October 22 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Membawa Nama Usaha Keluarga

By admin - Fri Nov 30, 11:53 am

Usaha keluarga memang sudah ada selama bertahun-tahun dan benar-benar harus dijaga kesuksesannya. Usaha keluarga ini bahkan diharapkan akan semakin sukses jika dipegang oleh para generasi penerusnya yang lebih modern dan lebih pintar. Sayangnya, tidak semua generasi bisa melakukan dan mewujudkan impian itu. Masih banyak yang mempunyai hasrat tinggi terhadap karir impiannya masing-masing dan mulai tidak peduli dengan usaha keluarganya. Selain itu, biasanya generasi modern lebih mengedepankan gengsi karena mendengar suara sumbang bahwa meneruskan usaha keluarga tidak ada tantangannya karena hanya terima enaknya saja. Nah, ketika generasi tua memberikan wewenang pada generasi muda, sebaiknya ada dua pertimbangan yang harus dikaji agar usaha ini tetap berjalan sukses.

Usaha keluargaPertama adalah pemberi warisan. Nah ketika memutuskan untuk menyerahkan usaha pada anak, sebaiknya pastikan dulu bahwa anak tersebut mampu dan mau melanjutkan usaha keluarga tersebut. Sebaiknya jangan memaksakan anak yang tidak berniat untuk melanjutkan usaha ini karena jika dia bekerja setengah-setengah, hasilnya tidak akan memuaskan dan perkembangan usaha menjadi tersendat. Sebagai orang tua harus bisa membedakan antara bakat dan kecakapan nilai. Sekalipun secara teori nilai mereka bagus dan kemudian dianggap bisa menjalankan perekonomian perusahaan, tetapi ketika minat dan bakat mereka bukan dalam hal itu, maka keduanya tidak bisa saling melengkapi dan hanya akan percuma.

Usaha keluarga sebelum diturunkan ke generasi berikutnya juga sebaiknya melakukan peninjauan tentang kemampuan anak Anda untuk meneruskan usaha tersebut. Pastikan Anda yakin bahwa anak mampu untuk meneruskan usaha Anda. Jadi, anda tidak boleh bersikap setengah-setengah karena hanya akan membuat sang anak merasa lebih tertekan ketika akhirnya menuruti Anda dan menjalankan usaha ini. Yang kerap kali terjadi adalah orang tua masih belum bisa mempercayai sepenuhnya kemampuan sang anak sehingga mereka akan lebih dominan dan kemudian sang anak merasa hanya didikte. Jadi, sebaiknya Anda memberikan kepercayaan pada mereka.

Sebaliknya, orang tua harus bisa bersikap sebagai mentor yang handal dan mampu melatih dan menuntun anak dengan memberikan berbagai pertanyaan yang membangun. Jadi, jangan sekali-sekali mendikte anak agar melakukan hal-hal sesuai dengan perintah Anda. Nah, dengan Anda melalui proses coaching dengan anak Anda, akan membuat sang anak bisa berpikir lebih baik, sampai akhirnya mampu mengasah kreativitas dan kemampuannya untuk mengambil keputusan.

Usaha keluarga juga harus dilihat dari sisi yang kedua, yaitu pewaris. Menjadi seorang pewaris usaha bukan berarti hanya bisa ongkang-ongkang kaki dan menikmati hasil usaha orang tuanya saja. Sebagai seorang pnerus usaha keluarga, Anda harus mampu mempunyai berbagai pemikiran baru yang mendukung perkembangan usaha keluarga Anda agar berjalan lebih baik. Sama seperti ketika merintis usaha dari awal, seorang pewaris juga harus peka terhadap keadaan sekitarnya. Misalnya dengan berperan memberikan nilai tambah pada produk atau jasa yang dihasilkan dan juga mempunyai berbagai pemikiran baru yang bisa mendukung kesuksesan usaha keluarga. Sikap yang wajib Anda miliki adalah percaya diri, jujur dan terbuka.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS