December 13 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Menariknya Bisnis Reksadana

By admin - Fri Jun 15, 8:53 am

Bisnis reksadana kian hari kian marak. Bisnis reksadana kini sudah menjadi salah satu bisnis investasi yang besar di seluruh dunia. Jika Anda sudah membaca beberapa berita, artikel dan informasi tentang reksadana, mungkin tidak ada salahnya Anda untuk mencoba bermain dengan reksadana. Untuk itulah Anda harus mengerti tata cara membeli reksadana ini. Karena cara untuk membeli reksadana ini sangat mudah jika Anda mengerti langkah-langkahnya.

bisnis reksadana

Teori tentang reksadana, keuntungan investasi reksadana dan juga resiko investasi reksadana ini pasti sudah bisa banyak dijangkau oleh Anda. Jika setelah mengerti tentang teori tersebut dan tercipta keinginan untuk terjun langsung ke dalamnya, Anda bisa mengikuti beberapa cara dan tahapan dalam membeli reksadana. Sebenarnya, reksadana bisa dibeli dan dijua di bank-bank yang menjadi perantara dengan manajer investasi. Tetapi sebelum membeli reksadana, pastikan bahwa Anda telah memilih manajer investasi yang berkualitas. Serta, pastikan bahwa perusahaan tersebut sudah terdaftar sebagai manajer investasi secara resmi. Karena hal ini sangat krusial, yaitu berhubungan dengan dana investasi Anda nantinya. Untuk pembelian unit penyertaan reksadana pada umumnya akan dikenakan fee tambahan yang besarnya sangat bervariasi.

Bisnis reksadana ini juga tidak lepas dari berbagai macam istilah yang harus Anda ketahui sebelum bermain di dalamnya.

  1. Unit Penyertaan (UP), yaitu satuan kepemilikan investasi di dalam reksadana.
  2. Total jumlah UP (outstanding UP), yaitu jumlah unit penyertaan yang sudah diterbitkan oleh reksadana.
  3. Subscription, yaitu pembelian ataupun pemesanan unit penyertaan.
  4. Redemption, yaitu pencairan ataupun penjualan kembali unit penyertaan.
  5. Nilai Aktiva Bersih (NAB) atau Net Asset Value (NAV), yaitu total nilai efek berdasarkan harga pasar pada suatu waktu setelah dikurangi oleh biaya-biaya reksadana dan juga kewajiban pajak.
  6. Nilai Aktiva Bersih per Unit, yaitu nilai aktiva bersih reksadana dibagi dengan total jumlah Unit Penyertaan (outstanding UP).

Untuk Unit Penyertaan (UP) sendiri adalah satuan investasi di dalam reksadana. Pada dasarnya pada saat penawaran umum perdana, UP ditetapkan sebesar Rp 1.000. tetapi ada pengecualian yaitu ketika reksadana pasar uang yang selalu ditetapkan Rp 1.000 pada setiap awal hari bursa. Bila pada penawaran umum suatu reksadana terkumpul dana sebesar Rp 100 juta berarti ada 100 ribu lembar UP beredar dengan NAB/NAV Rp 1.000/UP. NAB/NAV dalam rupiah biasanya dihitung sampai 4 angka desimal. Dalam contoh berikut, angka desimal dihilangkan hanya untuk kemudahan perhitungan semata.

Bisnis reksadana juga pasti berhubungan dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) atau Net Asset Value (NAV). Masih mengikuti contoh di atas, yaitu contohnya selama suatu periode manajer investasi mampu membukukan keuntungan 40% maka dana yang terkumpul akan menjadi Rp 140 juta. Jika sebelumnya NAB/NAV sebesar Rp 1.000/UP, kini nilainya naik jadi Rp 1.400/UP. Misal biaya yang dibebankan 1%, maka NAB/NAV Rp 138,6 juta atau Rp 1.386 per UP. Setelah dikurangi biaya-biaya tersebut, hasil investasi akan menjadi hak investor.

Misalkan Anda berinvestasi dengan membeli 50 ribu UP pada penawaran umum, maka Anda harus mengeluarkan dana Rp 1.000/UP atau Rp 50 juta. Kemudian jika Anda ingin menjual UP yang Anda miliki saat ini dengan harga Rp 1.386/UP maka Anda akan menerima dana sebesar Rp 69,3 juta. Keuntungan yang Anda peroleh sebesar Rp 19,3 juta. Bila saat ini Anda ingin masuk, Anda harus membeli dengan harga Rp 1.386/UP. Misalkan Anda membeli 10 ribu UP, maka Anda harus membayar Rp 13,86 juta. Seandainya beberapa bulan kemudian NAB/NAV turun menjadi Rp 1.350/UP dan Anda ingin menjual reksadana Anda, maka Anda akan menerima dana Rp 13,5 juta. Dalam kasus ini Anda menderita rugi Rp 360 ribu.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS