November 18 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Investasi CPO atau emas?

By admin - Fri Dec 30, 3:56 pm

Investasi CPO atau emas? Terkadang masyarakat bingung untuk menentukan keputusan mana yang paling tepat. Investasi CPO atau emas? Dua komoditas ini memang tengah menjadi perhatian dunia. CPO atau Crude Palm Oil merupakan saingan terberat emas dunia yang saat ini berada pada level US$1.372 per troy ounce. Peningkatan harga ini terjadi sekitar 30 persen dalam setahun terakhir. Analis memperkirakan harga emas akan berada dikisaran US$1.450 per troy ounce, sampai akhir tahun ini.

Data US Geological Survey (USGS) memperlihatkan bahwa produksi emas naik 2,26 ton menjadi 2.350 ton pada 2009. Produksi ini, 9,6 persen di bawah puncaknya pada 2001. Seorang pengamat emas mengamati bahwa penurunan produksi telah membuat harga emas melambung tinggi. Dalam satu dekade, harga emas naik dari US$275 troy ounce (1 troy ounce setara 31,1 gram) menjadi lebih dari US$1.300 pada bulan ini. Sementara itu, harga CPO dunia saat ini mencapai level US$890 per ton. "Hingga akhir tahun, harganya akan berada dikisaran US$900–950 per ton. Artinya, ada kenaikan sekitar 40,11 persen dibandingkan rata-rata harga CPO pada tahun lalu (2009), yakni di level US$678 per ton. Nilai itu jauh lebih tinggi dari ekspektasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) yang hanya memprediksikan naik sebesar 12 persen.

Investasi CPO atau emas? Mungkin Anda bisa mulai menentukan pilihan dengan melihat perkembangan yang terjadi saat ini. Karena kenaikan harga ini juga disebabkan tidak seimbangnya antara permintaan dan ketersediaan barang untuk CPO. Riset OSK Investment meningkatkan target price earning ratio (PER) untuk saham perkebunan dari 15 kali menjadi 18 kali untuk tahun 2011. Minimnya produksi CPO dunia tak terlepas karena faktor cuaca yang tidak menentu, curah hujan yang tinggi, serta adanya ancaman badai La Nina. Imbasnya, harga pun terus membumbung dan marjin keuntungan yang diperoleh perusahaan berbasis CPO menjadi semakin besar.

Kondisi ini diakui beberapa pelaku pasar sebagai kondisi positif (bulish). Jadi, komoditas Indonesia bulish sampai tahun 2011. Kondisi ini seharusnya dijadikan momentum untuk menambah portofolio investasi. Meski indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia juga tengah baik, ada baiknya sebagai diferensiasi portofolio investasi, mengalihkannya sebagian ke komoditas.

Investasi CPO atau emas? Berikut pertimbangannya. Emas memiliki stabilitas lebih baik ketimbang jenis investasi lainnya. Data Indonesia Commodity and Derivatives Exchange menunjukkan, volatilitas emas dalam satu tahun sebesar 18,7 persen. Ini yang menyebabkan China switch (beralih) investasi ke emas. Sementara itu, tingkat imbal hasil dari emas dalam dua tahun sebesar 27-30 persen.

Sedangkan Cpo yang mempunyai harga Rp7.235 per kilogram untuk pengiriman Oktober 2011. Investasi CPO memiliki tingkat pengembalian sebesar 13,75 persen. Sementara itu, periode yang sama tahun lalu, tingkat pengembalian investasi CPO minus 20 persen. Jadi, keputusan melakukan investasi adalah keputusan Anda secara pribadi. Hal itu akan tergantung pada selera Anda. Jika Anda menginginkan investasi dalam jangka waktu lama dan mempunyai resiko relative lebih kecil, Anda bisa memulainya dengan investasi emas. Sebelum Anda memulai berinvestasi, sebaiknya Anda tetap mengikuti perkembangan yang mendasar tentang nilai emas dan CPO di dunia. Serta, sebaiknya Anda juga berkonsultasi dengan sang ahli yang akan membantu Anda menentukan keputusan. Sehingga Anda menghasilkan investasi yang menguntungkan dan terbebas dari kemungkinan merugi yang sangat rentan.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

  • Comments Off on Investasi CPO atau emas?