June 27 2017
  • 1

Warning: fread(): Length parameter must be greater than 0 in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 311

Warning: fopen(): Filename cannot be empty in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 298

Warning: fwrite() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 299

Warning: fclose() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 300
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Mengendalikan Keinginan Belanja Saat Diskon

By admin1 - Fri Jun 08, 11:33 am

Mengendalikan keinginan belanja saat diskon terkadang merupakan sesuatu yang sangat berat dilakukan oleh sebagian wanita. Mengendalikan keinginan belanja saat diskon bagi sebagian wanita juga merupakan suatu pencapaian yang sangat bagus untuk menyelamatkan keuangannya. Tawaran diskon beragam produk setiap menjelang akhir tahun memang menggiurkan. Aneka produk fashion dijual dengan diskon sampai sepertiga harga normal. Beragam gadget canggih seri terbaru ditawarkan dengan diskon sampai separuh dari harga banderol. Siapa tak tergoda berbelanja?

Mengendalikan keinginan belanja saat diskon

Obral aneka jenis produk seperti ini biasa kita temui menjelang perayaan Natal, akhir tahun, lebaran, serta musim liburan di bulan Juni. Tak hanya di dalam negeri, musim diskon serupa juga bisa kita jumpai di luar negeri, misalnya Singapura. Pedagang beraneka produk bermerek terkenal ramai-ramai banting harga. Adrenalin belanja Anda boleh berlari kencang, tapi di saat seperti inilah kita kudu ekstra waspada. Jangan sampai kita menghambur-hamburkan uang untuk membeli barang yang seminggu atau sebulan setelah dibeli teronggok tak berguna. Tetapkan mana barang yang Anda butuhkan untuk dibeli, dan pilah mana barang yang sekadar Anda inginkan.

Mengendalikan keinginan belanja saat diskon bisa dilakukan dengan membuat daftar yang berisi beragam produk penunjang berbagai aktivitas. Misalnya pakaian, sepatu, dan tas untuk bekerja maupun sekolah Anak. Bisa juga berupa perkakas rumah tangga, termasuk furniture, kulkas, televisi, dan peralatan rumah lain. Bahkan, kalau perlu, untuk mendapat diskon pembelian kendaraan mobil atau motor. Ada bermacam alasan membeli barang-barang itu. Salah satunya, mungkin karena kita belum memilikinya, padahal kita butuh. Bisa juga lantaran barang lama sudah rusak sehingga perlu diganti. Dengan demikian diskon hanya menjadi momentum untuk memanfaatkan belanja hemat, bukan belanja karena diskon.

Kita juga sebaiknya jangan gampang tergiur bantingan diskon jumbo yang kadang justru bikin pembeli gegabah dalam berbelanja. Syarat lama membeli barang “teliti sebelum membeli” tetap harus diterapkan saat banjir diskon melanda. Pasalnya barang yang kena diskon terkadang adalah barang yang cacat secara fisik. Karena itu, jangan buru-buru. Anda perlu melakukan window shopping untuk membandingkan harga dan kualitas. Lebih afdol kalau Anda tahu harga wajarnya. Jangan lupa ajak teman saat belanja. Dia bisa menjadi penasihat memilih barang, termasuk mengingatkan bahwa isi troli sudah melebihi anggaran.

Mengendalikan keinginan belanja saat diskon juga bisa dilakukan dengan membuat laci khusus pencegat diskon. Anda bisa membuat daftar barang buruan sejak awal tahun kemudian Anda bisa menempatkan rencana belanja diskon ini dalam daftar anggaran tahunan. Jadi, anggaran untuk belanja saat diskon berdampingan sejajar dengan alokasi pembayaran pajak mobil, premi asuransi, dan semacamnya. Setelah menetapkan daftar kebutuhan dan alokasi dana, Anda harus menyiapkan “laci khusus” penyimpan dana bakal modal berburu diskon ini. Tapi, ingat, Anda sebaiknya hanya mengalokasikan dana untuk belanja diskon dari “uang lebih”.

Artinya, dana bakal modal memburu diskon sekadar dana yang tersisa setelah alokasi dana seluruh kebutuhan lain selesai ditetapkan. Alternatif lain tentang “laci khusus” ini, Anda juga bisa menggantinya dengan membuat rekening khusus belanja. Kemudian rekening itu diisi dengan uang bonus, uang lembur, dan pendapatan tambahan. Perencanaan harus dilakukan dan penggunaannya tak boleh lebih dari anggaran agar tak menggangu cash flow rumah tangga. Untuk gambaran, seorang lajang sebaiknya mempunyai dana darurat senilai tiga kali pengeluaran bulanan. Adapun pasangan yang belum mempunyai anak sebaiknya mengalokasikan dana darurat enam bulan pengeluaran. Sedangkan pasangan yang memiliki satu atau dua anak, sebaiknya mempunyai dana darurat antara 9-12 bulan pengeluaran.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

  • 0 Comments

  • Fatal error: Call to undefined function the_ratings() in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/hooks.php on line 513