November 14 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Pemahaman Dasar Membuka Rumah Makan

By admin - Tue Apr 17, 3:47 pm

Pemahaman dasar dalam membuka rumah makan harus diketahui sedini mungkin dan selengkap mungkin. Pemahaman dasar inilah yang nantinya akan membantu Anda tahan banting tetapi tetap peka pada keadaan sekitar, yang tentu saja untuk kemajuan usaha Anda. Industri makanan dan minuman atau restoran adalah sebuah industri yang luar biasa dan hampir tidak pernah mati. Industri yang penuh potensi, prospek, berkembang dengan sangat cepat, dan merupakan bisnis pembawa kesuksesan bahkan kemakmuran (tentu saja, jika direncanakan, dikelola dan dioperasikan dengan baik).

Pemahaman dasar

Bagaimanapun juga, sangat sedikit bisnis restoran yang akhirnya sukses. Kebanyakan bisnis restoran gagal pada tahun pertama operasionalnya. Lebih dari 25-33% dari industri restoran menutup usahanya dan mendeklarasikan kebangrutannya dibawah 12 bulan sejak operasional pertamanya. Tentu saja ini sangat membuat para pebisnis makanan bertanya-tanya mengapa ini terjadi dan apa yang bisa kita lakukan untuk lebih mengerti resiko, tantangan, sebab, realitas dan detail-detail yang rumit tentang membuka, menjalankan, dan sampai pada akhirnya mendapatkan restaurant yang sukses.

Pemahaman dasar dari setiap aspek dari bisnis dan operasional, kepuasan pelanggan, hubungan profit and lost, ukuran sistem kendali, standarisasi dan kebanggaan dari pemilik semuanya harus terlihat, sebagaimana kegigihan, ketangguhan, perhatian yang teliti akan detail dan setiap keputusan bahkan pada hal yang kecil sekalipun. Beberapa dari aspek ini mencakup Manajemen Bisnis Umum (General Business Management), Administrasi, Organisasi, Pengawasan (Supervising), Pengendalian (Controlling), Prosedur Akuntansi, Pricing, Promosi, Kontrak dan Proteksi dan Asuransi, Regulasi Perpajakan dimana bisnis tersebut berada dan berfungsi.

Ada beberapa pemahaman dasar, mengapa bisnis restoran biasanya gagal. Dibawah ini hanyalah sebagian kecilnya:

  1. Ketidakmampuan beradaptasi terhadap perubahan dan mengoptimalkan peluang serta persaingan.
  2. Kurangnya pengalaman.
  3. Kurangnya pengetahuan akan bisnis makanan dan manajemen operasional.
  4. Kurangnya pemahaman akan diri sendiri dan dan orang lain, kesulitan-kesulitan hubungan kerja, jiwa kepemimpinan dan kemampuan interpersonal yang sangat diperlukan dalam pekerjaan.

Pemahaman dasar bisnis restoran selalu berubah, kompleks dan bukan tidak mungkin bisa “memakan” dan/ mengalahkan banyak pendatang baru yang tidak siap secara tak terduga. Banyak perusahaan makanan pendatang baru yang mencoba bergelut di bidang ini gagal dalam tahun pertamanya. Mendirikan sebuah bisnis restoran dan menjalankannya, membuka pintunya setiap pagi dan menjaganya agar tetap terbuka sepanjang tahun, sampai sukses membutuhkan usaha yang tidak sedikit. Apakah “Full Service” atau “Self Service” ataupun kombinasinya. Drive-thruWalk-upatau Drive-inTable-service, Kombinasi dengan Service-Counter, tipe pelayanan di meja dan Buffet Service juga tersedia. Apa yang ada di menu atau logo di piring saji akan memberikan karakter dan menjelaskan sebuah restoran dengan sangat jelas.

Pertimbangkanlah secara matang sumber dan menspesifikasikan dengan lebih detail dari berbagai aspek perjanjian tsb dan pengaruhnya, implikasiny serta konsekuensinya akan sangat berpengaruh terhadap bisnis Anda. Apakah ini untuk jangka pendek, menengah atau panjang dan darimana uang itu berasal, pada kisaran ‘rate’/harga berapa? Pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu Anda mengklarifikasi dan membawa kedepan semua hal-hal penting yang berkaitan dengan sumber dana. Sumber pendanaan bisa termasuk: diri sendiri, keluarga, teman, rekan bisnis, dealer atau pabrik peralatan, organisasi bisnis. Jenis yang berbeda-beda juga tersedia untuk pengadaan dana. Bisnis restoran yang berbentuk dan berstruktur ‘PT’ akan membuat lebih mudah untuk mengamankan modal usaha Anda. Semoga bermanfaat.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS