December 13 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Saham Reksadana “High Risk High Return”

By admin - Tue Jun 12, 5:08 pm

Saham reksadana merupakan salah satu jenis reksadana yang mempunyai tingkat keuntungan yang paling tinggi serta mempunyai resiko kerugian yang tinggi pula. Saham reksadana ini walaupun sangat beresiko tetapi sangat diminati oleh para pemain. Sebelum Anda mulai bermain dengan investasi jenis ini, sebaiknya Anda mampu mengidentifikasi kemampuan Anda dan juga financial Anda agar tidak terjadi kemungkinan terburuk, yaitu kerugian yang maksimal.

Saham reksadana

Anda harus mampu mengukur risk profile Anda sendiri. Karena risk profile masing-masing orang itu berbeda, ada yang berhati, moderat, tetapi ada juga yang agresif (berani). Jika dilihat dari segi umur, berikut adalah analisa risk profile pada beberapa tingkatan umur dan investasi yang cocok untuknya:

  • 35 tahun kebawah biasanya lebih agresif. Dan usia ini sangat cocok untuk bermain dalam saham.
  • 35-50 tahun. Pada usia ini biasanya lebih moderat dan untuk investasi yang cocok adalah reksadana.
  • 50 tahun ke atas biasanya lebih bersifat hati-hati dan lebih aman bermain di deposito.

Saham reksadana jika diurutkan berdasarkan tingkat resiko menduduki posisi sebagai berikut: deposito à reksadana à saham à derivative. Jadi, makin ke kanan, makin tinggi resikonya. Jadi, sebelum Anda memilih yang mana yang paling cocok untuk Anda, selalu ukur risk profile Anda, kemudian baru pilih produk investasinya. Karena di dalam investasi, Anda harus mempersiapkan diri untuk (kemungkinan) kehilangan uang atau rugi. Hal ini sama dengan berdagang, ada untung dan ada rugi. Dan pilihan Anda akan menentukan seberapa banyak nantinya Anda mampu mengantongi keuntungan dan juga sebaliknya, seberapa banyak Anda merugi.

Jika dilihat lebih lanjut, memilih reksadana sama halnya dengan memilih restoran. Yaitu, semakin Anda memilih restoran dengan koki yang pandai, tentu masakannya akan terasa sangat lezat. Sama halnya dengan reksadana, ketika Anda mendapatkan fund manager yang pandai, maka makin bagus dan maksimal return yang akan Anda dapatkan. Jika Anda ingin gambaran mana saja manajer investasi yang pilihan dan patut direkomendasikan, berikut adalah beberapa jenis manajer investasi yang masuk rating 20 besar versi sebuah majalah keuangan. Pemberian rating ini berdasarkan pada return terbaik menurut jenisnya masing-masing. Rating pertama diduduki oleh Panin kemudian Schroder untuk reksadana saham.

Saham reksadana sejatinya mempunyai cara mudah untuk melakukan transaksi atau melakukan pembelian, yaitu Anda harus melihat waktu yang tepat. Waktu yang sangat tepat untuk membeli reksadana saham adalah ketika pasar bursa sedang bullish (naik), dan hindari membeli pada saat bearish (turun).

Ada empat jenis penempatan reksadana secara umum, yaitu:

  1. Reksadana pasar uang. Yaitu dana ditempatkan oleh fund manager pada surat berharga jangka pendek, misalnya SBI atau deposito.
  2. Reksadana pendapatan tetap. Jenis ini ditempatkan di obligasi korporasi maupun surat utang Negara.
  3. Reksadana saham, yaitu di ekuitas.
  4. Reksadana campuran.

Reksadana saham memberikan return yang paling tinggi pada saat bursa saham sedang bullish. Walaupun memang resikonya juga tinggi. Jadi, untuk mengelola dana investasi Anda, jika Anda memilih reksadana saham, sebaiknya Anda memilih manajer investasi yang benar-benar kompeten agar Anda bisa menghindari resiko yang tinggi tetapi bisa mendapatkan return yang tinggi. Ketika Anda ingin berkecimpung di dunia reksadana saham ini, Anda harus memperhatikan karakter Anda apakah cocok atau tidak. Berikut adalah analisanya:

  • Trader, yaitu suka trading harian atau mingguan.
  • Speculator, yaitu suka mengambil posisi mingguan atau bulanan.
  • Investor, yaitu suka mengambil posisi bulanan atau tahunan.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS