November 17 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Rempah-Rempah Indonesia

By admin - Fri Mar 30, 4:51 pm

Rempah-rempah Indonesia telah lama dikenal yang terbaik di dunia sejak masa penjajahan kini justru menjadi salah satu importir produk hasil bumi itu. Rempah-rempah Indonesia mempunyai nilai ekspor yang masih cukup tinggi, namun, impor rempah Indonesia juga terus meningkat. Ekspor masih meningkat, tapi impor meningkat lebih besar, produk akhir dari rempah adalah obat-obatan herbal, jamu, produk makanan dan minuman, serta sedikit kosmetik.

rempah-rempah Indonesia

Berdasarkan data yang dimiliki Kementerian Perdagangan, ekspor rempah pada 2009 mencapai US$796 juta, kemudian meningkat pada 2010 menjadi US$1,165 miliar dan pada Januari-Agustus 2011 telah mencapai US$853 juta. Sampai akhir tahun ekspor diperkirakan akan naik tapi tidak akan terlalu besar sekitar US$1,2-1,3 miliar. Dari sisi impor, pada 2009 tercatat nilai impor rempah mencapai US$409 juta, melonjak menjadi US$539 juta pada 2010, dan pada Januari-Agustus sudah mencapai US$653 juta. Impor pada 2011 diperkirakan bisa mendekati US$750-800 juta.

Rempah-rempah Indonesia ada berbagai macam, yang pertama adalah merica atau lada. Lada termasuk tumbuhan merambat, buahnya bulat kecil seperti bola. Aromanya harum, rasanya pedas agak pahit. Kita mengenal dua jenis lada yaitu lada putih dan lada hitam. Sebenarnya keduanya sama saja. Hanya bedanya ada pada cara pengolahan buahnya. Lada hitam dari buah lada yang tua namun kulitnya belum berwarna merah. Sedangkan lada putih diambil dari buah yang sudah tua dan kulitnya berwarna merah. Setelah dibersihkan direndam dalam air yang mengalir selama beberapa hari. Kemudian kulitnya dikupas dengan jalan menginjak-injak lalu dijemur sampai kering. Lampung adalah penghasil lada hitam yang terbesar sedangkan lada putih banyak dihasilkan di daerah Bangka.

Rempah yang kedua adalah ketumbar. Bentuknya mirip lada namun kulitnya lebih kasar. Hampir semua masakan dari daerah Arab memakai ketumbar sebagai bumbum utama. Di Indonesia ketumbar untuk masak abon, opor, sayur gudeg dan lain sebagainya. Daunnya pun sering dipakai sebagai bahan penyedap. Minyaknya di ekstrak untuk ‘likeur’. Jenis yang tiga adalah kalabet. Bentuknya kecil keras, aromanya harum dan kuat. Biasanya dipakai untuk bahan penyedap masakan terutama untuk masakan dari Arab.

Rempah-rempah Indonesia yang keempat adalah jinten. Jinten biasanya tumbuh di daerah yang beriklim dingin atau di daerah pegunungan. Di Indonesia dan Malaysia tumbuhnya kurang baik namun sebaliknya di India utara dekat pegunungan Himalaya, jinten tumbuh subur. Bentuk jinten seperti gabah namun lebih halus. Jinten sering dicampur dengan ketumbar sebagai bahan penyedap masakan daging. Jenis yang kelima adalah kemiri. Biji kemiri yang berbentuk bulat, banyak mengandung minyak, berfungsi sebagai penambah rasa gurih dalam masakan. Kemiri juga bisa sebagai pengganti santan. Selain yang disebutkan di atas, masih banyak lagi jenis rempah Indonesia yang diminati pasar dunia.

Saat ini terdapat sekitar 1.100 jenis rempah yang tumbuh di Indonesia. Namun dari jumlah tersebut, Dewan Rempah baru dapat mendokumentasikan sebanyak 200 jenis. Walau terkenal sebagai produsen rempah dunia, pemerintah mengaku tidak ingin bernostalgia dengan masa lalu hanya dengan mengekspor dalam bentuk produk mentah. Pemerintah berkeinginan agar produsen rempah nasional juga bisa memberikan nilai tambah pada produknya serta fokus pada pasar domestik dan diversifikasi pasar luar negeri. Untuk itu, pemerintah menilai Indonesia seharusnya bisa memanfaatkan pangsa pasar rempah yang sangat besar tersebut. Industri tanah air membutuhkan produk, tetapi juga membutuhkan industri menengah untuk pengolahan rempah, sehingga pasar domestik dan ekspor akan sama-sama tergarap.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS