June 23 2017
  • 1

Warning: fread(): Length parameter must be greater than 0 in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 311

Warning: fopen(): Filename cannot be empty in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 298

Warning: fwrite() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 299

Warning: fclose() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 300
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Para Pengusaha Muda di Indonesia

By admin1 - Fri Jan 13, 2:18 pm

  • Comments Off on Para Pengusaha Muda di Indonesia
  • 3939 views
  • Email
  • Print

Para pengusaha muda di Indonesia ada banyak sekali yang mengawali karir usahanya dari nol. Para pengusaha muda di Indonesia ada yang mempunyai omzet sampai Rp 1.000.000.000 per bulan dan bahkan lebih. Mari kita kenali para pengusaha muda ini dengan lebih dekat agar kita juga bisa mengambil hal positif dari pengalaman-pengalamannya untuk kemudian dijadikan penyemangat bagi Anda.

Kita awali dengan Hendy Setiono. Mungkin nama ini sangat asing di telinga Anda. Tapi bagaimana jika saya bertanya, apakah Anda mengetahui Kebab Turki Baba Rafi? Ya, pasti sebagian besar atau semua masyarakat tahu bahkan menjadi langganan makanan ini. Dan anak muda ini ternyata adalah Presiden Direktur Kebab Turki Baba Rafi Surabaya yang beromzet Rp 1.000.000.000 per bulan. Kebab Baba Rafi berdiri sejak September 2003 dan hingga kini telah mempunyai 100 outlet di 16 kota yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan bisnis kebabnya ini, Hendy Setiono dinobatkan oleh majalah Tempo edisi akhir 2006 sebagai slah satu dari 10 tokoh pilihan yang dinilai mengubah Indonesia. Tentu hal ini sunnguh mencengangkan mengingat usianya masih 25 tahun.

Para pengusaha muda di Indonesia, salah satunya Hendy Setiono, memang sangat membanggakan. Hendy Setiono mulai mendapatkan ide pada saat ia mengunjungi ayahnya yang bertugas di perusahaan minyak di Qatar. Ia mengamati kedai kebab banyak dikunjungi warga setempat. Karena penasaran, Hendy lantas mencoba makanan tersebut dan ternyata rasanya sangat enak sampai terbersit untuk membuka kedai serupa di Indonesia. Alasannya sederhana, yaitu karena di Indonesia belum banyak usaha semacam itu. Sekembalinya di Surabaya, ia langsung menyusun strategi bisnis. Langkah pertama yang dilakukan adalah mencari partner yaitu Hasan Baraja, seorang kawan yang hobi kuliner.

Pada September 2003, gerobak jualan kebab pertamanya mulai beroperasi. Tepatnya di salah satu pojok jalan Nginden Semolo yang berdekatan dengan area kampus dan tempat tingggalnya. Hendy mengaku lebih memilih gerobak karena gerobak lebih mudah dibuat daripada kedai permanen. Selain itu gerobak juga lebih fleksibel, modalnya sedikit dan bisa berpindah-pindah lokasi. Tentang nama Baba Rafi sendiri terinspirasi dari nama anak pertamanya, Rafi Darmawan. Jadi, Baba Rafi artinya Bapaknya Rafi.

 

Para pengusaha muda di Indonesia berikutnya adalah Elang Gumilang. Di tengah kesibukannya berkutat dengan diktat kuliah, Elang Gumilang yang saat itu masih berusia 23 tahun bahkan sudah mempunyai beberapa jenis bidang usaha. Penghasilannya pun tidak main-main, yaitu Sembilan digit. Jalan yang ditempuh Elang ini tidak mudah. Sejak SMA, dia sudah berjualan donat dan roti di sekolah. Perasaan malu dan lelah ditepisnya untuk mendapatkan uang. Perlahan tapi pasti, uang itu dia kumpulkan untuk membiayainya masuk Fakultas Ekonomi Institut Pertanian Bogor. Di kampus pun Elang cukup aktif mengikuti berbagai lomba dan kegiatan dan prestasinya pun cukup banyak. Pada tahun 2003, dia menjuarai Java Economics FEM IPB dan berhasil mengumpulkan uang Rp 10 juta. Uang tersebut dijadikan modal usaha berjualan sepatu dan supplier lampu.

Karena makin pintar berdagang, dia merambah ke usaha penyuplaian minyak kelapa sawit. Setiap hari dia harus mengangkat gallon berisi minyak goring ke tetangga sekitarnya. Sempat juga prestasi akademiknya menurun, tetapi dia tidak menyerah. Dia kemudian mendirikan kursus bahasa asing English Avenue. Lembaga tersebut didirikan secara patungan bersama 11 teman-temannya. Saat ini, Elang hanya bertindak sebagai pemegang saham di lembaga tersebut. Pada tahun kedua kuliah, dia merambah ke dunia properti. Alhasil, Elang mampu mengakuisisi lahan di dekat kampus Dermaga IPB Bogor senilai Rp1,6 miliar. Dan masih banyak lagi pengusahayang sudah mampu mengepakkan sayapnya di dunia bisnis di usia yang masih muda.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

  • Comments Off on Para Pengusaha Muda di Indonesia

  • Fatal error: Call to undefined function the_ratings() in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/hooks.php on line 513