December 13 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

NAB Reksadana dan Istilah-Istilah Lain

By admin - Tue Jun 12, 5:17 pm

NAB reksadana biasanya selalu ditanyakan sebelum calon investor melakukan transaksi. NAB reksadana perlu diketahui saat investor ingin membeli maupun menjual reksadana miliknya. Tujuannya adalah untuk memperkirakan jumlah unit atau perkiraan keuntungan yang akan didapatkan. Tetapi pada kenyataannya, NAB bukanlah harga reksadana karena NAB hanya kepanjangan dari Nilai Aktiva Bersih. NAB tidak mencerminkan harga suatu reksadana. Karena NAB hanya menunjukkan berapa besar bilai asset yang dikelola dalam suatu reksadana.

NAB reksa dana

Untuk menyatakan harga suatu reksadana yang benar seharusnya menggunakan istilah NAB/UP (Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan). Jadi, untuk penggunaan sehari-hari yang menggunakan NAB itu semata-mata hanya karena pengucapannya lebih sederhana daripada NAB/UP. Merunut dari sejarah terbentuknya kata NAB, awalnya NAB sendiri mengadaptasi istilah dari Amerika, yaitu Net Asset Value (NAV). Istilah ini sering sekali digunakan dalam laporan, publikasi maupun riset yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

NAB reksadana kemudian menunjukkan besarnya jumlah dana yang dikelola dan sudah dianggap sebagai harga dari suatu danareksa. Walaupun istilah ini kurang tepat, tetapi sudah menjadi kebiasaan para pemain reksadana. Jadi, kemudian untuk membedakan jumlah asset dengan harga yang dikelola, bisa digunakan istilah AUM (Asset Under Management) atau bisa disebut sebagai Jumlah Dana Kelolaan dalam Bahasa Indonesia. Jadi, jika Anda ingin menyebut sebuah reksadana sudah mengelola dana sebesar R 1 triliun, maka Anda bisa mengatakan “AUM-nya Rp 1 triliun”. Jika Anda keliru menyebut “NAB-nya Rp 1 triliun”, maka akan membuat sang investor terbang tinggi karena dikira harganya tumbuh sangat tinggi, dari yang tadinya Rp 1.000 ke Rp 1 triliun.

Jika Anda ingin memulai bermain di bidang reksadana, Anda harus mulai mengetahui tentang istilah-istilah lain yang berkaitan, selain NAB, ada Unit Penyertaan, dan NAB/UP. Berikut adalah pengertiannya agar memudahkan Anda dalam mempelajari reksadana dan seluk beluk di dalamnya. Untuk NAB, seperti yang sudah kita ketahui merupakan kepanjangan dari Nilai Aktiva Bersih. NAB menyatakan berapa jumlah dana yang dikelola oleh suatu reksadana. Jadi, jumlah dana yang dikelola tersebut sudah mencakup deposito, kas, obligasi dan saham. Untuk penyebutannya, Anda juga bisa menggunakan AUM (Asset Under Management).

NAB reksadana juga berkaitan dengan istilah kedua, yaitu Unit Penyertaan. Unit Penyertaan ini merupakan satuan yang digunakan di dalam investasi reksadana. Jadi, ketika seorang investor membeli reksadana, maka bisa dikatakan jika dia membeli Unit Penyertaan dari Manajer Investasi. Sebaliknya, jika sang investor menjual reksadana, maka bisa dikatakan bahwa investor tersebut sedang menjual Unit Penyertaan kepada manajer investasi. Jadi, semakin besar jumlah Unit Penyertaan maka semakin banyak pulalah investor yang berinvestasi pada suatu reksadana.

Istilah berikutnya adalah NAB/UP atau Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan. Istilah ini ada untuk menyatakan harga suatu reksadana. Jadi, kegiatan transaksi reksadana dilakukan pada harga ini. Hal ini tentu berbeda dengan obligasi dan saham, dimana sang investor sudah mengetahui berapa harga pada saat transaksi dilakukan. Sebaliknya, investor reksadana baru akan mengetahui harga reksadana pada keesokan harinya (yaitu transaksi sebelum jam 12 siang per hari ini) atau bisa juga keesokan harinya apabila transaksi dilakukan setelah jam 12 siang. Jadi, ketika Anda menanyakan harga sebuah reksadana, tanyalah NAB/Up reksadana. Kemudian di saat Anda membaca berita di Koran tentang naik atau turunnya NAB reksadana, jangan panic karena itu bukan berarti Anda untung atau rugi. Karena hal itu menunjukkan bahwa jumlah dana pengelolaannya naik atau turun dan hal tersebut tidak berkaitan dengan nilai untung atau rugi Anda. Jadi, Anda sebaiknya melihat Jumlah Unit Penyertaannya jika Anda ingin melihat suatu reksadana tersebut banyak dimiliki oleh investor lain atau tidak.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS