pertama adalah tahap perencanaan.

Di dalam tahap perencaan ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu sebagai berikut:

  1. Cara memulai bisnis dari skala kecil. Di dalam tahap ini, Anda harus belajar tentang resiko bisnis. Anda harus mampu mengukur resiko bisnis. Misalnya Anda mempunyai modal awal sebesar Rp 50 juta. Dengan modal ini, Anda tidak harus menginvestasikan semuanya. Anda bisa menggunakan modal sebesar Rp 30 juta untuk usaha kecil. Sisanya adalah untuk dana cadangan. Ketika usaha Anda sudah berjalan lancar, Anda bisa meningkatkan jumlah modal sehingga usaha Anda juga mengalami peningkatan skala.
  2. Harus mampu memilih bidang bisnis yang sesuai dengan hobi Anda. Karena jika Anda beerja dengan gembira dan sepenuh hati, maka passion yang Anda miliki akan memberikan nilai tambah apabila terjadi hambatan usaha.
  3. Menentukan waktu definitive ketika Anda ingin focus pada usaha dan resign sebagai karywaran. Anda tidak boleh terburu-buru resign dari kantor jika bisnis Anda belum bisa menjanjikan.
  4. Mulai membangun network atau jejaring dengan lingkungan bisnis. Misalnya pengusaha, pemasok produk, komunitas bisnis, asosiasi bisnis, dan lain sebagainya.

Memulai usaha kecil juga membutuhkan tahap kedua, yaitu tahap evaluasi. Tahap evaluasi ini meliputi:

  1. Berhentilah sejenak apabila terjadi kerugian pada bisnis Anda. “Pemberhentian sejenak” inilah berfungsi untuk menganalisa penyebab terjadinya kerugian pada bisnis Anda. Setelah mendapatkan penyebab utamanya, Anda bisa mulai berbenah dan mengembalikan produktivitas usaha Anda.
  2. Mintalah pendapat atau saran dari rekan atau keluarga yang lebih berpengalaman. Mungkin ini bisa menjadi second opinion, tetapi bisa sangat membantu Anda.
  3. Bisnis kedua bisa dimulai pada saat Anda sudah mampu menyelesaikan masalah usaha yang pertama.

Pada saat Anda memutuskan untuk mengembangkan bisnis yang kedua, Anda juga harus menyisipkan perbedaan antara bisnis yang pertama dan bisnis yang kedua. Karena pada saat Anda memulai bisnis yang kedua, Anda sudah mempunyai pengalaman dan keterampilan bisnis yang lebih ciamik. Jadi, jangan sampai Anda terpuruk ketika mengalami kegagalan. Anda harus bangkit lagi dan memulai bisnis yang berikutnya.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS