July 30 2014
  • 1
Jakarta, ID - 30 °CPartly Cloudy - Humidity: 62%
Advertisement

Kelapa Sawit Indonesia

By admin - Thu Jan 05, 2:46 pm

 

Kelapa sawit Indonesia merupakan komodti ekspor yang bisa disandingkan dengan emas. Pada tahun ini saja, kelapa sawit Indonesia diperkirakan mencapai 25 juta ton. Jumlah tersebut naik 6,4 persen dari total produksi tahun lalu yakni sebanyak 23,5 juta ton. Salah satu pemicunya adalah penambahan area perkebunan menjadi 8,2 juta hektar. Total areal perkebuanan kelapa sawit pada 2012, akan mencapai 8,2 juta hektare sementara ekspor diperkirakan 17,5 hingga 18 juta ton. Sementara itu, harga CPO pada 2012 diperkirakan akan berkisar 1.000 hingga 1.200 dolar AS per ton.

Produksi maupun ekspor CPO 2011 meningkat dibandingkan 2010. Pada 2011 dari produksi CPO sebanyak 23,5 juta ton sekitar 16,6 juta ton diekspor, sedangkan selama 2010 ekspor hanya 15,6 juta ton dari produksi sekitar 22 juta ton. Sementara konsumsi dalam negeri minyak sawit pada 2011 juga meningkat dari tahun sebelumnya yakni menjadi 6 hingga 6,2 juta ton dari 5,5 juta ton pada 2010. Laju ekspansi perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat semakin cepat. Untuk menghentikannya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalbar meminta pemerintah untuk turut berperan dalam meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit.

Kelapa sawit Indonesia tidak hanya mampu menyumbang devisa untuk Negara dengan nilai yang sangat tinggi tetapi juga menyumbang lahan hijau di Indonesia. Walaupun memang Oksigen yang dihasilkan tidak sebanyak hutan, tetapi paling tidak sudah mampu mengisi lahan di Indonesia dengan perkebunan yang membawa manfaat. Di Kalimantan Barat sendiri sudah ada ribuan hektar kebun sawit sehingga sebaiknya Pemerintah menghentikan perizinan baru untuk kemudian meningkatkan produktifitas kebun sawit yang sudah ada saja agar lebih efektif. Dengan begitu, lahan untuk hutan dan pertanian juga tidak berkurang.

Peningkatan produktivitas itu sangat penting mengingat selama ini masyarakat yang bekerja sama dengan perusahaan perkebunan selalu mengeluhkan kecilnya pendapatan mereka. Buruh serta masyarakat pemilik plasma kebun, selama ini selalu mengeluh hasil mereka kecil. Itu terjadi karena produktivitas rendah. Jadi, pemerintah harus campur tangan untuk meningkatkan produktivitas karena pemerintah jugalah yang memberikan izin kebun sawit itu beroperasi. Hingga Juli 2008, sekitar 100.000 hektar kebun sawit milik ratusan kelompok tani di Kalimantan Barat telah di daftarkan untuk diikutkan dalam program revitalisasi perkebunan sawit. Dalam program tersebut, petani akan mendapatkan kredit untuk peremajaan tanaman sawit sebesar Rp 28 juta per hektar.

Kelapa sawit Indonesia, khususnya minyak kelapa sawit mentah, di pasar Internasional terus naik setelah iklim menekan produksi minyak nabati. Produksi minyak kedelai Argentina dan Brasil bakal anjlok karena kemarau akibat La Nina. Hujan lebat di Sumatera dan Malaysia juga memengaruhi panen kelapa sawit. Kondisi ini terjadi saat permintaan meningkat akibat libur Natal dan Tahun Baru. Peningkatan konsumsi energi membuat harga minyak bumi, salah satu penentu utama harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO), naik. Sebenarnya, harga naik mengikuti permintaan yang meningkat. Libur Natal dan Tahun Baru membuat konsumsi energi meningkat sehingga harga CPO naik mengikuti harga minyak bumi.

Fluktuasi harga akibat kenaikan konsumsi saat produksi stagnan telah diprediksi sejumlah analis minyak nabati terkemuka dalam Konferensi Minyak Sawit Indonesia VII di Nusa Dua, Bali, 1-2 Desember 2011. Mereka memprediksi harga CPO tetap tinggi pada 2012 sehingga tetap menopang ekspor. Indonesia diperkirakan memproduksi 23,5 juta ton CPO tahun 2011 dan mengekspor 16,5 juta ton di antaranya. Jika harga rata-rata CPO 900 dollar AS per ton, ekspor CPO mencapai nilai 14,8 miliar dollar AS (Rp 133,2 triliun) tahun 2011.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

Leave a Reply

Comments are closed on this post.

Advertisement