December 13 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Sejarah Reksadana di Indonesia

By admin - Fri Jun 15, 8:37 am

Reksadana di Indonesia keberadaannya sudah tidak asing lagi tentunya. Reksadana di Indonesia sudah menjadi instrument investasi pilihan bagi beberapa rumah tangga. Karena investasi ini mempunyai resiko yang relative rendah tetapi mempunyai keuntungan yang tinggi walaupun untuk mencapai keuntungan yang tinggi, diperlukan waktu yang cukup lama. Sejarah reksadana sebenarnya dimulai pada beberapa tahun yang lalu saat seorang pedagang Belanda pada tahun 1744, yang bernama Adriaan van Ketwich menciptakan program reksadana.

Reksadana di Indonesia

Program reksadana yang diciptakan ini biasa disebut dengan “Eendragt Maakt Magt” yang mempunyai makna “persatuan menciptakan kekuatan”. Kemudian pada tahun 1822, Raja Belanda, yaitu William I mendirikan sebuah perusahaan investasi. Pada saat itu, kemudian mulai bermunculan berbagai macam perusahaan reksadana yang lain di seluruh dunia, misalnya di Swiss pada tahun 1849 dan Skotlandia pada tahun 1880. Pada masa-masa tersebut, reksadana ini masih bersifat closed-end, yang artinya penerbit reksadana tidak mempunyai kewajiban untuk membeli kembali reksadana yang sudah dijualnya. Jadi, pembeli reksadana hanya bisa menjual reksadana yang dimilikinya kepada investor lain.

Reksadana di Indonesia pada awal kemunculannya di awali dengan pembangunan PT. Danareksa oleh Pemerintah pada tahun 1976. Pada waktu itu ada sertifikat dana reksa yang diterbitkan oleh PT. Danareksa. Kemudian pada tahun 1995, Pemerintah Indonesia juga mengeluarkan peraturan tentang pasar modal yang meliputi beberapa peraturan tentang reksadana yang tertuang dalam UU No. 8 tahun 1995 tentang pasar modal. Setelah terbentuknya UU tersebut, tercipta momentum kemunculan reksadana di Indonesia di Indonesia. Momentum kemunculan ini diawali oleh diterbitkannya reksadana tertutup oleh PT. BDN Reksa Dana.

Sebelum muncul di Indonesia, sebenarnya perusahaan reksadana pada tahun 1862 dan 1867 sudah muncul dan mengakar di Inggris dan Perancis dengan ditandai oleh adanya Joint Stock Companies Act. Dengan adanya Joint Stock Companies Act ini kemudian mengijinkan investor untuk mendapatkan bagian keuntungan perusahaan investasi dan juga resiko investasinya, yaitu hanya sebatas dana yang diinvestasikannya saja. Selanjutnya setelah dari Inggris dan Perancis, program reksadana ini kemudian pada tahun 1890 dibawa ke Amerika Serikat. Di Amerika Serikat, reksadana pertama yang diterbitkan adalah “The Boston Personal Property Trust”, yaitu pada tahun 1893. Pada saat itu masih belum muncul reksadana modern, karena reksadana yang digunakan masih konvensional dan sederhana.

Reksadana di Indonesia pada awal kemunculannya sudah merupakan reksadana modern yang diusung dari Amerika Serikat. Karena reksadana modern baru terbentuk pada tahun 1907 di Philadephia yang diterbitkan oleh Alexander Fund. Reksadana yang diterbitkan oleh Alexander Fund menjadi batu peletak dasar reksadana modern karena reksadana ini sudah dijual secara berkaladalam periode 6 bulanan. Hal penting lainnya yang mempengaruhi adalah investor bisa menjual kembali reksadananya kepada penerbit. Jika pada reksadana konvensional, investor hanya bisa menjual reksadananya kepada investor lain saja.

Reksadana yang diterbitkan oleh Alexander Fund tersebut kemudian dipopulerkan dan disempurnakan dengan terbitan Massachussetts Investors’ Trust di Boston. Penerbitan reksadana modern ini berlangsung pada tanggal 21 Maret 1924. Dan penerbitan ini dipelopori oleh 3 eksekutif di Boston dan hal ini mendapatkan sambutan yang sangat bagus dari masyarakat. Dalam masa perjalanan reksadana modern ini, dana kelolaannya tumbuh pesat, yaitu dari awalnya hanya $50.000 menjadi $392.000. Sebagai manajer investasi pencatat sejarah pada masa itu, sekarang juga masih berdiri, yaitu MFS Investment Management. 

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS