July 24 2014
  • 1
Jakarta, ID - 26 °CPartly Cloudy - Humidity: 85%
Advertisement

Perbedaan Wiraswasta dan Wirausaha

By admin - Wed Jun 06, 4:47 pm

Wiraswasta dan wirausaha seringkali disamakan. Wiraswasta dan wirausaha ini sangat berlawanan sebenarnya. Wiraswasta adalah orang yang dalam keadaan bagaimana daruratnya, tetap mampu berdiri atas kemampuan sendiri untuk menolong dirinya keluar dari kesulitan yang dihadapinya. Hal ini termasuk mengatasi kemiskinan tanpa bantuan instansi pemerintah atau instansi social. Serta dalam keadaan yang biasa atau keadaan tidak darurat, mereka bahkan mampu menjadikan dirinya maju, kaya, berhasil lahir dan batin.

Wiraswasta dan wirausaha

Berikut adalah beberapa macam wiraswasta dipandang dari sudut fungsinya, yaitu:

  1. Wiraswasta sebagai orang vak. “Captain of industry” yang berfungsi sebagai ahli teknik yang berprestasi, mengdakan penemuan ataupun peniruan dalam wujud mutu.
  2. Wiraswasta sebagai orang bisnis yang selalu mampu menganalisa selera masyarakat.
  3. Wiraswasta sebagai orang uang yang biasanya bergerak di pasaran uang dan modal.
  4. Wiraswasta sebagai social engineer yang mengikat pekerjaannya melalui berbagai karya social.
  5. Wiraswasta sebagai manajer yang memajukan usahanya dengan menggunakan pengetahuan-pengetahuan bisnis modern dan memperhitungkan efisiensi.

Wiraswasta dan wirausaha juga dibedakan berdasarkan pengertian dan pokok tugas masing-masing. Setelah tadi kita bahas tentang wiraswasta, sekarang mari kita perhatikan pengertian wirausaha. Menurut penelitian, keberhasilan seseorang 15% ditentukan oleh pendidikan formalnya dan sisanya (85%) ditentukan oleh sikap mental atau kepribadiannya. Wirausaha dari kata entrepreneur (bahasa Perancis) yang artinya between taker atau go-between yang artinya perantara kemudian dalam abad pertengahan berarti seorang aktor atau orang yang bertanggung jawab dalam proyek produksi besar.

Definisi yang lebih luas, wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut. Disini seorang entrepreneur tidak selalu pedagang (businessman) atau seorang manager, ia adalah orang yang unik yang pembawaannya pengambil resiko dan yang memperkenalkan produk-produk innovative dan teknologi baru kedalam perekonomian. Rirausaha dibedakan menjadi tiga macam berdasarkan tipe perilakunya, yaitu:

  1. Wirausaha yang memiliki inisiatif.
  2. Wirausaha yang mengorganisir mekanisme social dan ekonomi untuk menghasilkan sesuatu.
  3. Yang menerima resiko atau kegagalan.

Wiraswasta dan wirausaha tidak selalu berkaitan dengan satu orang individu tetapi juga bisa beberapa individu yang melebur menjadi satu kekuatan. Hal ini bisa disebut sebagai tim wirausaha. Tim wirausaha adalah dua orang atau lebih yang bekerja sama melaksanakan fungsi dalam kapasitasnya sebagai wirausaha. Misalnya seorang ahli manufaktur digabungkan dengan seorang ahli pemasaran. Jenis wirausaha yang mempunyai tingkat kebebasan tinggi adalah sebagai berikut:

  1. Solo independent entrepreneur.
  2. Partnership.
  3. Management team.
  4. Group of independent firms.
  5. Distributors.
  6. Joint venture entrepreneur.
  7. Franchise entrepreneurs.
  8. Acquired entrepreneurs.
  9. Conglomerate entrepreneurs.
  10. Division manager (Large corporation).
  11. Profit center manager (large corporation).
  12. Cost center manager (large corporation).
  13. Large Corporation Manager.

Selain yang mempunyai tingkat kebebasan tinggi, berikut ada beberapa jenis wirausaha yang mempunyai tingkat kebebasan rendah. Sedangkan untuk profil wirausaha, dibagi menjadi 3 macam, yaitu:

  1. Women Entrepreneur. Wanita yang bekerja dalam usaha bisnis, ingin memper-lihatkan  kemampuan presta-sainya,ingin membantu rumah tangga, frustasi pada pekerjaan yang dulu.
  2. Minority Entrepreneur. Kaum minoritas kurang memi-liki kesempatan kerja di lapangan pemerintah oleh sebab itu kemudian usaha dalam bisnis. Begitu juga para perantau.
  3. Immigrant Entrepreneurs. Kaum pendatang sulit memperoleh pekerjaan formal, maka mereka terjun keperkerjaan bersifat non formal, mulai berdagang.
  4. Part Time Entrepreneurs. Usaha ini biasanya untuk mengisi waktu lowong, biasanya berupa hobi, kemudian beralih ke usaha bisnis.
  5. Home Based Entrepreneurs. Ibu-ibu yang pandai memasak, kue mulai menitipkan ba-rangnya kemudian berusaha dalam bidang catering.
  6. Family – Owned Busines. Usaha dimulai lebih dulu oleh bapak, kemudian cabang dike-lola oleh ibu kemudian anak.
  7. Copreneurs. Orang-orang yang ahli dibidang tertentu diangkat menjadi penanggung jawab divisi-divisi bisnis yang sudah ada.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

Leave a Reply

Comments are closed on this post.

Advertisement