December 13 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Pengaruh NAB Reksa Dana Pada Nilai Return Anda

By admin - Tue Jun 12, 5:19 pm

NAB reksa dana tentu sudah familiar di telinga para pemain reksadana. NAB reksa dana bisa mempertimbangkan nilai NAB ini sebelum memutuskan akan membeli atau menjual reksadana miliknya. Kemudian terkadang ada pertanyaan tentang jangka waktu investasi. Misalnya Anda menginvestasikan uang Rp 500.000 per bulan, lalu sang manajer investasi menahan uang Anda selama 1 tahun, apakah kemudian uang investasi Anda pada bulan ke-13 masa investasi tersebut bisa didapatkan seluruhnya?

NAB reksa dana

Perlu Anda ketahui jika return yang akan Anda dapatkan itu tidak terpengaruh oleh berapa lama jangka waktu Anda dalam berinvestasi, tetapi berapa kali dalam jangka waktu tersebut Anda melakukan transaksi. Misalnya jika investasi dilakukan rutin per bulan (jadi bukan hanya sekali investasi), maka investasi Anda yang berumur 1 tahun tersebut hanya yang diinvestasikan pertama kali. Jika ditilik pada kasus diatas MI menahan uang yang sebelum 1 tahun dan memang dapat diambil sebelum 1 tahun dengan syarat dikenakan finalty(denda). Maka jika rutin 500rb perbulan, dan misalnya dengan 500rb bisa membeli 10 Unit Penyertaan, maka dalam waktu 1 tahun bisa punya 10X12=120 ketika bulan 13, jika ingin diambil akan dihitung berdasarkan UP yang dibeli, karena yang berumur 1 tahun hanya yang bulan pertama investasi saja (10 UP), maka jika ingin diambil semua yang 110 UP nya akan kena penalty karena belum terhitung 1 tahun.

NAB reksa dana juga tetap berpengaruh pada keuntungan diversifikasi. Misalnya jika Anda menginvestasikan uang sejumlah Rp 500.000.000 di reksadana dan kemudian mempunyai beberapa jenis saham, salah satunya adalah saham ABC. Kemudian pada hari berikutnya, nilai saham dari perusahaan ABC turun sebanyak 25%. Karena di dalam reksadana, diversifikasi ini bernilai 1%, maka Anda hanya akan kalah senilai 50.000 saja. Berbeda jika Anda menanam saham secara langsung, maka Anda akan mengalami kerugian sebesar 25% dari dana awal Anda, jadi uang Anda tinggal Rp 3.750.000.

Jadi, yang berpengaruh terhadap nilai investasi atau return Anda adalah nilai NAB/UP. Misalnya pada bulan Januari Anda berinvestasi sebesar Rp 10 juta pada reksadana yang mempunyai NAB/UP sebesar Rp 10.000. Maka, jumlah UP reksadana yang Anda punyai adalah 1.000 unit. Kemudian pada bulan maret, kebanyakan harga saham mengalami penurunan. Hal ini juga membuat nilai NAB/UP turun menjadi Rp 9.000 dan Anda masih mempunyai 1.000 unit walaupun dengan total nilai investasi Anda yang berkurang, yaitu menjadi senilai Rp 9 juta. Selanjutnya pada bulan Juni, ada peningkatan terhadap nilai NAB/UP ke angka Rp 11.000. berarti nilai investasi Anda di bulan ini juga mengalami peningkatan. Jumlah UP yang Anda miliki tetap sebesar 1.000 unit tetapi mempunyai nilai investasi sebesar Rp 11 juta.

NAB reksa dana akan sangat membantu Anda dalam menyiapkan keuangan Anda di masa depan. Misalnya Anda pada usia 10 tahun mendapatkan warisan dari orang tua sebesar Rp 5 juta, maka sebaiknya Anda memanfaatkannya untuk berinvestasi, jangan hanya ditabung di bank. Karena jika Anda menginvestasikannya dengan return sebesar 20% per tahun, maka pada beberapa tahun mendapatng ketika Anda sudah benar-benar membutuhkan uang tersebut, uang tersebut akan berlipat jumlahnya.

Jika dihitung dengan nilai return sebanyak 20% per tahun, maka ketika Anda pada usia 18 tahun dan sudah lulus SLTA, investasi Anda sudah mencapai Rp 21,5 juta. Sebaliknya, jika Anda menunggu uang tersebut sampai Anda lulus Universitas, maka investasi Anda akan bernilai Rp 64,2 juta. Benar-benar mengagumkan dan dengan uang investasi sebesar itu, Anda bisa mempunyai masa depan gemilang. 

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS