December 13 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Kunci Kesuksesan Finansial Anda

By admin - Fri Jun 08, 11:26 am

Kesuksesan financial merupakan dambaan bagi setiap orang. Kesuksesan financial juga harus dibarengi dengan memahami silkus hidup financial Anda. Sejalan dengan berjalannya siklus kehidupan manusia mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, orang tua sampai tua renta, maka berbagai pandangan dan kebutuhan finansial kita juga selalu berubah-rubah sesuai kondisinya. Mempelajari hal ini bertujuan untuk memudahkan pengambilan keputusan finansial, apa yang perlu kita lakukan dan apa yang sebaiknya tidak kita lakukan berkaitan dengan uang dari tiap tahapan kehidupan kita. Lebih dari, manfaatnya bukan sekedar hanya untuk menambah pengetahuan kita sendiri, namun juga membantu memahami kebutuhan dan pandangan orang lain secara finansial, sesuai dengan usianya juga.

Kesuksesan financial

Siklus pertama adalah usia Sekolah Dasar sampai dengan lulus Perguruan Tinggi S1 di usia 20-an. Ketika kita masih berada di rentang umur 0-18 tahun, kita masih belum mempunyai tanggung jawab apapun karena semua kebutuhan dipenuhi oleh orang tua kita. Sedangkan ketika memasuki usia di Perguruan Tinggi, mungkin Anda tidak lagi sepenuhnya mengandalkan uang orang tua. Anda bisa mengambil pekerjaan paruh waktu untuk tambahan jajan, membeli buku, dan lain sebagainya. Karena dengan naiknya ongkos kuliah, transport dan buku-buku, memang agak sulit jika harus mengandalkan orang tua. Lagipula mempunyai uang sendiri, kedengaran lebih cool & gaul.

Kesuksesan financial pada siklus usia 20 tahunan juga sudah berbeda lagi. Jika Anda ingin melanjutkan kuliah lagi, saat ini sudah mulai terpikir untuk membiayai diri sendiri walaupun terkadang masih disokong orang tua, walaupun cuma 20%. Bisa juga berusaha mendapatkan beasiswa untuk mensponsori biaya pendidikan Anda. Setelah memasukin dunia kerja, biasanya akan sangat membanggakan. Penghasilan dalam tahap ini masih belum besar tetapi sudah mulai membangun kebiasaan berbelanja dengan cara mengeluarkan uang sesuai dengan anggaran yang sudah direncanakan. Pada masa ini, biasanya kita masih malas menabung tetapi lebih rajin berbelanja. Tetapi alangkah baiknya jika sekarang Anda mulai membbiasakan diri menabung dengan menyisihkan 10% dari gaji. Pada usia ini kebutuhan dana cadangan belum terlalu besar sehingga cukup mencadangkan sebesar 1 kali pengeluaran Ada perbulan. Anda bisa menempatkan rekening dana cadangan ini di rekening tabungan.

Siklus di usia 30-an, biasanya sudah menikah. Jika sudah mempunyai anak, sebaiknya sudah mulai mengcover mereka dengan asuransi. Karena dengan adanya anak, dana pendidikan anak juga harus sudah disiapkan. Anda bisa mempersiapkan dengan cara menabung di tabungan pendidikan, mengambil asuransi pendidikan atau ke dalam produk investasi lain. Pertimbangkan juga untuk mengambil asuransi kesehatan yang lebih lengkap seperti asuransi yang mencover risiko kecelakaan, penyakit kritis, cacat tetap akibat kecelakaan, atau risiko-risko kesehatan lain yang belum dicover oleh tunjangan kesehatan dari perusahaan Anda. Jika Anda mengambil cicilan KPR atau mobil, pastikan cicilan tersebut tidak memberatkan Anda. Sediakan waktu untuk survey dan membandingkan satu dengan yang lain.

Kesuksesan financial pada siklus usia 40-an adalah berusaha meningkatkan setoran tabungan dan investasi. Hal ini untuk persiapan pensiun. Pastikan setoran tabungan dan investasi selalu naik sesuai dengan kenaikan penghasilan Anda. Setiap kali mendapatkan rejeki lebih baik berupa bonus atau THR, sisihkanlah terlebih dahulu untuk menambah investasi Anda. Selain itu, Anda juga harus melakukan evaluasi terhadap uang tanggungan Anda, misalnya asuransi, cicilan KPR atau mobil yang belum selesai. Jika Anda sudah mempunyai uang cukup, sebaiknya segera lunasi cicilan-cicilan tersebut.

Siklus di usia 50-an tahun. Disaat menjelang pensiun, ada baiknya Anda mengatahui saldo pensiun Anda yang terakhir, sehingga bisa melakukan evaluasi dan revisi jika dana yang terkumpul masih jauh dari target. Review semua investasi Anda, jika hampir semua investasi Anda berisiko tinggi segeralah melakukan iversifikasi dan alokasikan secara proporsinal ke investasi yang risikonya lebih rendah. Catat kapan cicilan KPR yang terakhir dan pastikan bahwa pembayaran cicilan KPR sudah selesai sebelum Anda pensiun. Asuransi kesehatan hari tua juga sebaiknya Anda perhitungkan. Siklus berikutnya adalah di usia pension, yaitu 55 atau 60-an. Inilah saatnya Anda mengajukan klaim dana pensiun dari program asuransi yang Anda ikuti.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS