November 14 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Memburu Kain Tenun Pegringsingan

By admin - Tue Nov 27, 12:48 pm

Kain tenun Pegringsingan merupakan kain tenun khas Bali, khususnya dari Desa Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem, Bali. Kain tenun Pegringsingan sudah terkenal, bahkan sampai ke luar negeri. Jika Anda memprhatikan, banyak sekali wisatawan asing yang menyempatkan liburannya ke desa ini untuk mencari tenun tradisional Bali ini. Hal inilah yang harusnya menjadi perhatian lebih pada pengusaha, baik pengusaha local maupun pengusaha yang sudah merambah ke luar negeri.

Kain tenun PegringsinganJika Anda ingin memulai memperkenalkan tenun tradisional khas Bali ini, Anda harus bisa melihat dari segi positif. Artinya, Anda juga harus bisa mencari pengrajin yang akan Anda ajak kerjasama. Anda bisa dating langsung ke desa Tenganan Pegringsingan dan melihat para pengrajin dan kerajinannya secara langsung. Karena di desa ini, setiap remaja harus mampu menenun. Hal ini terkait dengan adanya upacara saat memasuki usia remaja yang didemonstrasikan ke warga desa. Pada masing-masing pengrajin mempunyai ciri khas yang berbeda. Misalnya kain tenun yang dibuat terbagi menjadi single ikat dan double ikat. Nah untuk busana laki-laki, dibutuhkan “saput” yang lebarnya 24 centimeter sebanyak 2 lembar.

Kain tenun Pegringsingan untuk busana perempuan membutuhkan kain selembar 40 cm. selebihnya untuk selendang atau single ikat, dibutuhkan kain tenun dengan lebar 20 cm. Untuk itulah, kain tenun ini sangat eksklusif karenabenar-benar dibuat satu per satu dengan teliti dan sabar. Untuk proses pengerjaannya, diawali dengan pewarnaan sampai menjadi benang yang siap dipakai untuk menenun dengan corak warna merah, hitam dan coklat membutuhkan waktu dua tahun. Nah, dengan begitu, Anda harus bisa menyiasati bagaimana produk yang Anda jula tetap berjalan dan tidak terlalu lama. Misalnya Anda meminta beberapa penenun sekaligus untuk setor ke usaha Anda, tentunya Anda harus sesuaikan dengan budget atau dana yang Anda miliki.

Di tempat pengrajin langsung, satu kain dihargai antara Rp 200.000 sampai Rp 300.000. Dan di Desa Tenganan ini setiap hari pasti ada saja pengunjung yang dating untuk membeli kain tenun. Dan biasanya rumah pengrajin inilah yang sekalian dibuat untuk tempat pajangan dan tempat jualan. Jadi, ketika Anda berkunjung ke sana, Anda akan langsung melihat kain yang digantung dengan berbagai macam motif dan warna.

Kain tenun Pegringsingan mempunyai peluang ekspor yang cukup tinggi. Misalnya masyarakat Jepang yang sangat membuka pasar untuk menerima kain tenun ini. Hal ini karena masyarakat jepang sangat menyukai motif etnik dan alami untuk busana, menata kamar tidur atau ruangan di rumah maupun kantor. Nah, jika Anda tertarik untuk membuat kain tradisional ini sebagai produk untuk merambah pasar Nasional dan internasional, Anda bisa memilih produk yang menggunakan ATBM yaitu alat tenun bukan mesin untuk menjaga kualitasnya agar tetap asli. Artinya, ATBM adalah cara pengerjaannya dilakukan oleh para pengrajin secara konvensional. Tertarik untuk memperkenalkan budaya kita ke seantero tanah air dan Internasional? Siapkan business plan mulai dari sekarang. Semoga sukses.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS