November 15 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Mengelola Keuangan untuk Anak Muda

By admin - Tue Jan 03, 3:41 pm

  • Comments Off on Mengelola Keuangan untuk Anak Muda
  • 709 views
  • Email
  • Print

Mengelola keuangan untuk anak muda harus disesuaikan dengan kebutuhan mereka juga. Karena mengelola keuangan untuk anak muda tidak akan sama dengan mengelola keuangan untuk orang yang sudah dewasa dan berumah tangga. Anak muda lebih identik dengan hura-hura. Mereka terkesan tidak mampu mengelola keuangannya dengan baik. Padahal mengelola keuangan sejak muda penting untuk mencapai kemandirian finansial.

Untuk berhasil dalam kondisi ekonomi yang dinamis, generasi muda harus memiliki keahlian, pengetahuan dan pengalaman yang dibutuhkan untuk mengelola keuangan pribadi dan memiliki pengetahuan mengelola keuangan secara umum. Mereka harus memiliki pendidikan yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan keuangan yang benar. Program perbankan pun mulai marak dikeluarkan oleh beberapa bank terkemuka di Indonesia untuk menembak pangsa pasar anak muda. Misalnya adalah Citibank. Citibank sendiri telah memulai program pendidikan finansial yang bisa membantu ratusan kaum muda memiliki pengetahuan mengelola keuangan sehingga mendapatkan kesempatan terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan keuangannya di masa depan.

Mengelola keuangan untuk anak muda dimulai dengan mengetahui pengeluaran yang dilakukan oleh kaum muda. Karena pengeluaran generasi muda umumnya dipengaruhi faktor-faktor eksternal. Global Youth Survey mengindikasikan, 43 persen generasi muda di seluruh dunia melakukan pencarian online dalam mengambil keputusan untuk membeli sebuah produk. Sementara, 40 persen dari mereka mengambil keputusan berdasarkan masukan teman atau keluarga, dan 17 persen lainnya mengambil keputusan berdasarkan iklan di media. Di negara-negara Asia Tenggara, seperti Indonesia, sebagian besar pengeluaran generasi muda umumnya untuk transportasi, makanan, pergaulan, pakaian, dan rekening telepon.

Sebagian besar mereka mengaku kebiasaan-kebiasaan pengeluaran mereka suatu hari akan berubah, terutama saat menjelang mereka menikah. Namun pengakuan ini dianggap tidak memiliki dasar. Program kemandirian yang diusung Citibank dirancang untuk membangun keahlian generasi muda di berbagai bidang, termasuk kemampuan untuk menentukan prioritas finansial jangka pendek, menengah dan jangka panjang, mengidentifikasi pemasukan dan pengeluaran untuk menetapkan dan menerapkan sebuah tujuan finansial yang realistis, serta mengevaluasi kemampuan dalam menghadapi permasalahan pengelolaan finansial.

Mengelola keuangan untuk anak muda harus dikenalkan sejak awal. Tidak hanya menabung, tetapi berinvestasi jangka panjang. Mereka harus mampu mengelola uang saku yang diterima dari orang tua. Remaja atau mahasiswa yang dikirimi uang saku secara rutin bisa disebut individu yang berpenghasilan. Namun, penghasilan yang didapat bukanlah hasil jerih payah sendiri. Tidak heran, banyak kaum muda yang berperilaku boros dan konsumtif. Cara itu juga menjadi kunci kesuksesan seseorang mengatur dan mensiasati keuangan pribadi. Dengan begitu, mereka bisa mengelola sesuai kebutuhan. Nantinya, mereka akan bekerja dan menerima gaji setiap bulan. Jika gaya hidup hemat tertanam sejak dini, sebenarnya mereka memulai sebuah kehidupan yang lebih baik. Ke depan, mereka bisa mengalokasikan keuangan dengan berbagai cara. Seperti menabung atau berinvestasi. Pengeluaran bisa dibagi tiga bagian. Pengeluaran wajib, pengeluaran kebutuhan, dan pengeluaran keinginan. Pengeluaran wajib merupakan pengeluaran yang harus dibayarkan. Jika tidak, akan ada konsekuensi yang harus diterima. Sedangkan pengeluaran wajib merupakan pengeluaran sesuai kebutuhan. Jika tidak, dia tidak akan terkena konsekuensi. Contohnya, seseorang membeli pulsa telepon. Di sisi lain, pulsa merupakan kebutuhan. Namun jika ditunda, dia tidak menerima konsekuensi apapun atas keputusanya menunda pengeluaran. Sedangkan pengeluaran keinginan adalah pengeluaran yang dibayar karena menginginkan sesuatu yang diinginkan. Kaum muda harus mengetahui jenis pengeluaran. Apakah masuk kategori primer, sekunder, atau tersier. Dengan begitu, mereka akan menghargai uang yang dimiliki dan tidak membelanjakan sesuatu yang tidak dibutuhkan saat ini.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

  • Comments Off on Mengelola Keuangan untuk Anak Muda