November 15 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Kriteria Meminjam Modal

By admin - Mon Jul 02, 4:42 pm

 

Meminjam modal merupakan salah satu knci untuk mengembangkan sebuah usaha. Meminjam modal bagi para pelaku usaha kecil sangat besar artinya. Tetapi Bank tidak akan memberikan kredit kepada siapapun yang menurutnya tidak memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan. Terlebih untuk usaha yang baru dan belum terlihat hasilnya, pasti pihak Bank juga akan memikirkan segala macam kemungkinan yang akan terjadi, misalnya usaha baru tersebut tidak mampu bersaing dan akhirnya gulung tikar.

Meminjam modal

Walaupun sekarang sudah ada KUR (Kredit Usaha Rakyat), tetapi masih banyak kalangan yang menganggap kredit bank ini masih memberatkan. Hal ini sebenarnya wajar mengingat pihak Bank tidak ingin mengambil resiko besar dengan memberikan pinjaman kepada orang yang dianggap belum kompeten dan belum diyakini bisa bertanggung jawab. Jadi, masalahnya sekarang adalah bagaimana Anda bisa menjadi terlihat kompeten di mata pihak Bank agar Anda diberikan pinjaman modal usaha. Jika Anda adalah salah satu pelaku usaha kecil yang ingin merintis usaha dengan meminjam uang bank, berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan.

Meminjam modal di Bank pasti dibutuhkan keberanian yang tidak kecil karena pertanggung jawaban yang harus dibayar setiap bulannya wajib Anda laksanakan. Sebenarnya, pihak Bank selalu menilai seseorang layak atau tidak adalah berdasarkan beberapa hal, yaitu character (karakter), capital (modal), collateral (jaminan), capacity (kapasitas usaha) dan juga condition (kondisi usaha). Berikut adalah penjelasan lebih lanjut. Aspek pertama yang dijadikan pertimbangan adalah karakter. Yang dimaksud karakter adalah hal-hal yang meliputi komitmen usaha yang dibangun, rekanan usaha (pelanggan dan pemasok) serta sejarah perbankan. Dari sini akan dinilai apakah Anda pernah mempunyai masalah keuangan (dalam pinjaman) atau tidak.

Aspek kedua adalah capital atau modal. Pihak Bank tentu akan melihat modal yang dibutuhkan untuk usaha yang Anda inginkan. Sebenarnya pihak Bank tidak akan membayar sepenuhnya usaha yang mengajukan permohonan. Misalkan Anda mengajukan pinjaman sebesar Rp 100 juta, bisa jadi jika diloloskan Anda hanya akan diberikan modal sebesar Rp 80 juta. Untuk itulah Anda harus mempunyai modal tambahan untuk menutup kekurangan modal yang dibutuhkan. Self financing atau modal sendiri juga akan menjadi pertimbangan bagi pihak Bank. Misalnya komposisi kepemilikan modal tersebut, siapa uang dominan, dan juga siapa pengurus modal tersebut.

Meminjam modal di Bank juga dipengaruhi oleh aspek ketiga yaitu jaminan. Jaminan terbagi menjadi dua jenis, yaitu jaminan yang berwujud (misalnya mesin, peralatan, bangunan, kendaraan, tanah, dan lain sebagainya) dan juga jaminan yang tidak berwujud (misalnya garansi perusahaan atau garansi perorangan).

Aspek keempat yang mempengaruhi adalah kondisi usaha. Kapasitas usaha merupakan factor pendukung yang akan menjadikan pertimbangan apakah Anda berhak menerima pinjaman atau tidak. Pihak Bank akan melihat hasil penjualan, struktur biaya, perputaran tagihan, arus kas, dan juga biaya terhadap pendapatan. Kriteria yang dikeluarkan oleh masing-masing lembaga keuangan tentu saja berbeda. Tetapi dimanapun Anda ingin mengajukan kredit, sebaiknya Anda mempersiapkan aspek-aspek tersebut di atas agar tidak kecewa. Jangan lupa untuk melakukan perizinan usaha karena hal ini akan mempengaruhi kondisi usaha yang dijadikan pertimbangan oleh pihak Bank. Perizinan ini dikeluarkan oleh instansi yang berwenang di setiap level yang berbeda. Apabila usaha Anda untuk meminjam modal masih terganjal oleh penolakan, sebaiknya mulailah dengan melihat usaha Anda dari sisi pihak Bank sehingga Anda bisa lebih mudah melakukan perbaikan untuk kemudian mengajukan kredit tersebut kembali. Selamat mencoba dan semoga sukses.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS