December 13 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Manfaat Diversifikasi Pada Investasi Reksadana

By admin - Tue Jun 12, 5:05 pm

Investasi reksadana merupakan sebuah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana masyarakat pemodal untuk kemudian diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh manajer investasi. Investasi reksadana yang tertuang dalam Portofolio Efek ini berupa bermacam-macam instrument surat berharga, misalnya obligasi, saham, instrument pasar uang atau campuran dan instrument-instrumen di atas.

Investasi reksadana

Lalu mengapa investasi reksadana harus berada dalam bentuk Portofolio Efek? Hal ini sama dengan pepatah kuno yang mengatakan “jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang”. Reksa dana sama halnya dengan pepatah ini. Karena artinya adalah untuk meminimalkan kerugian dan sebaliknya mengoptimalkan keuntungan, diperlukan diversifikasi ini. Jadi, apabila nantinya ada yang mengalami kerugian tidak hanya terpusat pada satu bidang saja yang akan mengakibatkan kerugian maksimal. Jadi, keuntungan yang akan didapat juga akan lebih bervariasi dan kerugian di satu bidang akan bisa ditutupi oleh keuntungan di bidang yang lain.

Investasi reksadana kemudian muncul sebagai akibat dari para calon investor yang mengalami kesulitan untuk membina dan melakukan investasi sendiri pada surat-surat berharga, misalnya saham, obligasi, deposito dan uang kas. Kesulitan ini bisa brupa tenaga, waktu dan informasi untuk melakukan analisa, memonitor kondisi pasar dan lain sebagainya. Selain itu, dana yang relative besar untuk dapat berinvestasi di bidang surat-surat berharga tersebut juga merupakan kendala tersendiri. Dan sekarang semua itu bisa dihandle oleh reksadana. Dan inilah yang membuat reksadana semakin popular di kalangan pemain investasi karena keuntungan yang didapat.

Keuntungan yang didapat dari bermain reksadana adalah sebagai berikut. Keuntungan pertama adalah akses kepada instrument investasi yang awalnya sulit untuk dilakukan sendiri, yang meliputi obligasi, saham dan instrument lainnya. Keuntungan kedua adalah pengelolaan investasi secara professional oleh manajer investasi. Tidak hanya itu, administrasi investasi juga dilakukan oleh bank custodian. Jadi, dengan berinvenstasi di reksadana, Anda bisa bebas dari pekerjaan memonitor, menganalisa dan juga hal-hal administrasi lainnya. Keuntungan ketiga adalah diversifikasi investasi secara otomatis. Karena dengan pengelolaan portofolio investasi oleh reksadana, maka secara otomatis dana Anda juga akan terdiversifikasi. Keuntungan empat adalah hasil investasinya bukan merupakan objek pajak. Hal ini dikarenakan kewajiban pajak sudah dipenuhi oleh reksadana.

Investasi reksadana juga mempunyai keuntungan yang kelima yaitu masih tentang objek pajak. Karena kupon dari obligasi juga bkan merupakan objek pajak. Keuntungan keenam adalah mempunyai likuiditas tinggi. Dan juga unit penyertaan atau satuan investasi dalam reksadana dapat dibeli dan dicairkan setiap hari melalui manajer investasi. Keuntungan ketujuh adalah dana awal untuk investasi ini sangat kecil, yaitu mulai Rp 200.000 dan sudah mempunyai hak untuk mendapatkan semua keuntungan tersebut di atas.

Jika ditinjau secara luas, reksadana tidak hanya bermanfaat bagi para investor saja tetapi juga bagi emiten, pemerintah maupun perusahaan yang membutuhkan dana investasi melalui penerbitan surat breharga. Karena dengan reksadana, dana investasi dapat menjangkau investor individu secara luas. Hal ini mengakibatkan dana yang terkumpul lebih besar. Berdasarkan bentuk hukumnya, jenis reksadana dibagi menjadi 2, yaitu reksadana beerbentuk perseroan dan juga reksadana berbentuk KIK (Kontrak Investasi Kolektif). Jenis reksadana yang pertama yaitu reksadana berbentuk perseroan ini merupakan emiten yang mempunyai kegiatan usaha untuk menghimpun dana dengan cara menjual saham melalui penawaran perdana (IPO). Kemudian selanjutnya dana dari penjuualan saham tadi diinvestasikan kedalam berbagai jenis Efek yang kemudian bisa diperdagangkan dalam paar uang dan juga pasar modal (portofolio Investasi). Kemudian jenis reksadana yang kedua adalah KIK (Kontrak Investasi Kolektif). Jenis ini merupakan kontrak antara manajer investasi dan juga bank custodian yang mengikat pemegang unit penyertaan. Kemudian manajer investasi diberikan wewenang untuk mengelola portofolio investasi kolektif. Sedangkan bank custodian diberikan wewenang untuk melakukan penitipan kolektif.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS