November 13 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Optimis Kelapa Sawit Mampu Bersaing di 2012

By admin - Wed Dec 28, 12:42 pm

  • Comments Off on Optimis Kelapa Sawit Mampu Bersaing di 2012
  • 697 views
  • Email
  • Print

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditi ekspor terbesar di Indonesia. Untuk menghadapi persaingan bebas di perdagangan dunia, Pemerintah akan membangun pabrik pengelolaan kelapa sawit di kawasan industry Sei Mangkei, Sumatera Utara. Pembangunan ini akan dimulai Januari 2012. Investasi pembangunan kawasan ini mencapai Rp 5 triliun. Kawasan industri Sei Mangkei merupakan proyek dengan kepemilikan bersama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III dengan investor strategis asal Jerman, PT Ferrostaal Indonesia.

Pada awalnya sebelum terjadinya kesepakatan kerja sama ini, sempat ada keraguan atas Ferrostaal mengingat kondisi krisis Eropa yang belum pulih. Namun, setelah dilakukan pengecekan, tidak ada kendala apapun dan proyek kerja sama ini tetap jalan. Dalam investasi ini, PTPN III diharuskan menyetor dana tunai sebagai modal sebesar Rp 500 miliar. Selebihnya didapat dari pinjaman perbankan. Jadi perinciannya adalah PTPN mendapat 30% saham. Ada juga setoran tunai 10% dari investasi berarti Rp 500 miliar dan selebihnya adalah pinjaman.

Kelapa sawit yang akan menghadapi persaingan bebas memang harus terus diperhatikan oleh Pemerintah. Pembangunan pabrik tahap I akan selesai Juli 2013. Pabrik ini mampu mengolah kelapa sawit sebanyak 1,4 juta ton per tahun. Bahan baku harus disediakan PTPN III. Namun sayangnya, produksi perseroan hingga kini hanya 600 ribu ton. Hingga terdapat kekurangan 800 ribu ton sawit lagi. Kemudian, sisa kebutuhan produksi bahan baku akan didapat dari BUMN perkebunan lain, PTPN IV, selain dari perkebunan di sekitarnya.

Meskipun tercatat penurunan nilai ekspor beberapa bulan terakhir, tetapi pelaku industri sawit masih optimistis total ekspor minyak sawit mentah (CPO) Indonesia masih tumbuh di 2011 sebelum selesainya pabrik yang akan dibangun pada januari 2012 tersebut. Secara produksi, tahun 2011 ini Indonesia akan memproduksi 23,5 juta ton CPO, dengan volume ekspor 16,5-17 juta ton. Asumsi perhitungan harga CPO rata-rata sebesar US$ 1000 per ton maka, total nilai ekspor bisa mencapai US$ 16,5-17 miliar, di tengah luruhnya harga CPO dunia. Besaran kenaikan ekspor ini memang sangat tergantung dengan kinerja ekspor CPO di bulan November dan Desember 2011. Setelah sebelumnya di bulan Oktober mengalami penurunan nilai ekspor.

Kelapa sawit di sepanjang 2010, nilai ekspor CPO dan produk turunan sawit Indonesia mencapai US$ 16,4 miliar. Secara volume selama Januari-Desember 2010, volume ekspor CPO Indonesia naik tipis sebesar 127.498 ton atau menjadi 15.656.349 ton, dibandingkan tahun 2009 sebesar 15.528.851 ton. Gapki mencatat total volume perdagangan ekspor CPO dan produk turunannya sepanjang tahun 2009 mencapai 15,5 juta ton. Angka ini mengalami kenaikan 1,7 juta ton dibandingkan dengan tahun 2008 yang hanya sebesar 13,8 juta ton. Dibandingkan tahun 2008 yang nilai ekspornya mencapai US$ 15,58 miliar, nilai ekspor CPO pada 2009 turun menjadi US$ 10 miliar.

Data-data tersebut lah yang membuat Pemerintah Indonesia optimis akan mampu membuat angka penjualan sawit terus menanjak naik di pasar Internasional. Sikap optimistis ini bahkan membuat Menteri BUMN Dahlan Iskan lebih memilih untuk membelikan lahan sawit daripada memberikan dana ke PT Merpati Nusantara Airlines. Ide ekstrem itu mencuat setelah Dahlan menilai kinerja Merpati tidak banyak berubah meski sudah disuntik dana berkali-kali. Menurut Dahlan, jika dana setengah triliun itu dibelikan lahan sawit dan masing-masing karyawan Merpati kebagian dua hektar saja, hasilnya akan signifikan.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

  • Comments Off on Optimis Kelapa Sawit Mampu Bersaing di 2012