December 12 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Kelebihan Berbisnis Kue Non-Terigu

By admin - Thu Mar 29, 4:34 pm

Berbisnis kue non-terigu merupakan hasil kreasi dan inovasi. Karena dalam berbisnis, Anda harus berinovasi untuk menampilkan yang terbaik yang tidak dimiliki oleh pesaing. Berbisnis kue non-terigu akan membuat konsumen Anda penasaran, karena memang begitulah langkah awal untuk menarik pasar. Anda harus membuat calon konsumen Anda penasaran dan ada keinginan untuk membeli. Untuk mengganti tepung terigu, Anda bisa menggunakan tepung singkong. Tetapi Anda harus cermat dalam memilih singkong yang merupakan bahan utama karena terkadang kualitas singkong bisa jelek jika musim hujan. Begitupun sebaliknya, jika cuaca bagus, maka singkong pun bagus.

Kesulitan lainnya adalah mengenai volume pembelian tepung yang harus dalam jumlah besar dari pabriknya. Setiap pembelian, Anda setidaknya harus beli minimal 50 kilogram. Satu kilogram tepung singkong seharga Rp 6.000. Karena harus beli banyak, Anda pun tidak perlu memaksakan memakai semua tepung. Sebagian bisa Anda jual kembali. Karena kan belum banyak di pasaran, jadi peluang ini pun bisa Anda ambil.

Berbisnis kue non-terigu

Berbisnis kue non-terigu sebenarnya mempunyai banyak kelebihan. Ketimbang tepung terigu, tepung singkong ternyata lebih banyak kandungan serat, protein, zat besi, hingga kalsium. Singkong pun punya kandungan garam yang rendah. Lebih padat teksturnya daripada tepung terigu adalah perbedaannya ketika diolah menjadi kue. Karena keunggulan tepung singkong ini, Anda bisa menyasar anak-anak autis sebagai konsumen. Karena anak autis harus makan makanan yang gluten free. Jadi tepung dari umbi-umbian menjadi salah satu yang masuk kriteria. Modal yang harus Anda disiapkan untuk melayani konsumen khusus ini pun terbilang besar. Lantaran kue tidak bisa sembarang membuat. Ada bahan-bahan tertentu yang tidak bisa dikonsumsi. Modalnya bisa di atas Rp 500.000 untuk sekali pesanan. Anda bisa membuka pesananan melalui pesan teks (SMS) atau internet dan pembayarannya melalui transfer.

Pernahkah Anda memakan brownies? Tetapi pernahkah Anda memakan brownies yang terbuat dari tepung singkong? Ternyata dari pengakuan beberapa masyarakat yang pernah merasakan brownies singkong ini, mereka mengaku justru rasanya lebih enak dari pada brownies yang menggunakan tepung terigu. Pada dasarnya secara penggunaan tepung singkong lebih irit dibandingkan dengan tepung terigu. Jika dilihat dari teksturnya, tepung singkong memiliki tekstur yang lebih padat, ini yang membuat irit dalam penggunaannya tepung singkong. Misalnya, untuk membuat satu adonan kue dibutuhkan 200 gr tepung terigu. Sedangkan dengan tepung singkong hanya diperlukan 150 gr.

Berbisnis kue non-terigu kemungkinan besar akan memberikan keuntungan yang lebih banyak untuk Anda. Karena secara teknis, tepung singkong mempunyai kadar air lebih sedikit sehingga brownies cepat matang saat dikukus, jadi lebih hemat gas. Ada lagi beberapa hal yang membuat tepung singkong ini mejadi pengganti tepung terigu. Yaitu kadar gula lebih tinggi sehingga irit penggunaan gula, rasanya netral sehingga gampang menyerap penambah rasa apa pun. Dan yang paling menguntungkan harganya lebih murah, tepung terigu dijual dengan harga Rp 7 ribu – Rp 10 ribu per kilogram, sedangkan tepung singkong Rp 5 ribu/kg.

Kemudian jika dilihat dari daya tahannya, tepung singkong dapat disimpan hingga setahun sedangkan tepung terigu baru sebulan sudah kutuan. Setelah diolah menjadi brownies, brownies singkong mampu bertahan 12 hari di luar lemari es, sedangkan browines terigu hanya selama seminggu (di dalam kulkas, baik brownies singkong maupun brownies terigu mampu bertahan selama sebulan).

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS