December 13 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Mengevaluasi Hubungan dengan Konsumen

By admin - Wed Jun 27, 8:51 pm

Hubungan dengan konsumen yang baik pasti akan membawa profit yang tinggi. Hubungan dengan konsumen bisa dievaluasi sehingga Anda bisa memutuskan tindakan lebih lanjut yang tepat. Evaluasi yang dilakukan bertujuan untuk mempertahankan profit yang ada maupun untuk menambah pelanggan dan profit. Jika bisnis Anda sudah lama berjalan, maka pasti Anda sudah mempunyai pelanggan yang berhubungan dengan Anda dan produk Anda. Jika usaha Anda berorientasi masa depan, maka Anda harus menjalin hubungan yang baik dengan para pelanggan. Salah satu bukti bahwa Anda concern terhadap pelanggan adalah Anda mempunyai data pelanggan.

Hubungan dengan konsumenData pelanggan yang sudah ada harus dicatat secara teratur, sistematis, rapi dan konsisten. Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi secara akurat yang bisa Anda andalkan untuk melakukan evaluasi. Untuk mampu mendapatkan data yang valid, Anda harus aktif melakukan beberapa pencatatan, yaitu sebagai berikut. Yang pertama adalah pencatatan umpan balik permintaan baru dari para pelanggan. Untuk melakukan pencatatan ini diperlukan data (data historis dan data visi perusahaan). Untuk data historis dapat diambil dari tindakan-tindakan apa saja yang sudah dilakukan dan dicatat secara konsisten dan teratur. Misalnya data tentang pameran, penjualan, iklan, promosi, dan lain sebagainya.

Hubungan dengan konsumen juga harus memperhatikan hal kedua, yaitu menjalin hubungan baik dengan konsumen. Hubungan baik yang dijaga secara terus menerus akan mempengaruhi naik turunnya tingkat penjualan. Untuk mampu menjaga hubungan baik ini, Anda harus mengetahui kebutuhan pelanggan Anda. Secara konseptual, kebutuhan pelanggan ini dibedakan menjadi dua, yaitu kebutuhan permanen dan kebutuhan non-permanen. Kebutuhan permanen adalah kebutuhan yang tidak dipengaruhi oleh usia, waktu dan tempat. Walaupun kebutuhan ini merupakan kebutuhan sesaat, tetapi kebutuhan ini bisa menjaga hubungan baik antara pengusaha dan konsumen. Kebutuhan ini sifatnya batin atau non-fisik.

Macam-macam kebutuhan permanen ini adalah sebagai berikut:

  1. Pelanggan merasa diri penting. Pemenuhan kebutuhan ini bisa dilakukan dengan melayani sebaik dan seramah mungkin, tetapi jangan terlalu berlebihan. Misalnya memberikan pelayanan dengan senyum dan antusias mendengarkan ceritanya, mengucapkan terima kasih dan lain sebagainya.
  2. Pelanggan lebih tertarik pada dirinya sendiri. Untuk mencairkan suasana dan mengambil hati pelanggan, Anda bisa mengaja mengobrol tentang perasaan, keluarga, kegiatan dan lain sebagainya. Setelah itu, hubungkan dengan produk Anda.
  3. Berikan imbalan kepada pelanggan. Misalnya voucher atau souvenir, dan lain sebagainya.

Hubungan dengan konsumen juga harus memperhatikan kebutuhan tidak permanen. Kebutuhan tidak permanen ini merupakan kebutuhan pelanggan secara fisik. Jika pemenuhan kebutuhan ini sudah tercukupi, maka pencariannya akan terhenti. Kebutuhan ini mencakup kebutuhan primer dan sekunder.

Setelah mampu memberikan pemenuhan kebutuhan kepada pelanggan, saatnya untuk membrikan pelayanan yang maksimal. Pelayanan yang maksimal ini meliputi layanan website, layanan di tempat dan layanan telepon. Dalam memberikan pelayanan tersebut Anda harus mampu bersikap ramah dan memastikan bahwa program layanan berjalan baik dan lancar. Setelah Anda memastikan semua pelayanan berjalan lancer, kini saatnya mengevaluasi hubungan Anda dengan pelanggan. Seluurh informasi yang terkait harus Anda cocokkan, baik data internal maupun eksternal. Jenis evaluasi juga dibagi menjadi 2 cara, yaitu secara kuantitatif dan kualitatif. Untuk analisa secara kuantitatif bisa diukur dengan hubungan yang selamaini sudah terjalin dengan para pelanggan. Sedangkan untuk analisa secara kualitatif bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Membandingkan penjualan periode bulan atau tahun sebelum dan sesudahnya.
  2. Membandingkan antara target penjualan dan realisasi penjualan.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS