November 14 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Jogging vs. Jalan Cepat

By admin - Mon Jan 09, 7:47 pm

 

Jogging vs. jalan cepat merupakan jenis olah raga yang paling digemari masyarakat dunia. Banyak masyarakat yang menyimpulkan bahwa manfaat jogging vs. jalan cepat sama jika dilakukan setiap hari secara rutin. Namun, sebuah riset terbaru mengklaim bahwa jogging atau lari santai lebih baik ketimbang jalan cepat. Peneliti menyimpulkan bahwa dengan melakukan jogging kerja otot menjadi lebih baik dan tidak cepat lelah ketimbang melakukan jalan cepat.

Hasil analisa para ahli menunjukkan, berlari sejauh kurang lebih dua meter per detik dapat membantu otot betis Anda bekerja lebih efisien. Gerakan yang efisien tersebut membantu otot melepaskan lebih banyak momentum, sehingga energi yang dihasilkan meningkat. Dalam temuannya, para peneliti dari Amerika Serikat menggunakan alat yang disebut ultrasound.  Alat ini bekerja dengan cara memindai otot para peserta yang berlari di atas treadmill untuk melihat perbedaan yang terjadi ketika berjalan dan berlari.

Jogging vs. jalan cepat dalam kaitannya dengan penelitian yang dilakukan oleh para peneliti Amerika Serikat tersebut juga mencatat, ketika sedang berlari santai (jogging), sebagian dari otot betis akan bekerja seperti halnya kopling mobil – yang memungkinkan Anda untuk beralih dari satu gigi ke gigi lain. Riset dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Sementara itu, kelompok peneliti dari North Carolina State University mencatat bahwa berjalan cepat hanya akan membuat otot bekerja lebih keras dan memberikan sedikit energi, yang akhirnya menurunkan stamina seseorang. Tetapi dengan jogging pada kecepatan dua meter per detik akan mendorong perubahan bentuk otot secara perlahan dan bertahap, sehingga memberikan lebih banyak kekuatan meskipun tidak bekerja terlalu keras. Saat berjalan cepat, otot tidak bekerja secara efisien, sehingga membuat tubuh cenderung ingin berlari untuk meningkatkan efisiensi, kenyamanan dan menghemat energi energi.

Jogging vs. jalan cepat juga mampu mengatasi timbunan lemak di dalam tubuh, terutama perut. Timbunan lemak di perut bisa menjadi tanda gangguan metabolik yang mengarah pada penyakit diabetes dan jantung. Melakukan olahraga aerobik atau jogging jauh lebih efektif untuk menyingkirkan lemak perut ketimbang olahraga angkat beban. Dalam sebuah penelitian yang berlangsung selama 8 bulan, para peneliti membandingkan efektivitas olahraga aerobik seperti jogging dengan olahraga ketahanan seperti angkat beban, atau pun kombinasi keduanya untuk mengatasi lemak perut. Penelitian dilakukan pada 196 orang kegemukan yang memiliki gaya hidup kurang aktif. Mereka berusia 18-70 tahun. Partisipan dalam kelompok aerobik melakukan joging 12 mil setiap minggu dengan denyut jantung (heart rate) maksimum 80 persen. Sementara kelompok olahraga ketahanan melakukan tiga set latihan dengan pengulangan hitungan 8-12 tiga kali dalam seminggu.

Olahraga aerobik secara signifikan mengurangi lemak perut (visceral) dan lemak liver yang berbahaya bagi kesehatan. Jumlah kalori yang dibakar 67 persen lebih banyak. Pada kelompok olahraga angkat berat manfaat itu tidak terlihat. Sementara itu kelompok olahraga kombinasi mendapat manfaat sama seperti kelompok aerobik saja. Olahraga ketahanan sangat baik untuk meningkatkan kekuatan dan massa otot. Tetapi jika Anda kegemukan dan ingin menyingkirkan lemak perut, olahraga aerobik adalah pilihan terbaik karena membakar lebih banyak kalori. Tetapi tentu saja pola makan juga sangat mempengaruhi hasil akhir dari program pengurangan lemak perut ini. Salah satu kebiasaan yang sangat tidak dianjurkan adalah ‘ngemil’. Penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa masyarakat yang gemar melakukan jogging akan ‘ngemil’ lebih sedikit daripada mereka yang tidak pernah berolah raga.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

  • Comments Off on Jogging vs. Jalan Cepat