August 23 2017
  • 1

Warning: fread(): Length parameter must be greater than 0 in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 311

Warning: fopen(): Filename cannot be empty in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 298

Warning: fwrite() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 299

Warning: fclose() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 300
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Merintis Bisnis Di Bidang Properti

By admin1 - Wed May 16, 5:08 pm

Bisnis di bidang properti dipastikan banyak sekali yang berminat. Bisnis di bidang properti sebenarnya mempunyai daya tarik apa sehingga bisa membuat sebagian besar masyarakat berlomba-lomba untuk menaklukannya? Apakah bisnis properti bisa membuat Anda kaya mendadak? Jika hal tersebut yang Anda pikirkan, maka bisnis ini sebaiknya bukan jalan yang harus Anda ambil. Memang tidak dipungkiri jika harga properti semakin melonjak setiap tahun, terlebih pada beberapa tahun ke belakang. Tetapi Anda juga perlu ingat bahwa harga properti sama juga dengan siklus ekonomi, yaitu menanjak secara perlahan. Meski ada krisis, tapi dalam beberapa tahun ke depan kita masih akan lihat pertumbuhan harga properti.

Bisnis di bidang properti

Rata-rata pelaku industri properti suka mengikuti tren. Atas alasan yang tidak bisa dijelaskan dengan akal sehat, mereka justru memburu properti di saat harganya beranjak naik. Jadi, bisa dipastikan kenaikan harga masih akan terjadi di tahun-tahun mendatang. Sebenarnya masih banyak lagi factor lain yang ikut mendukung naiknya harga-harga properti. Tetapi seperti yang kita ketahui bahwa sangat sulit menebak kapan harganya naik dan sampai seberapa besar kenaikannya. Daripada bertanya-tanya lebih baik pasang target jangka panjang sambil ikuti perkembangan ekonomi nasional.

Bisnis di bidang properti dipengaruhi pula oleh factor-faktor eksternal. Seperti misalnya saat ini, krisis sedang melanda Eropa dan Amerika Serikat (AS). Namun secara tidak langsung, faktor eksternal ini tidak akan berpengaruh banyak terhadap perekonomian negara-negara berkembang. Jadi, harga properti pun tidak akan turun atas sentimen ini. Jika Anda masih muda dan baru berniat ingin masuk ke industri properti, Anda punya banyak waktu untuk menabung sambil mencermati perkembangan pasar dunia. Janganlah terburu-buru.

Selain itu, Anda juga harus melek informasi. Begitu Anda memutuskan serius ingin menempatkan sejumlah dana di sebuah properti, cari informasi sedalam-dalamnya mengenai industri ini, mulai dari perusahaan sampai tren yang terjadi saat ini. Jangan sampai Anda tertipu oleh oknum-oknum tertentu yang sengaja mengambil kesempatan dari kondisi ketidaktahuan Anda. Sudah banyak cerita mengenai pengembang yang meminta uang muka setelah itu raib ditelan bumi sebelum propertinya sempat diselesaikan. Jangan terpancing dengan investasi murah tapi dengan imbal hasil yang tinggi. Ada banyak cara untuk menggali informasi seperti ini. Internet sudah membuka jendela dunia lebar-lebar.

Bisnis di bidang properti juga sebaiknya diimbangi dengan kesadaran pentingnya berinvestasi secara seimbang. Memang pemikiran semua orang pasti ingin berinvestasi karena akan mengembalikan modal dan keuntungan yang sangat tinggi. Tetapi jika Anda masih mudan dan belum berpengalaman di bidang investasi, sebaiknya coba berinvestasi di tempat lain. Terlebih jika Anda masih belum mempunyai tanggungan keluarga (belum berkeluarga). Hal ini dilakukan supaya investasi Anda seimbang, tidak berat di satu sektor saja. Meski Anda baru saja bekerja, namun tidak akan rugi jika Anda menyisihkan sedikit saja penghasilan Anda untuk berinvestasi di saham. Atau bisa saja Anda menggenjot dana terlebih dahulu di saham. Setelah dapat untung, dananya bisa digunakan untuk membeli properti. Belajar berinvestasi sejak dini mengasah kemampuan kita mengeruk rupiah di masa mendatang.

Sebelum Anda membeli properti atau terjun ke dunia properti, Anda sebaiknya menabung sebanyak mungkin sebelum membeli. Jika Anda berniat menyewakan kembali properti yang anda beli, misalnya rumah atau apartemen, maka Anda harus punya uang lebih untuk biaya perawatan. Kalau Anda beli properti untuk ditinggali, uang ekstra tetap diperlukan, untuk uang kebersihan dan keamanan juga perawatan properti Anda. Langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah menyimpan lebih banyak dana di tabungan sebelum membeli properti. Dengan ini, Anda lebih terlindungi dari biaya-biaya tambahan lainnya.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

  • 0 Comments

  • Fatal error: Call to undefined function the_ratings() in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/hooks.php on line 513