June 27 2017
  • 1

Warning: fread(): Length parameter must be greater than 0 in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 311

Warning: fopen(): Filename cannot be empty in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 298

Warning: fwrite() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 299

Warning: fclose() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 300
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Menjadi “sutradara” dalam pesta pernikahan

By admin1 - Fri Dec 23, 3:48 pm

  • Comments Off on Menjadi “sutradara” dalam pesta pernikahan
  • 1120 views
  • Email
  • Print

 

Menjadi “sutradara” dalam pesta pernikahan merupakan hobi bagi sebagian orang, tetapi menjadi hal yang menguntungkan bagi sebagian yang lain. Menjadi “sutradara” dalam pesta pernikahan bukan hanya menyalurkan kreatifitas tetapi juga membantu sang pasangan pengantin yang mendambakan pesta pernikahan yang sempurna. Meskipun faktanya, tak ada pesta yang sepenuhnya sempurna. Namun setidaknya perhelatan istimewa dapat berlangsung sesuai rencana dan impian dengan kesalahan yang bisa diminimalisasi. Inilah tugas wedding organizer (WO) atau sutradara dalam rangkaian acara pernikahan.
Jika anda memang bercita-cita menjadi WO atau hobi mengatur sesuatu, mungkin anda bisa memulai bisnis ini. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar jasa WO anda bisa dilirik oleh masyarakat luas, paling tidak oleh orang terdekat anda dulu. Syarat pertama menjadi WO adalah professional. WO atau ada juga yang menyebutnya wedding planner adalah seperti sutradara film. Tugasnya adalah mengurus pesta pernikahan dari awal sejak persiapan hingga pelaksanaan di hari istimewa pasangan pengantin. Namun penting dicatat, WO bukanlah pelaksana pesta pernikahan dan tidak menggantikan keluarga yang terlibat dalam pernikahan sebagai panitia. WO merupakan sutradaranya, bukan pelaksana. WO memimpin divisi dari kepanitiaan yang telah dibentuk pihak keluarga. WO tidak menggantikan keluarga selaku panitia, namun juga WO tidak bisa digantikan keluarga.

Menjadi “sutradara” dalam pesta pernikahan memang membutuhkan ketelatenan yang tinggi dan juga sikap professional yang bisa dipertanggung jawabkan. Hal inilah yang membedakan antara WO dan keluarga. Jika WO bekerja secara profesional dalam mengurus pesta pernikahan. Sementara, keluarga biasanya cenderung emosional dalam menjalankan tugas-tugasnya. Syarat ke dua untuk menjadi WO adalah tidak mahal. Banyak persepsi yang keliru dengan mengatakan untuk apa pakai WO, sementara banyak teman dan saudara yang bisa dilibatkan. Atau mengatakan bahwa WO mahal, padahal WO bekerja beberapa bulan sebelum pernikahan. Sebenarnya ada peran yang tak bisa digantikan WO dan membutuhkan keluarga di dalamnya, seperti pengaturan dan pengelolaan keuangan pesta pernikahan.

Padahal sebenarnya peran WO tidak sama seperti keluarga. Dan keluarga juga tetap masih dibutuhkan perannya untuk bekerja bersama WO. Keluarga dan WO berkolaborasi dengan cara kerja yang dipimpin oleh WO sebagai pihak yang ditunjuk secara profesional dalam merencanakan dan menyutradarai pesta pernikahan. WO bekerja beberapa bulan atau bahkan satu tahun jelang hari pernikahan. Karena itu, peran WO penting dalam menunjang kesuksesan perhelatan hari istimewa ini. WO berkoordinasi dengan berbagai vendor pernikahan seperti dekorasi, fotografer, katering, dan lainnya untuk memastikan semua rencana berjalan lancar. Jadi tak benar bahwa WO memakan biaya pernikahan, apalagi kalau dilihat dari waktu kerja dan kontribusi yang bisa diberikan, biaya WO tidaklah mahal.

Menjadi “sutradara” dalam pesta pernikahan juga harus mengikuti syarat yang ke tiga yaitu penengah. Menyiapkan pesta pernikahan, terutama di Indonesia yang melibatkan keluarga besar, tak selamanya mudah. Banyak keinginan yang disampaikan dari berbagai pihak. Tak hanya keluarga inti, namun juga keluarga besar dari pihak calon pengantin perempuan dan laki-laki. Menyatukan berbagai persepsi, pendapat, dan keinginan keluarga ini bukan pekerjaan mudah. Di sinilah peran WO, sebagai penengah dan memberikan saran yang obyektif dan tidak bias. Keluarga banyak peliknya dan cenderung tidak bisa memberikan saran yang netral.

Syarat ke lima adalah dibutuhkan. Kebutuhan bisnis jasa WO selalu ada karena pernikahan tak ada habisnya. Kepercayaan dari klien dan reputasi baik membuatnya selalu direkomendasikan dari pasangan pengantin satu ke pasangan lainnya. Kepuasan dalam hal pelayanan menjadi salah satu kunci meraih kepercayaan konsumen. Syarat selanjutnya adalah tidak takut pesaing. Karena jasa bisnis WO dibangun atas dasar transaksi keterikatan tadi, Anda tak perlu khawatir jika pesaing baru bermunculan. Syarat yang terakhir adalah kompensasi jasa. Bisnis WO di Indonesia berbeda dengan negara lain. Boleh jadi WO di negara lain lebih mahal, karena menggunakan sistem pembayaran per jam atau skema presentase. Di Indonesia, kebanyakan WO menggunakan satu harga untuk satu pesta pernikahan.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

  • Comments Off on Menjadi “sutradara” dalam pesta pernikahan

  • Fatal error: Call to undefined function the_ratings() in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/hooks.php on line 513