November 17 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Hukum Psikologi Untuk Menarik Konsumen

By admin - Thu Sep 06, 4:54 pm

 

Hukum psikologi diciptakan bukan hanya untuk mengisi teori saja tetapi tentu kita juga harus mengaplikasikannya ke dunia nyata. Hukum psikologi sangat berguna untuk membantu Anda meraih gambaran dan tentang taktik untuk menarik konsumen. Berusaha memahami keinginan para konsumen merupakan salah satu strategi jitu di dalam pemasaran produk. Karena ketika konsumen merasa nyaman dan senang dengan pelayanan yang Anda berikan, maka mereka akan dengan senang hati menjadi konsumen yang loyal dengan bisnis yang Anda jalankan.

Hukum psikologi

Hukum inilah yang harusnya diketahui oleh setiap pedagang. Sehingga para calon konsumen tidak segan-segan untuk memborong produk atau jasa yang Anda tawarkan. Jika kita membahas tentang apa saja hukum psikologi yang bisa diaplikasikan ke dalam dunia bisnis, maka akan ada beberapa hukum psikologi yang bisa Anda manfaatkan. Berikut adalah beberapa hokum psikologi yang bisa Anda manfaatkan.

  1. Hukum Resiprositas. Hukum ini membahas tentang kebiasaan manusia yang cenderung ingin membalas budi terhadap apa yang sudah diterimanya. Karena itulah, sebisa mungkin curahkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan pelayanan terbaik kepada calon konsumen Anda. Karena dengan pelayanan yang baik, maka akan semakin meningkatkan loyalitas konsumen Anda. Dan jika mereka sudah loyal dengan produk Anda, mereka tidak akan segan untuk ikut serta mempromosikan bisnis Anda kepada khalayak ramai dengan word of mouth.
  2. Hukum Social Proof. Jika berdasarkan hukum ini, maka manusia selalu membutuhkan pengakuan dari lingkungan sekitarnya dan tidak mau dikucilkan. Kondisi ini yang kemudian membuat para konsumen lebih dulu memperhatikan lingkungan sekitarnya sebelum akhirnya mengambil keputusan untuk membeli suatu produk atau tidak. Sehingga tidak heran jika banyak masyarakat yang lebih memilih produk terkenal atau merek luar negeri untuk menunjukkan status social mereka.
  3. Hukum psikologi yang ketiga adalah hokum Scarcity. Dari hokum ini kita ketahui bahwa pembatasan segmen pasar justru semakin menarik minat konsumen. Konsumen akan lebih tertaik pada barang-barang yang limited edition untuk mendapatkan kesan eksklusif dan tidak pasaran. Strategi inilah yang diadaptasi oleh pengusaha distro dan terbukti berhasil karena mereka memproduksi produk-produknya dengan jumlah terbatas di tiap model.
  4. Hukum Perbandingan. Karena hamper setiap orang mempunyai kebiasaan untuk membandingkan segala sesuatunya dengan yang lain sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya. Nah faktor inilah yang bisa Anda manfaatkan untuk kemudian memudahkan para calon konsumen untuk mengambil keputusan. Strategi ini sudah mulai banyak direalisasikan oleh beberapa pelaku usaha. Misalnya yang sedang booming adalah keripik pedas. Orang terkadang ingin mencoba keripik pedas tetapi yang sesuai dengan kemampuannya. Nah disini banyak produsen keripik pedas yang menawarkan keripik pedas dengan beragam level atau tingkat kepedasan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen.

Hukum psikologi di atas akan membantu Anda untuk mengarahkan bisnis kepada konsumen yang tepat dan potensial. Karena jika Anda sudah bisa memahami karakter dan keinginan setiap konsumen, maka jumlah pelanggan juga diharapkan semakin meningkat dan bertambah banyak. Sehingga omset penjualan yang Anda dapatkan setiap bulan juga semakin meningkat pesat. Semoga dengan adanya informasi ini akan membuat Anda lebih focus dalam menentukan langkah apa yang harus Anda ambil dalam meningkatkan penjualan dan meningkatkan level bisnis Anda. Selamat berkarya, semoga sukses.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS