November 21 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Perluasan Usaha ke Luar Negeri

By admin - Tue Feb 21, 2:41 pm

Perluasan usaha ke luar Negeri memang terkadang menjadi target sebagian besar pengusaha. Perluasan usaha ke luar Negeri sejatinya sama dengan perluasan di dalam Negeri tetapi juga harus tetap dicermati perbedaan-perbedaan dan halangan-halangan yang akan menghadang. Perluasan ke luar Negeri bisa berupa mengekspor, lisensi, membuka cabang baru yang dimiliki penuh dan melakukan penggabungan usaha. Penggabungan usaha tersebut dapat berupa merger, konsolidasi maupun akuisisi.

Sampai saat ini, perusahaan-perusahaan Jepang merupakan perusahaan yang banyak melakukan ekspansi ke luar Negeri. Produk-produk Jepang dapat menyebar ke seluruh dunia karena adanya ekspansi ke luar Negeri tersebut. Perusahaan Jepang tidak hanya suka mengekspor produk-produk mereka tetapi juga melakukan akuisisi terhadap perusahaan di luar Negeri. Perusahaan Indonesia juga ada yang melakukan ekspansi ke luar Negeri, misalnya PT. Mustika Ratu yang memproduksi alat kosmetik.

 

Perluasan usaha

Perluasan usaha ke luar Negeri yang dilakukan perusahaan tentu mempunyai alasan-alasan tersendiri. Alasan pertama adalah memperluas basis konsumen. Perbedaan jumlah penduduk antar Negara tentu akan membedakan jumlah calon konsumen yang akan dibidik. Contoh Indonesia, dengan jumlah penduduk yang berlimpah, banyak perusahaan luar yang sangat tertarik untuk memasarkan produknya di Indonesia. Alasan kedua adalah meningkatkan peluang pertumbuhan penjualan yang membantu penyebaran fixed costs pada penjualan yang lebih besar. Perluasan ke luar Negeri baik itu berupa ekspor atau mengakuisisi perusahaan di luar Negeri diharapkan dapat meningkatkan penjualan. Dengan menyebarkan investasi ke luar Negeri juga dapat mengoptimalkan pemanfaatan fixed costs. Sehingga dapat meningkatkan perbandingan laba terhadap penjualan produk.

Alasan ketiga adalah dapat menurunkan biaya rata-rata dan meningkatkan laba. Alasan keempat adalah menambah produk dan jasa yang sebelumnya tidak ada atau belum terpenuhi oleh perusahaan di luar Negeri. Misalnya, batik Indonesia diekspor di Eropa, dan lain sebagainya. Alasan kelima adalah mengurangi fluktuasi penjualan dengan menjual produk ke Negara di belahan bumi lain. Keenam adalah adanya persaingan yang ketat di dalam Negeri dapat memicu perusahaan untuk mengalihkan sebagian penjualannya ke luar Negeri. Alasan ketujuh adalah untuk meningkatkan image atau citra perusahaan. Dengan menjadi perusahaan yang go International, tentu masyarakat akan memberikan apresiasi yang baik terhadap perusahaan tersebut.

Perluasan usaha ke luar Negeri mempunyai beberapa manfaat, yaitu:

  1. Meningkatkan pangsa pasar. Karena pasar domestic terlalu kecil untuk mendukung penggunaan fasilitas manufaktur. Contoh: pabrik elektronik atau kendaraan bermotor Jepang.
  2. Pengembalian investasi. Proyek investasi yang besar membutuhkan pasar global agar sesuai dengan pengeluaran modal. Contoh: pabrik pesawat Boeing dan Airbus.
  3. Mencapai skala ekonomis. Memperluas ukuran atau cakupan pasar membantu mencapai skala ekonomis dalam manufaktur, pemasaran, R&D atau distribusi. Dalam menyebarkan biaya ke basis penjualan yang lebih besar dan meningkatkan laba per unit.
  4. Pengembangkan keunggulan kompetitif dengan mendapat lokasi yang menguntungkan. Dengan lokasi yang menguntungkan dapat memungkinkan akses yang lebih baik ke bahan mentah, biaya pekerja yang lebih murah, pemasok kunci, pelanggan kunci, dan sumber daya alam.

Selain keuntungan, ada juga beberapa resiko atau hambatan yang harus Anda tanggung, yaitu:

  1. Perbedaan budaya.
  2. Adanya competitor lokal.
  3. Resiko kredit.
  4. Peraturan luar Negeri yang ketat.
  5. Fluktuasi tingkat pertukaran mata uang.
  6. Biaya tinggi.
  7. Resiko politik.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS