November 24 2014
  • 1
Jakarta, ID - 34 °CThunder in the Vicinity - Humidity: 56%
Advertisement

Klasifikasi Industri Kreatif

By admin - Fri Jun 01, 4:28 pm

Industri kreatif berbeda dengan karakteristik industry pada umumnya. Industri kreatif adalah kelompok industry yang terdiri dari berbagai jenis industri yang masing-masing mempunyai keterkaitan dalam proses pengeksploitasian ide atau kekayaan intelektual (intellectual property) menjadi nilai ekonomi tinggi yang dapat menciptakan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan.

Industri kreatif

Di Negara Inggris, ada beberapa kelompok industry kreatif, yaitu advertising, architecture, art & antiques markets, craft, design, designer fashion, film & video, interactive leisure software, music, performing art, publishing, software & computer service, television and radio. Sedangkan Indonesia mengelompokkan beberapa sector berikut ini kedalam kelompok industry kreatifnya, yaitu:

  1. Arsitektur.
  2. Desain.
  3. Fesyen.
  4. Film, video dan fotografi.
  5. Kerajinan.
  6. Layanan computer dan piranti lunak.
  7. Musik.
  8. Pasar barang seni.
  9. Penerbitan dan percetakan.
  10. Periklanan.
  11. Permainan interaktif.
  12. Riset dan pengembangan.
  13. Seni pertunjukan.
  14. Televisi dan radio.

Industri kreatif tentunya juga membutuhkan sumber daya yang mampu memaksimalkan potensi kreativitasnya. Karena kreativitas di industry ini memegang peranan sentral sebagai sumber daya utama. Industry ini lebih banyak membutuhkan sumber daya kreatif yang berasal dari kreatifitas manusia daripada sumber daya fisik. Namun, sumber daya fisik tetap diperlukan terutama dalam peranannya sebagai media kreatif.

Pada umumnya, industry ini terdiri dari enam kelompok atau golongan utama yang mewakili empat belas subsector industry kreatif di Indonesia. Keenam kelompok tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Kelompok Industri Publikasi dan Presentasi Melalui Media (Media Publishing and Presence). Kelompok ini terdiri dari; Penerbitan & Percetakan dan Periklanan (2 subsektor).
  2. Kelompok Industri dengan Kandungan Budaya yang Disampaikan Melalui Media Elektronik (Electronic Media Presentation with Cultural Content). Kelompok ini terdiri dari; TV & Radio dan Film, Video, & Fotografi (2 subsektor).
  3. Kelompok Industri dengan Kandungan Budaya yang Ditampilkan ke Publik baik secara langsung maupun lewat media elektronik (Cultural Presentation). Kelompok ini terdiri dari; Musik dan Seni Pertunjukan (2 subsektor).
  4. Kelompok Industri yang Padat Kandungan Seni dan Budaya (Arts and Culture Intensive). Kelompok ini terdiri dari; Kerajinan dan Pasar Barang Seni (2 subsektor).
  5. Kelompok Industri Desain. Kelompok ini terdiri dari; Desain, Fesyen, dan Arsitektur (3 subsektor).
  6. Kelompok Industri Kreatif dengan Muatan Teknologi (Creativity with Technology). Kelompok ini terdiri dari; Riset & Pengembangan, Permainan Interaktif, dan Teknologi Informasi & Jasa Perangkat Lunak (3 subsektor).

Industri kreatif yang telah dibagi kedalam beberapa suksektor ini berperan penting dalam menentukan strategi pengembangan. Karena dengan mengetahui intensitas pemanfaatan sumber daya alam di dalam industri kreatif, maka strategi pengembangan sektor tertentu harus memperhatikan aspek kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang dibutuhkan dalam industri tersebut.

Selain itu, kebijakan pemerintah dari berbagai instansi yang menyentuh empat aspek dominan yang berbeda di dalam industri kreatif tersebut (Seni dan Budaya, Media, Desain, dan Iptek) akan berdampak pula pada subsektor industri kreatif bersangkutan. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah terhadap pengembangan industri kreatif akan bersifat lintas sektoral dan membutuhkan koordinasi antar instansi. Pemahaman mengenai rantai penciptaan nilai dalam industry ini akan berpengaruh pada rangkaian industry. Rantai nilai yang menjadi pokok perhatian dalam menentukan strategi pengembangan memiliki urutan sebagai berikut:

  1. Kreasi, terdiri dari; Edukasi, Inovasi, Ekspresi, Kepercayaan Diri, Pengalaman dan Proyek, Proteksi, Agen Talenta.
  2. Produksi, terdiri dari; Teknologi, Jaringan Outsourcing Jasa, Skema Pembiayaan.
  3. Distribusi, terdiri dari; Negosiasi Hak Distribusi, Internasionalisasi, Infrastruktur.
  4. Komersialisasi, terdiri dari; Pemasaran, Penjualan, Layanan (Services), Promosi.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

Leave a Reply

Comments are closed on this post.

Advertisement