December 9 2016
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Mengapa Laporan Keuangan Harus Ada Bukti Transaksi?

By admin1 - Tue May 20, 4:37 pm

Bukti transaksi untuk semua keperluan operasional dan non operasional wajib hukumnya untuk selalu disrtakan di setiap laporan keuangan. Bukti transaksi atau selembar nota sangat penting bagi sebuah usaha, terutama untuk usaha kecil yang masih menggapai-gapai keuntungan dan meminimalkan pengeluaran yang tidak perlu. Walaupun tidak semua perusahaan atau pelaku usaha memperlakukan selembar nota dengan begitu detail, tapi dengan adanya nota atau barang bukti maka laporan keuangan pun akan semakin kuat dan nyata.

Bukti transaksiLaporan keuangan membutuhkan kedisiplinan ketika membuatnya. Itulah fungsinya nota, agar keakuratan laporan keuangan benar-benar menjadi kenyataan. Prinsip kehatian-kehatian adalah prinsip yang mengusung adanya bukti transaksi sehingga meminimalisir adanya kecurangan dalam laporan keuangan. Apapun yang menjadi bukti pembelian harus disimpan sampai laporan keuangan dibuat dan diarsipkan. Beberapa bukti pembelian/ transaksi antara lain struk pembelian, nota, faktur, kwitansi, slip maupun memo yang berisi catatan pihak penjual dan pembeli. Berikut ini beberapa kemudahan yang bisa Anda dapatkan dengan menyertakan bukti transaksi setiap kali membuat laporan keuangan:

  • Di dalam ilmu akuntansi pun tidak akan dianggap valid sebuah transaksi tanpa adanya bukti transaksi. Untuk itulah Anda harus mulai membiasakan diri untuk selalu minta nota setiap kali melakukan transaksi, walaupun hanya transaksi kecil seperti membeli pena.
  • Bukti ini juga akan membantu pelaku usaha untuk menghadapi auditor keuangan. Dengan adanya bukti setiap transaksi, maka laporan keuangan yang dibuat lebih transparan dan dapat dipertanggung jawabkan. Jika Anda ingin mendapatkan investor, faktor ini sangat berpengaruh.
  • Bukti ketika dibutuhkan sewaktu-waktu. Misalnya ketika membeli barang-barang elektronik dimana terdapat kartu garansi. Sehingga sewaktu-waktu butuh diservice, bukti transaksi tersebut harus ditunjukkan kembali.

Bukti transaksi memang tidak secara langsung berhubungan dengan keuntungan yang didapat. Tetapi ketika Anda membiasakan diri dan anak buah Anda untuk selalu menyertakan bukti setiap transaksi, maka kecurangan yang ada bisa dicegah. Tidak ada yang berani bermain-main dengan anggaran ketika bukti konkretnya sudah ada.

Ketika usaha Anda masih bertaraf usaha kecil dan menengah (UKM), cara ini bisa membuat Anda lebih disiplin. Walaupun belum banyak orderan yang masuk, tetapi jika ditekuni akan membuat keuangan usaha Anda tetap terjaga dan bertambah tanpa ada kebocoran yang terjadi. Begitupun ketika Anda sudah mempunyai usaha yang terbilang sukses dan mempunyai banyak karyawan serta omzet yang tinggi, cara ini bisa menghindari mark up anggaran dari mana saja. Selain itu, ketika Anda sedang berusaha untuk mengambil hati para investor, maka cara ini bisa membuktikan bahwa usaha Anda bersih dan pengelolaan keuangannya jelas. Hal ini menjadi nilai plus bagi usaha Anda untuk bisa meyakinkan si calon investor. 

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

  • 0 Comments

  • Fatal error: Call to undefined function the_ratings() in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/hooks.php on line 513