December 13 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Pentingnya Info Reksadana

By admin - Fri Jun 15, 8:55 am

Info reksadana sangat bermanfaat untuk Anda sebagai pemain untuk memantau jalannya investasi Anda. Info reksadana ini sangat berpengaruh pada pola pengelolaan dana maupun modal Anda. Di dalam pengertian reksadana, ada tiga unsure penting yang harus Anda ketahui, yaitu:

  1. Adanya kumpulan dana masyarakat, baik institusi maupun individu.
  2. Investasi bersama dalam bentuk suatu portofolio efek yang telah terdiversifikasi.
  3. Manajer investasi dipercaya sebagai pengelola dana milik masyarakat investor.

info reksadana

Manajemen investasi di dalam reksadana bertugas mengelola dana-dana yang ditempatkan pada beberapa instrument dan kemudian merealisasikan keuntungan maupun kerugian serta menerima deviden atau bunga yang dibukukannya ke dalam Nilai Aktiva Bersih (NAB) sebuah reksadana. Kekayaan reksadana atau dana investasi yang Anda “titipkan” ke tangan manajer investasi ini wajib disimpan pada bank custodian yang tidak terafiliasi dengan manajer investasi. Jadi, bank custodian ini yang akan bertindak sebagai tempat penitipan kolektif dan administrator.

Info reksadana juga meliputi karakteristik yang dimilikinya. Karakteristik reksadana digolongkan sebagai berikut. Karakteristik pertama adalah reksadana terbuka. Reksadana ini bisa dijual kembali kepada perusahaan manajemen investasi yang menerbitkannya dan tanpa melalui mekanisme perdagangan di Bursa Efek. Sedangkan untuk harga jualnya bisanya sama dengan Nilai Aktiva Bersihnya. Yang marak beredar di dunia adalah jenis reksadana terbuka ini. Karakteristik kedua adalah reksadana tertutup. Jenis reksadana ini biasanya dianggap konvesional. Karena reksadana ini tidak dapat dijual kembali kepada perusahaan manajemen investasi yang menerbitkannya. Unit penyertaan reksadana tertutup ini hanya bisa dijual kembali kepada investor lain dan harus melalui mekanisme perdagangan di Bursa Efek. Untuk harga jualnya fleksibel, bisa di atas maupun di bawah Nilai Aktiva Bersihnya.

Jika selama ini Anda hanya mengetahui seluk-beluk teori dan keuntungan yang dijanjikan pada reksadana, maka sudah sewajarnya jika Anda juga harus mengetahui tentang resiko yang mungkin bisa Anda hadapi. Resiko reksadana yang pertama adalah resiko menurunnya NAB (Nilai Aktiva Bersih) Unit Penyertaan. Bisanya, penurunan nilai ini disebabkan oleh harga pasar dari instrument investasi yang dimasukkan dalam portofolio reksadana mengalami penurunan dari awal pembelian. Dan penurunan ini bisa disebabkan oleh terjadinya kinerja emiten yang memburuk, kinerja bursa saham yang memburuk, situasi ekonomi dan poitik yang tidak menentu, dan lain sebagainya.

Info reksadana juga harus menampilkan resiko kedua, yaitu resiko likuiditas. Potensi ini bisa terjadi ketika manajer investasi mengalami rush (penarikan dana secara besar-besaran) atas Unit Penyertaan reksadana. Hal ini juga bisa terjadi atas dorongan dari factor luar yang mempengarui investor reksadana untuk melakukan penjualan kembali Unit Penyertaan reksadana itu. Resiko ketiga adalah resiko pasar. Resiko pasar adalah situasi ketika harga instrument investasi mengalami penrunan yang penyebabnya adalah menurunnya kinerja pasar saham maupun pasar obligasi secara drastic.

Resiko keempat adalah resiko default. Resiko default ini terjadi ketika pihak manajer investasi tersebut membeli obligasi milik emiten yang mengalami kesulitan keuangan. Padahal sebelumnya kinerja keuangan perusahaan tersebut masih baik-baik saja. Hal ini kemudian mengakibatkan pihak emiten terpaksa tidak membayar kewajibannya. Jika Anda sudah mengetahui segala kemungkinan resiko, maka sebaiknya Anda juga harus selalu berhati-hati dalam melangkah. Terlebih jika Anda adalah pemain pemula, Anda harus teliti dalam memutuskan transaksi yang akan Anda lakukan. Sehingga return yang Anda dapatkan maksimal dan resiko bisa ditekan.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS