November 17 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Langkah Memilih Saham Untuk Ditradingkan

By admin - Fri Apr 13, 4:39 pm

Langkah memilih saham biasanya membutuhkan analisis dan intuisi bagi yang sudah expert. Tetapi bagi Anda yang masih baru dalam bidang ini, harus memperbanyak jam terbang untuk mengasah intuisis Anda dalam trading. Langkah memilih saham berawal ketika Anda melihat barisan harga saham yang bergerak cepat di tampilan Running Price. Pada saat itu muncul pertanyaan bagaimana cara memilih saham yang akan Anda tradingkan? Karena Begitu banyak juga kode-kode saham yang bergerak dengan cepat.

Langkah memilih saham

Belajar investasi akan menjelaskan beberapa hal yang perlu diketahui sebelum Anda memilih saham yang akan Anda transaksikan. Anda pasti mengenal tentang diri anda sendiri. Jika ada pertanyaan Anda lebih suka cara trading yang seperti apa? Trading jangka panjang (Long Term) atau trading harian (Daily Trade), Anda suka yang beriko tinggi atau yang tidak terlalu tinggi? Mengapa ada pertanyaan-pertanyaan ini? Karena dengan Anda bisa menjawab 1 pertanyaan ini sudah ada 1 petunjuk Anda dapat memilih saham apa. Point-point yang perlu di pertimbangkan dalam memilih saham adalah:

  1. Kondisi Laporan keuangan dari perusahaan pemilik saham.
  2. Menggunakan cara trading Long Term atau Daily Trade.
  3. Suka yang beresiko tinggi atau  beresiko sedang.
  4. Tiap tahun konsisten membagikan Deviden.

Langkah memilih saham juga harus didahului dengan mengerti macam-macam saham yang ada di bursa. Pada dasarnya saham yang terdapat di bursa dibagi menjadi 3 layer (3 kategori) yaitu saham blue chips, saham second liner, dan saham third liner. Yang pertama adalah saham Blue Chips. Saham Blue Chips adalah saham dari perusahaan yang tergolong perusahaan besar, karena memiliki total asset yang besar juga. Syarat bagi perusahaan yang ingin msk kategori ini harus memiliki total asset > 5 triliun.  Perusahaan tersebut juga memiliki laporan keuangan yang baik, setiap tahunnya selalu mencatat pertumbuhan laba bersih, menunjukan perkembangan perusahaannya secara stabil dan juga setiap tahun tercatat membagikan deviden kepada para pemegang saham. Saham Blue Chips ini biasa di sebut dengan LQ45 karena terdiri dari 45 saham yang likuid di pasar atau saham First Linier.

Jenis yang kedua adalah saham second liner. Kita masuk ke dalam lapisan ke 2 di dalam lapisan ini terdapat saham-saham dari perusahaan yang memiliki sebutan kapitalisasi sedang karena total assetnya antara Rp. 1 Triliun dan Rp. 5 Triliun. Saham ini tergolong saham aktif diperdagangkan juga.  Jenis yang ketiga adalah saham third liner. Saham lapisan yang terakhir ini  kapitalisasi pasar yang sangat rendah. Disebut juga Small Cap memiliki nilai kapitalis di bawah 1 triliun. Bagian lapisan ketiga ini sering disebut saham yang bisa di goreng. Saham goreng disini bukannya kita menggorengnya seperti kita menggoreng diatas api kompor. Tetapi saham saham tersebut mengalami suatu proses jual dan beli berdasarkan suatu kepentingan tertentu dari penjual /pembeli tapi tidak semua perusahaan di lapis ke tiga ini yang bisa di “goreng”. Di lihat juga apakah kondisi perfomance nya masih cukup baik untuk saat ini maupun untuk kedepannya nanti.

Langkah memilih saham yang biasanya jadi target para oknum untuk di jadikan Saham Goreng adalah saham tidur. Saham tidur adalah perusahaan-perusahaan yang sudah go publik terdaftar di BEI tapi tidak aktif memberikan laporan perkembangan perusahaannya sehingga para investor saham lambat laun menjadi kurang tertarik atas saham tersebut. Jadi harga sahamnya “stag” tidak bergerak secara significant dan akhirnya muncul suatu opini bahwa saham tidur itu tidak likuid dan tidak bagus perkembangan perusahaannya.

Padahal sesungguhnya bisa jadi tidak demikian, bisa jadi hanya masalah Emiten (perusahaan yang mengeluarkan saham) kurang aktif dalam mempromosikan perkembangan kepada masyarakat, sehingga tidak ada yang berani untuk membeli sahamnya. Karena dampaknya bisa saja dana investor akan tidak bergerak karena tidak ada transaksi jual beli, dengan kata lain dana investor bisa “nyangkut” di saham tersebut.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS