November 17 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Menaikkan Omzet dengan Strategi Five Business Chasis

By admin - Thu Feb 16, 3:33 pm

Meningkatkan omzet selalu menjadi tujuan para pebisnis. Meningkatkan omzet juga membutuhkan strategi agar berjalan maksimal. Salah satu strategi yang yang paling sering diterapkan adalah strategi yang dikenal sebagai Five Business Chasis, yaitu prospek (leads), konversi (conversion), jumlah transaksi, jumlah rata-rata pembelian, dan margin keuntungan. Pertama yaitu perbanyak prospek (leads). Caranya dengan iklan, buka cabang, sebar brosur, ikut pameran, dan lain sebagainya. Misalnya, Anda buka toko di mall. Rata-rata yang masuk ke toko Anda secara tidak sengaja adalah 1000 orang, maka prospek (leads) Anda adalah 1000.

Kemudian Anda sebarkan brosur di pintu gerbang mall yang mengundang orang supaya datang ke toko Anda. Katakanlah prospek yang masuk ke toko dari brosur tersebut adalah 100 orang. Jadi prospek Anda menjadi 1100. Semakin banyak yang masuk ke toko Anda berarti semakin banyak prospek Anda. kedua yaitu perbanyak jumlah konversi (conversion).Konversi adalah jumlah prospek yang akhirnya membeli produk Anda. Misalnya dari 1000 prospek yang masuk ke toko Anda ada 250 orang yang membeli. Artinya konversi Anda adalah 25%. Bagaimana cara menaikkan konversi? Contohnya, berikan garansi, berikan jaminan purna jual, delivery gratis, dan lain sebagainya.

Meningkatkan omzet

Meningkatkan omzet dengan strategi Five Business Chasis yang ketiga yaitu naikkan jumlah transaksi. Jumlah transaksi adalah berapa banyak transaksi yang terjadi di toko Anda per hari, per minggu atau per bulan. Bagaimana cara menaikkan jumlah transaksi? Lakukan berbagai cara agar pelanggan Anda lebih sering belanja. Misalnya dengan memberikan hadiah, bonus, point, voucher, dan lain sebagainya.

Keempat yaitu naikkan jumlah rata-rata pembelian. Dari jumlah transaksi tersebut berapa rata-rata transaksinya? Misalnya toko Anda memperoleh omzet Rp 1.000.000 per hari dengan jumlah transaksi 50, maka rata-rata transaksi Anda adalah Rp 20.000. Caranya? Anda bisa mengikuti cara yang dilakukan oleh McDonalds. Setiap kali kita membayar, pelayannya selalu Tanya “Mau tambah french fries, Bu?” Jika kita jawab tidak ingin French fries, dia akan Tanya lagi “es krimnya mau, Bu?” dan seterusnya.

Meningkatkan omzet dengan cara yang kelima yaitu naikkan margin keuntungan. Misalnya harga pokok produk Anda adalah Rp 750, Anda jual Rp 1.000. maka keuntungan Anda adalah Rp 250 atau 25%. Kemudian Anda naikkan harganya Rp100 menjadi Rp 1.100, maka margin keuntungannya menjadi 32% atau naik 7%.

Mari kita analisis angka-angkanya:

Sebelum:

Prospek 1000 x Konversi 25% = 250 orang konsumen x 2 Transaksi x Rata-rata Transaksi Rp 20.000 = Total Omzet Rp 10.000.000 x 25% Margin keuntungan = Laba Rp 2.500.000.

Dengan teknik-teknik di atas, kemudian Anda berhasil menaikkan 10% saja untuk setiap point business chasis di atas. Dan angka-angka sesudahnya adalah:

Prospek 1100 x Konversi 27,5% = 302 orang konsumen x 2,2 Transaksi x Rata-rata Transaksi Rp 22.000 = Total Omzet Rp 14.616.800 x 27,5% Margin keuntungan = Laba Rp 4.019.620.

Jadi, kenaikan 10% saja dari setiap point business chasis di atas berhasil menambahkan laba sebesar Rp 1.519.620 atau 61%.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS