November 14 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Strategi Keuangan dan Memilih KPR

By admin - Wed Apr 11, 4:40 pm

Strategi keuangan dan memilih KPR sangat penting agar di tengah jalan tidak mengalami kendala yang berarti. Strategi keuangan dan memilih KPR akan membantu Anda ketika Anda memiliki tabungan dan akan membeli sesuatu. Sebenarnya, terdapat 2 hal diantaranya:

  1. Asset. Ketika kita membeli asset, harganya jarang turun dan cukup stabil, bahkan harga asset cenderung naik seiring berjalannya waktu. Contoh : Tanah, Rumah, emas, dinnar, dll.
  2. Beban. Ketika kita membeli beban, semahal apapun harganya, seiring berjalannya waktu, harga dari beban terus menurun, bahkan biaya perawatannya memerlukan pengeluaran yang tidak sedikit. Contoh : Mobil , Motor, Laptop, HP, Gadget baru, dll.

Strategi keuangan dan memilih KPR

Namun Kenyataannya di masyarakat kita, justru orang yang memiliki BEBAN semakin banyaklah yang memiliki prestise cukup tinggi. Kebanyakan masyarakat yang sudah cukup memiliki tabungan di bank, mereka lebih memilih membeli mobil baru Honda Jazz atau membeli Motor Ninja 250R ketimbang membeli property. Menurut mereka, “lebih baik mengontrak rumah saja, yang penting Mobilnya baru.” Apakah ada yang salah? Tentu saja, karena kepemilikan BEBAN haruslah didasarkan pada FUNGSINYA, Bukan UPDATE TERBARU atau UPDATE TERMAHAL-nya dikarenakan nilainya terus menurun dari waktu ke waktu.

Strategi keuangan dan memilih KPR juga dibagi menjadi beberapa alternative jenis atau tipe rumah yang bisa Anda pilih, yaitu:

  1. Perumahan baru.
  2. Perumahan lama (Rumah Second).
  3. Apartemen.
  4. Rumah Kredit Macet.

Setiap orang memiliki pertimbangan yang berbeda beda. Beberapa pertimbangan ketika membeli rumah di perumahan Lama adalah kita harus memastikan bahwa tidak ada banjir, keamanan terjamin, dan pastikan bahwa rumah lama memiliki rangka besi. Terdapat Beberapa Jenis Sertifikat Tanah dalam kepemilikan rumah yang perlu Anda ketahui:

  1. SHM (Sertifikat Hak Milik) = Jenis hak ini adalah hak yang paling kuat, karena pemilik tanah memiliki hak penuh dan tanahnya bisa diwariskan.
  2. HGB (Hak Guna Bangunan) = Jenis hak ini hanya berlaku selama 20 tahun dan harus diperpanjang.
  3. Dan lain-lain.

Strategi keuangan dan memilih KPR juga menganjurkan Anda untuk melakukan Booking Fee ke developer ketika Anda sudah menemukan rumah yang cocok. Karena jaman sekarang orang mencari rumah seperti semut yang berebutan gula. Yang perlu Anda ketahui juga adalah ternyata masih terdapat biaya-biaya lain di Pihak Developer dan Bank diluar harga Rumah.

Beberapa Biaya dari pihak Developer dan dari Pihak Bank, diluar harga Rumah, diantaranya:

  1. Biaya-Biaya Developer: Notaris PPAT, Validasi, Tambahan biaya IMB, PPN 10%, BPHTB 5%. Perkiraan total biaya developer sekitar 25 juta sampai 30 juta Rupiah.
  2. Biaya Biaya KPR Bank: Taksasi / Penilaian Agunan , Biaya Administrasi, Notaris, Materai, Asuransi Jiwa dan Bangunan. Perkiraan Total biaya sekitar 4-5 juta Rupiah.

Beberapa Tips pengambilan KPR di Bank untuk perhitungan angsuran per bulan:

  1. Hindari Kredit Berkepanjangan. Karena semakin lama jangka waktu kredit di bank, maka bunganya semakin tinggi.
  2. Kredit satu per satu, Maksimum Kredit 40% dari Gaji bulanan.
  3. Tabungan di Bank, Minimum tersimpan 3-5 kali gaji bulanan.
  4. Salah satu Pertimbangan Terpenting mencari rumah, pertama adalah lokasi, Kedua adalah lokasi, ketiga adalah lokasi. Kemudian tidak ada kata RUGI ketika membeli Rumah atau Tanah, dikarenakan harganya terus meningkat. Mungkin inilah saatnya kita membuat strategi dan planning untuk masa depan, Jangan pernah membiarkan hidup mengalir begitu saja tanpa tujuan dan tanpa mimpi. Karena banyak orang yang sukses memulai kariernya dengan cara berani bermimpi besar.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS