December 13 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Seluk-Beluk Network Marketing

By admin - Mon Jun 04, 4:57 pm

Network marketing mulai marak berkembang di beberapa Negara yang mempunyai perekonomian lebih maju. Network marketing ini bisa menjadi lahan tambahan untuk mendapatkan income tambahan. Sadarkah Anda jika sekarang perilaku masyarakat semakin konsumtif? Walaupun mereka sudah mempunyai gaji yang tinggi, tetapi tetap merasa kurang. Hal ini dikarenakan mereka kurang bisa mengelola keuangan atau mereka masih membutuhkan bisnis tambahan untuk sumber pendapatan tambahan.

Network marketing

Tetapi sebaliknya, bagi masyarakat yang berada di Negara-negara dengan keadaan ekonomi memburuk, maka mereka cenderung akan mencari income tambahan. Secara global, masyarakat juga mulai khawatir akan semakin merosotnya ekonomi yang saat ini masih melanda Eropa dan Amerika. Tidak hanya di Eropa dan Amerika, tetapi di Indonesia pun secara tidak langsung juga akan mengalami dampak krisis tersebut. Adanya kekhawatiran tersebut mengakibatkan masyarakat mulai mengencangkan ikat pinggang dan mencoba mencari cara-cara untuk melakukan penghematan dan pekerjaan alternative, salah satunya adalah dengan industry network marketing.

Network marketing di Indonesia lebih dikenal dengan Multi Level Marketing atau MLM. MLM adalah sistem pemasaran produk yang paling efisien. Sistem MLM meniadakan jalur distribusi, biaya promosi, biaya pergudangan lokal dan biaya distribusi. Peranan promosi dan distribusi diambil alih oleh perusahaan MLM dan para membernya yang mengonsumsi produk yang dipasarkan. Oleh karena itu, wajar jika member MLM memperoleh bonus (fee) pemasaran dari produsen jika terjadi transaksi produk (ada omset). Jadi syarat ada tidaknya bonus sebenarnya seperti berjualan konvensional, “ada transaksi, penjual dapat untung (selisih harga konsumen dan harga perusahaan)”. Dengan demikian, selain PRODUK hanya sistem pembayaran bonus dan struktur jaringanlah yang mebedakan perusahaan MLM yang satu dengan perusahaan MLM yang lain.

MLM adalah bentuk penjualan langsung (direct selling) modern yang dapat dipadukan dengan CIT (Communication and Information Technology) dalam perekrutan member, transaksi produk dan promosi (penawaran dan periklanan) produk dan sistem pemasarannya. Jika ditinjau dari sisi member (sering disebut dengan distributor) bisnis MLM dapat dianggap berdiri sendiri karena adanya beberapa perbedaan mendasar antara bisnis retail dengan bisnis MLM. Perbedaan penting adalah pada cara pemasaran dan sistem distribusi produk serta pembagian keuntungannya. Pada sistem ritail, konsumen tidak pernah mendapatkan bonus (fee) atas jasa konsumsinya, sedang pada MLM, distributor dapat menjadi konsumen murni, maupun “penjual” yang dengan perkembangan omset dan jaringannya, berhak mendapatkan bonus dari perusahaan.

Network marketing atau MLM ini mempunyai cirri tersendiri terhadap harga produknya. HARGA suatu produk terdiri atas berbagai komponen biaya dan “keuntungan” produksi. Komponen biaya produksi terdiri atas biaya material (bahan) dan biaya pabrik (manufaktur). Komponen di luar biaya produksi tetapi menentukan harga adalah biaya promosi, biaya distribusi dan “keuntungan” pabrik.

Berikut adalah gambaran umum perbedaan komponen harga produk antara bisnis retail dengan bisnis MLM.

  1. Biaya distribusi dan promosi bisnis retail menjadi keuntungan perusahaan MLM dan fee (bonus-bonus) yang menjadi hak para member.
  2. Besarnya bonus bagi member tergantung konsep jaringan yang digunakan (tergantung marketing plan).
  3. Harga konsumen antara retail dan MLM seharusnya sama.
  4. Perusahaan MLM tidak harus memiliki pabrik, tetapi keterlibatan produsen sangat menentukan jaminan ketersediaan produk.
  5. Perusahaan MLM menjadi REGULATOR, dan para member menjadi EKSEKUTOR.

Jadi, siapkah Anda menjalankan bisnis ini?

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS