December 13 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Saham di Indonesia

By admin - Tue Jun 12, 5:12 pm

Saham di Indonesia sudah tercatat mempunyai kinerja positif selama tahun 2011 lalu. Saham di Indonesia kinerja positifnya ditandai dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup naik sebesar 3,2%. Bahkan, posisi ini menunjukkan bahwa kinerja saham Indonesia sudah melampaui beberapa Negara tetangga, sebut saja China, Taiwan dan India. Kenaikan kinerja saham Indonesia ini dipicu oleh konsumsi domestic yang meningkat tinggi dan juga gejolak pasar dunia.

Saham di Indonesia

Sedangkan pada tahun 2012, kinerja saham di Indonesia juga masih tinggi, terutama saham unggulan (blue chips). Kondisi ini dipicu oleh penjualan otomotif yang kemudian didorong oleh menguatnya konsumsi domestic yang tinggi dan juga banyaknya fasilitas pembiayaan. Pada tahun 2012 ini diperkirakan kinerja saham di Indonesia akan stabil tinggi khususnya pada sector yang berhubungan dengan konsumsi.

Saham di Indonesia juga ditunjang oleh peringkat layak investasi (investment grade) yang diberikan oleh Moody’s. selain itu, terbitnya aturan tentang lahan membuat sejumlah proyek infrastruktur juga bisa berjalan dengan baik. Berikut ini adalah beberapa factor dari dalam dan luar negeri yang mempengaruhi pasar modal di Indonesia pada tahun 2012 ini. Untuk factor luar negeri, ada factor positif dan factor negative. Factor positifnya adalah:

§  Dukungan global terhadap perbaikan Eropa.

§  Ekonomi AS sedang dalam tahap pemulihan walaupun berjalan lamban.

§  Konsumsi energy masih tinggi.

§  Cadangan devisa China tinggi.

Untuk factor negative antara lain:

§  Belitan masalah di kawasan Eropa.

§  Proyeksi global yang lebih rendah.

§  Krisis Timur Tengah yang mengancam pasokan minyak mentah dunia.

§  Ekonomi di Negara berkembang akan semakin melambat.

§  Pemilu di Perancis, Yunani dan AS.

Selain itu, ada factor dalam negeri yang mempunyai dampak positif, yaitu:

§  Peringkat investment grade UU Pengadaan Lahan.

§  Konsumsi dalan negeri yang tetap utuh dibarengi dengan inflasi rendah.

§  Biaya pinjaman yang masih rendah.

§  Semakin meningkatnya angka penjualan mobil.

§  Permintaan komoditas terus bertambah.

Sedangkan untuk factor negatifya antara lain:

§  Harga gandum naik seiring dengan pengenaan bea tariff.

§  Pembatasan subsidi, mendorong kenaikan harga di dalam negeri.

§  Pertumbuhan belanja pemerintah rendah.

Saham di Indonesia dengan adanya peningkatan ini kemungkina besar akan membuat perekonomian Indonesia juga semakin meningkat. Ketika Anda berniat untuk bermain saham, sebaiknya mencermati dulu beberapa BUMN yang Go Public di BEI. BUMN yang Go Public ini ada beberapa macam, yaitu dari bidang farmasi, energy, industry logam, konstruksi, perbankan, pertambangan, semen, angkutan dan prasarana umum, dan telekomunikasi. Bagi Anda yang ingin bermain di saham tetapi hanya mempunyai modal terbatas, maka sebaiknya Anda memilih reksadana saham.

Reksadana merupakan bentuk investasi secara kolektif. Lalu apa perbedaan membeli reksadana saham dengan saham secara langsung? Jawabannya adalah membeli reksadana saham tentu lebih simple dan tidak ribet. Selain itu, membeli reksadana saham akan lebih memberikan peace of mind daripada jika kita membeli saham secara langsung. Hal ini dikarenakan Anda tidak akan disalurkan kepada 1 jenis saham saja tetapi bermacam-macam instrument (diversifikasi). Misalnya Telkom. Ketika misalnya saham Telkom turun, maka Anda tidak begitu saja panic karena dana Anda hanya sebagian saja yang ada di situ, sedangkan dana yang lain masuk ke Bank Mandiri atau Astra International yang justru semakin naik. Selain itu, jika dilihat dari segi biaya, reksadana juga tergolong lebih ringan karena sifatnya yang koletif, yaitu biaya transaksi saham tersebut ditanggung bersama-sama dengan para investor yang lain.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS