December 11 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Pasar Manggis: Dari Sukabumi Sampai Hongkong

By admin - Fri Mar 30, 4:46 pm

Pasar manggis di Sukabumi bisa meluaskan pasarnya ke Hongkong. Percayakah Anda? dan bagaimana usaha untuk membuat hal itu juga bisa Anda lakukan? Pasar manggis atau yang sering disebut sebagai sentra perkebunan manggis di Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, saat ini mulai memasuki pasar ekspor. Pada masa panen, puluhan ton buah manggis dipanen setiap harinya. Para petani manggis di kawasan ini membentuk organisasi  Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karya Tani yang mengatur distribusi buah manggis dari pasar lokal hingga ekspor. Mereka bersatu untuk meningkatkan kualitas petani, mulai dari penanaman hingga pemasaran.

pasar manggis

Organisasi petani ini sejak 1990 telah bekerjasama dengan empat perusahaan di Jakarta untuk memasarkan manggis hingga ke luar negeri, seperti Hong Kong, Taiwan, China, dan Singapura. Buah yang diekspor adalah buah dengan kualitas terbaik. Sedangkan buah dengan kualitas di bawahnya dipasarkan ke berbagai daerah di Pulau Jawa.

Pasar manggis di Cirebon pada musim panen, biasanya perusahaan pengekspor manggis sudah mulai berani menitipkan dana kepada para pengepul, yang berfungsi sebagai uang muka agar manggis hasil panen tidak dijual ke pedagang lain. Manggis dengan kualitas terbaik untuk ekspor dihargai Rp11.000 per kilogram. Sedangkan untuk pasar dalam negeri hanya Rp3.500 hingga Rp5.000 per kilogram. Tergantung kualitas. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Sukabumi, produksi manggis cenderung meningkat dalam periode 2008-2010. Pada 2008, produksinya sebesar 594 ton. Pada 2010, jumlah itu melonjak jadi 1.706 ton. Produksi terbanyak di kabupaten ini pada 2010 berasal dari Kecamatan Cikembar, yaitu 1.496 ton.

Masa paling produktif pohon manggis adalah saat berusia 20 hingga 30 tahun. Sebagian besar pohon yang ada di wilayah ini berusia 20 tahun. Jadi kuantitas buah yang dihasilkan pun banyak. Secara kualitas juga sedang bagus. Masa panen manggis dalam satu tahun terbagi dalam tiga tahap, dalam rentang waktu empat hingga lima bulan. Musim panen tahap pertama usai pada akhir Desember lalu. Sedangkan masa panen tahap kedua diperkirakan terjadi pada akhir Februari.

Pasar manggis dunia sebenarnya masih cukup berpotensi untuk didalami. Terutama Taiwan, Hongkong dan Jepang. Selain Negara-negara tersebut, pasar-pasar yang juga potensial untuk pasar manggis Indonesia adalah China, Timur Tengah serta Australia. Diantara Negara-negara tersebut, penyerap terbesar ekspor manggis dari Indonesia adalah China. Terlebih setelah ada Asean-China Free Trade Agreement (AC-FTA), pasar China semakin terbuka. Lagipula China juga sudah mengetahui produk Indonesia seperti apa.

Pohon Manggis atau Garcinia mangostana adalah sejenis pohon hijau abadi yang diyakini berasal dari Indonesia. Buahnya, manggis berwarna merah keunguan ketika matang, meskipun ada pula varian yang kulitnya berwarna merah maroon. Buah manggis di luar negeri dikenal sebagai buah yang memiliki kadar antioksidan tertinggi di dunia, karena buah tersebut mengandung xanthone yang mempunyai aktivitas antiinflamasi dan antioksidan. Cangkang manggis juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetik dan vitamin serta bahan pewarna makanan. Untuk bahan dasar pewarna pada makanan ternyata cukup baik menggunakan kulit manggis karena tidak mengandung racun, seperti halnya yang biasa ditimbulkan bahan pewarna sintetis. Pada perdagangan buah manggis dikenal sebagai ratu buah, sebagai pasangan buah durian, si raja buah. Kalau berbicara buah manggis, ada kata pepatah ‘tebak-tebak buah mangis’ yang artinya menebak sesuatu yang mudah ditebak, karena manggis pada ujung tangkainya terdapat tanda berbentuk daun yang melingkar dan jumlahnya merupakan jumlah buah yang ada didalamnya.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS