November 17 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Rotan yang Mendunia

By admin - Tue Dec 27, 3:40 pm

Rotan merupakan hasil kekayaan alam Indonesia. Rotan sangat terkenal di pasar Internasional karena keunikan dan ke-eksklusif-an yang dibawanya. Dengan harga jualnya yang tinggi produk berbahan alam ini justru menjadi identitas kelompok masyarakat tertentu di sejumlah Negara. Sementara itu, di dalam negeri, nasib produk rotan ini justru belum menjadi furnitur pilihan. Bahkan ada daerah yang mengklaim sebagai penghasil rotan alam terbesar di Indonesia dan dunia, tetapi kantor pemerintah dan fasilitas publiknya minim sekali menggunakan produk rotan. Kondisi itu tidak sejalan dengan posisi Indonesia yang dikenal dunia sebagai penghasil rotan alam dan budidaya terbesar di dunia.

Untuk itulah, perlu ditingkatkan upaya untuk membangun produk-produk rotan, termasuk furnitur, sebagai pilihan favorit masyarakat Indonesia. Tetapi dengan dilarangnya ekspor oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri Perdagangan yang efektif berlaku pada 1 Januari 2012, suplai bahan baku rotan di pasar internasional bisa berkurang. Indonesia adalah produsen lebih dari 80 persen. Namun yang jelas, Indonesia adalah produsen rotan terbesar di dunia. Dengan begitu industri rotan di dunia akan kehilangan bahan baku rotan. Karena seiring dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Perindustrian terkait roadmap pengembangan furnitur yang berbasis rotan, pemerintah sungguh menyadari bahwa daya saing kualitas hingga pemasaran rotan harus ditingkatkan.

Rotan mulai jarang ditemui sebagai bahan baku di pasar dunia. Oleh sebab itu, satu paket kebijakan yang terdiri dari lima peraturan tingkat menteri, yakni dari Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, dan Menteri Kehutanan, pun dikeluarkan. Ini karena pengembangan produk rotan tidak bisa ditopang oleh satu peraturan saja. Jadi, itu menjadi bagian dari pemahaman kita bahwa kita ingin mendapat nilai tambah dari sumber daya yang kita miliki. Kita jangan hanya menjual bahan mentah, jangan hanya menjual alam kita. Kita ingin nilai tambahnya, ada desain di dalamnya, ada perekayasaan, ada kreativitas yang bisa dikembangkan bersama-sama.

Seperti diberitakan, dengan melihat sejumlah aspek dalam sektor perindustrian, kehutanan, dan perdagangan, pemerintah menetapkan adanya lima peraturan terkait pelarangan ekspor bahan baku rotan. Paket kebijakan terdiri dari tiga peraturan Menteri Perdagangan, satu peraturan Menteri Perindustrian, dan satu peraturan Menteri Kehutanan. Hal ini dikeluarkan demi mengembangkan industri rotan dalam negeri. Tetapi keputusan tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk petani rotan. Karena dengan kebijakan ini para petani rotan merasa dirugikan walaupun sebenarnya kebijakan ini untuk kemaslahatan masyarakat kecil. Dengan dilarangnya ekspor rotan, maka masyarakat dituntut untuk mampu menciptakan kreasi rotan yang lebih bagus.

Rotan yang dilarang diekspor, disebut sebagai upaya untuk mematikan sumber mata pencaharian para buruh. Dalam dialog, para buruh menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap kelangsungan usaha ekspor rotan sebagai dampak dilarangnya ekspor. Mereka menyebut bahwa Pemerintah seharusnya bisa lebih adil. Usaha ekspor juga mempekerjakan karyawan yang jumlahnya banyak. Kalau ekspor dilarang, berarti pekerjaan lebih sedikit karena produksi rotan yang bisa diserap di industri dalam negeri, tidak banyak. Artinya mereka terancam kehilangan sumber pendapatan. Petani rotan pun akan ikut kehilangan sumber pendapatan.

Tetapi dengan pelarangan ini, Pemerintah berharap pembangunan sentra produksi ke depan tidak hanya difokuskan di Pulau Jawa, tetapi juga akan dikembangkan ke seluruh Indonesia. Tak kalah pentingnya, peningkatan usaha untuk terjadinya alih teknologi dari luar, yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas produk melalui pengembangan desain.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

  • Comments Off on Rotan yang Mendunia