July 22 2014
  • 1
Jakarta, ID - 33 °CPartly Cloudy - Humidity: 59%
Advertisement

Self Publishing untuk Memasarkan Buku

By admin - Tue Jun 19, 4:54 pm

Self publishing untuk memasarkan buku sudah mulai mengemuka sekarang. Self publishing untuk memasarkan buku adalah bentuk pemasaran secara online. Tetapi yang perlu diingat adalah walaupun Anda memasarkannya melalui internet, tetapi model distribusi konvensional juga masih sangat perlu untuk dilakukan untuk sampai ke tangan pembeli. Hal ini akan membantu mendongkrak penjualan karena masyarakat kita masih belum terpapar budaya belanja online. Hal ini disebabkan oleh factor psikologis, yaitu ketidaksabaran, waktu dan biaya ekstra ongkos kirim.

Self publishing untuk memasarkan buku

Self publishing sering dikaitkan dengan penulis yang hanya ingin menerbitkan mimpinya dan tidak mempunyai target berapa yang harus terbaca atau laku terjual. Tetapi bisakah Anda bayangkan jika Anda mampu menuliskan tulisan, kemudian juga dibaca dan laku terjual, betapa bahagianya Anda? Pasti sangat bangga dan bahagia karena Anda pun mampu menginspirasi lebih banyak orang dan royalty yang Anda dapatkan juga tentu saja menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Karena menulis bukan hanya hobby, tetapi juga membagi kebahagiaan kepada orang lain dan juga menghasilkan pundi-pundi uang untuk kita.

Self publishing untuk memasarkan buku hasil karya Anda ini harus dimiliki dengan sama handalnya dengan kemampuan Anda menulis. Hal ini bisa diistilahkan dengan writepreneurs. Anda bisa menggunakan model ini di situs nulisbuku.com. Berikut adalah beberapa tips yang harus Anda terapkan untuk memasarkan buku dengan model self publishing. Tips pertama adalah hindari bertumpu pada promosi online. Karena kompetisi tidak hanya terjadi pada sesame penulis self publishing. Kebanyakan penerbit mainstream mempunyai situs yang memajang setiap produknya dan mereka juga gencar memberikan insentif bagi beberapa blog yang meresensi. Tidak masalah untuk memanfaatkan social media untuk memasarkan buku Anda, tetapi jangan jadikan social media sebagai satu-satunya jalan untuk berpromosi.

Tips kedua adalah dengan memanfaatkan komunitas spesifik Anda. Kebanyakan penulis indie ini berangkat dari blogger yang mempunyai komunitas, tentu saja. Ketika Anda mengunjungi halaman website, lihat pada bagian komen dan lihatlah email orang-orang yang memberikan komentar. Inventaris semua alamat email tersebut, kemudian buatlah satu file berisi attachments foto sampul buku, synopsis buku dan juga testimony pembaca yang mirip dnegan sales letter. Jangan lupa memberikan sentuhan pribadi, seperti tanda tangan dan seuntai kalimat bagi pembeli jadi.

Self publishing untuk memasarkan buku juga harus memperhatikan tips ketiga yaitu testimony tokoh. Para penulis pada umumya hanya meminta testimony dari sesame penulis. Karena testimony ini adalah “pengaruh”. Dan biasanya, ada beberapa penulis yang rotal sekali memberikan testimony oleh satu orang penulis yang sama. Lama-lama pembaca akan merasa ragu untuk membeli buku Anda karena testimony Anda diisi oleh penulis yang itu-itu saja dan cenderung “murah” dalam membeli testimony. Jangan lupa untuk memnafaatkan “testimony tidak tertulis”. Misalnya Anda bisa menghadiahkan buku Anda kepada salah seorang dosen Sastra. Setelah membaca buku Anda, jika beliau tertarik, maka beliau akan mereferensikan buku Anda kepada para mahasiswanya.

Tips keempat adalah berdayakan media local (radio dan koran). Saat ini, media konvensional seperti radio dan Koran masih sangat memegang peranan penting. Jangan pernah underestimate terhadap dua media konvensional ini. Tips kelima adalah dengan mendatangi sekolah atau kampus Anda. Anda bisa menyumbangkan satu jilid buku untuk perpustakaan sekolah atau kampus Anda. Dengan mengunjungi sekolah dan kampus, Anda juga bisa melakukan direct selling. Tips keenam adalah stok buku. Anda bisa membeli buku Anda sendiri dalam jumlah yang signifikan untuk stock. Karena terkadang masyarakat kita lebih merasa aman untuk membeli langsung kepada kita daripada membeli secara online. Tips ketujuh adalah kirimkan buku Anda ke editor atau kritikus nasional. Ini akan menghasilkan umpan balik yang di luar dugaan. Anda bisa memanfaatkan social media untuk berkenalan dengan nama-nama besar kritikus nasional dan kirimkan satu jilid buku Anda ketika Anda sudah merasa cukup dekat berkenalan. Semoga sukses dan terus berkarya!

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

Leave a Reply

Comments are closed on this post.

Advertisement