November 18 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Indonesia di Mata ASEAN

By admin - Thu Jan 12, 1:16 pm

Indonesia di mata ASEAN mulai berubah pasca krisis Global yang dialami Eropa dan Amerika Serikat. Indonesia di mata ASEAN mulai diperhitungkan setelah Eropa dan Amerika Serikat mulai memudar reputasinya. Bahkan, Negara-Negara besar kini mulai mengincar pengaruh di Asia yang dianggap sebagai wilayah yang sedang tumbuh subur. Tentu saja Asia Tenggara pun ikut mendapatkan imbasnya. Beralihnya perhatian dunia ke Asia harus disikapi secara cerdas, dan menguntungkan di masa depan. Namun, harus diantisipasi adanya persaingan negara-negara tersebut. Jika tidak, bukan tak mungkin kita terjebak dalam perangkap perang dingin.

Tetapi tetap diperlukan adanya kendali persepsi agar suasana geopolitik tidak keruh. Transparansi mutlak diperlukan bagi negara Barat yang 'ekspansi' ke Asia. Di zaman sekarang ini, antara ekonomi dan politik berkaitan erat. Meskipun dikatakan krisis ekonomi dengan berbagai gejalanya, tapi pada kenyataannya membawa dampak bukan hanya di bidang ini saja.

Indonesia di mata ASEAN bukan hanya tantangan tetapi juga menjadi peluang. Perubahan geopolitik semakin mempercepat tren yang sudah ada, yaitu semakin pentingnya kawasan Asia Pasifik bagi dunia. Sekarang tinggal bagaimana Indonesia di Asia Pasifik bisa cerdas memahami bahwa ada satu titik krusial, yang jika bisa dimainkan dengan cantik dan pandai maka akan menjadi batu loncatan untuk lebih maju lagi. Oleh karena itu, jika kita bicara masalah keamanan regional, penolakan Indonesia terhadap pendekatan-pendekatan perang dingin jelas.

Jangan sampai kawasan Asia diceraiberaikan oleh persaingan. Jangan sampai modal untuk maju di kawasan Asia Pasifik, yaitu perdamaian dan stabilitas, menjadi rusak. Jika dua modal ini dapat dijaga, maka kita bisa konsentrasi pada masalah ekonomi. Di saat yang menentukan seperti ini, jangan sampai masuk perangkap cara pandang yang negatif. Hal ini akan membalikkan posisi Asia pada umumnya dan Indonesia pada khusunya yang saat ini berada di ambang masa panen. Karena itulah, semua pihak di Indonesia harus betul-betul memahami betapa berharganya stabilitas itu.

Indonesia di mata ASEAN sudah mulai meningkat dan hal ini tentu saja harus didukung dengan Pemerintah Indonesia yang mampu menghindari ancaman. Ketika Indonesia menjadi ketua ASEAN tahun lalu, melalui Bali Principle pada pertemuan KTT Asia Timur (East Asia Summit), Indonesia menerapkan prinsip-prinsip dasar hubungan antar bangsa di kawasan. Seperti Treaty of Amity (Perjanjian Persahabatan) yang dulunya berlaku untuk Asia Tenggara, sekarang diekspor ke negara-negara Asia Timur secara keseluruhan. Intinya penolakan penggunaan kekerasan dalam berbagai masalah, peaceful settlement of dispute.

Benih perdamaian ini yang ingin tanamkan di Asia Timur, bahwa konflik, kompetisi, zero sum relation, bukanlah suatu keniscayaan. Sangatlah kurang cerdas kalau Indonesia mengarah ke sana, karena kita akan dirugikan. Seperti Pasifik yang artinya damai, aset Asia Pasifik adalah perdamaian. Untuk itulah Indonesia ketika menjadi ketua ASEAN mengembangkan konsep dynamic equilibrium untuk menghadapi konsep balance of power. Zaman dulu kalau kita bicara balance of power, jika ada suatu negara yang mendominasi, maka negara-negara yang lain berkolaborasi untuk menghadapinya. Indonesia di Asia Tenggara dianggap sebagai negara yang memayungi. Indonesia walaupun negara besar, namun oleh negara-negara ASEAN dianggap dapat memberikancomfort level yang bisa memayungi dan mempertemukan mereka jika ada konflik. Hal ini terbukti dengan hal-hal berikut ini. Walaupun Indonesia sudah tidak menjadi ketua ASEAN, namun pihak Thailand dan Kamboja tetap ingin Indonesia terus menengahi konflik di antara mereka. Kedua negara tersebut telah nyaman dengan Indonesia. Demikian juga Myanmar.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

  • Comments Off on Indonesia di Mata ASEAN