August 23 2017
  • 1

Warning: fread(): Length parameter must be greater than 0 in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 311

Warning: fopen(): Filename cannot be empty in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 298

Warning: fwrite() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 299

Warning: fclose() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 300
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Menghitung Return Reksadana

By admin1 - Fri Apr 13, 4:43 pm

Menghitung return Reksadana akan memberikan dampak kepercayaan pada Anda, disadari atau tidak. Menghitung return Reksadana memang merupakan faktor yang paling menarik untuk diamati. Hal yang sama juga berlaku bagi investor reksa dana. Anda mungkin ingin tahu bagaimana return dari investasi reksa dana Anda, bahkan mungkin return reksa dana Anda dari hari ke hari. Oleh karena itu Anda perlu tahu bagaimana caranya untuk menghitung return reksa dana Anda. Untuk menghitung return reksa dana, ada 2 data penting yang perlu Anda ketahui. Yang pertama adalah data NAB/UP ketika Anda melakukan pembelian reksa dana, dan yang kedua adalah data NAB/UP pada tanggal ketika Anda ingin menghitung return reksa dana.

Menghitung return Reksadana

Sebagai contoh, seorang investor membeli reksa dana A ketika NAB/UP-nya bernilai Rp 1.000,- dan tidak bermaksud untuk menjualnya sampai dua tahun kemudian. Setelah dua tahun, nilai NAB/UP reksa dana A naik menjadi Rp 2.000,-. Dengan demikian, maka tingkat return yang diperoleh investor tersebut adalah:

Return = (NAB/UP akhir – NAB/UP pembelian) : NAB/UP pembelian x 100%

= (Rp 2.000 – Rp 1.000) : Rp 1.000 x 100%

= 100%

Menghitung return Reksadana dengan cara diatas adalah cara untuk menghitung total return dari suatu produk reksa dana. Cara tersebut adalah cara yang paling sederhana untuk mengetahui kinerja reksa dana. Namun cara tersebut memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan yang utama adalah investor sulit untuk membandingkannya dengan return dari produk-produk investasi lainnya. Oleh karena itu, selain mengerti bagaimana menghitung total return, kita juga perlu memahami konsep annualized return. Mengapa menghitung annualized return penting untuk kita pahami? Bukankah cukup dengan perhitungan return sederhana saja kita sudah bisa memilih reksa dana yang menguntungkan?
Kalau kita lihat di pasar investasi, hasil investasi biasanya dinyatakan dalam return 1 tahun. Ambil contoh deposito. Bunga deposito selalu dinyatakan dalam bunga sepanjang 1 tahun meskipun periode deposito bervariasi mulai dari 1 bulan hingga 1 tahun. Bila investor medepositokan uangnya sebesar Rp 100 juta dengan bunga 7% untuk periode 1 bulan, maka investor akan mendapatkan return kurang lebih sebesar 7% / 12 bulan dari Rp 100 juta, atau sebesar Rp 583 ribu. Bukan hanya deposito, kupon obligasi juga dinyatakan dalam persentase per tahun. Karena kebanyakan hasil investasi dinyatakan dalam bentuk persentase per tahun, agar investor bisa membandingkan return yang didapatkannya dari reksa dana dengan investasi lain, maka return dari reksa dana harus dihitung dengan basis persentase per tahun.

Menghitung return Reksadana bisa mulai dilakukan dengan berandai-andai seperti berikut. Seorang investor melihat bahwa return reksa dana A dalam 3 tahun adalah sebesar 24%. Karena rata-rata return 1 tahun sebesar 8% sedangkan bunga deposito saat itu hanya sebesar 7% (asumsi setelah pajak), investor biasanya akan memilih untuk berinvestasi di reksa dana karena dapat memperoleh return yang sedikit lebih tinggi daripada deposito. Namun apakah keputusan tersebut sudah benar? Mari kita lihat sama-sama.

Seandainya uang yang diinvestasikan adalah sebesar Rp 1 juta, maka setelah tiga tahun dengan bunga 8% setahun uang tersebut akan berkembang menjadi:

Tahun–>Jumlah Investasi 

0——->1,000,000 
1——->1,080,000 
2——->1,166,400 
3——->1,259,712 

Dengan demikian, ketika total returnnya dihitung maka hasilnya 25.97%. Dengan return tahunan sebesar 8%, ternyata return setelah 3 tahun adalah sebesar 25.97%, lebih besar daripada return aktual reksa dana yang hanya sebesar 24%. Hal tersebut disebabkan karena dalam perhitungan rata-rata return tahunan yang telah dilakukan diatas, kita menggunakan rata-rata return sederhana, atau bahasa akademisnya rata-rata return aritmatik. Cara perhitungan tersebut memiliki kelemahan yaitu tidak memasukkan faktor bunga berbunga.

Cara perhitungan yang benar adalah dengan menggunakan metode perhitungan rata-rata geometric atau yang sering disebut dengan mensetahunkan return (annualized return). Dengan menggunakan metode annualized return, rata-rata return 1 tahun reksa dana tersebut adalah sebesar 7.43% dengan menggunakan rumus berikut ini:

Annualized return = {(1 + Total return reksa dana) ^ (1/jumlah periode)} -1

= {(1 + 24%)^(1/3)} -1

= 7.43%

Tahun–>Jumlah Investasi

0——->1,000,000
1——–>1,074,337
2——–>1,154,200
3——->1,240,000

Dengan demikian, ketika total return dihitung, maka hasilnya adalah 24.00%. Ternyata memang benar bahwa angka 7.43% merupakan angka yang tepat. Dengan tingkat return yang hanya terpaut sedikit sekali dari deposito yang notabene bebas risiko, tentu saja reksa dana tersebut menjadi kurang menarik karena investor masih harus menanggung berbagai risiko ketika berinvestasi di reksa dana.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

  • 0 Comments

  • Fatal error: Call to undefined function the_ratings() in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/hooks.php on line 513