November 21 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Hindari Kesalahan Menentukan Merek Produk (2)

By admin - Mon Aug 26, 6:09 pm

Kesalahan merek produk yang biasa terjadi biasanya tidak mampu menarik rasa ingin tahu calon konsumen terhadap produk tersebut. Kesalahan merek produk yang ada ibaratnya membangun tembok yang salah dan tidak kokoh. Sebuah merek itu sendiri sama seperti membangun gedung bertingkat yang membutuhkan sentuhan desain interior dan eksterior yang cantik serta pondasi yang kuat. Jadi banyak calon konsumen yang tertarik dan akhirnya membeli produk Anda. Fungsi merek produk seringkali masih terabaikan karena masih dianggap sebatas label produk yang hanya sebagai aksesoris suatu produk. Untuk melengkapi artikel sebelumnya tentang kesalahan dalam menentukan mereka yang harus Anda, berikut ini yang harus Anda perhatikan:

Kesalahan merek produk

  • Merek produk yang dipilih kurang relevan. Merek dagang harus unik. Ini adalah suatu keharusan untuk menjalankan strategi pemasaran. Terlebih lagi jika merek tersebut untuk melabeli produk yang berbeda dari produk competitor. Dengan keunikan merek ini akan memancing rasa penasaran calon konsumen yang melihat. Hindari penggunaan merek yang tidak relevan. Merek yang unik harus bisa dihubungkan dengan produk atau usaha yang Anda jalankan. Jika terjadi merek yang unik saja tetapi tidak relevan dengan usaha atau produk tersebut maka akan membuat calon konsumen menjadi bingung dan akhirnya malas melirik maupun membeli produk tersebut.
  • Tidak konsisten. Kesalahan merek produk yang ini juga masih berasal dari human error, yaitu sang owner. Karena menciptakan dan membangun sebuah merek tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Banyak yang merasa bingung memilih mana yang paling tepat, dan hal ini juga lah yang bisa memicu kurangnya konsistensi owner dalam menentukan merek yang tepat. Padahal merek yang tidak konsisten ini bisa memunculkan kekecewaan pada konsumen. Selain itu, dengan adanya terlalu banyak alternative merek justru akan membuat konsumen berpaling pada produk kompetitor yang mempunyai merek dagang lebih stabil.
  • Tidak mempunyai nilai jual. Paraowner sekarang ini masih belum mampu mendefinisikan nilai jual merek produk atau usahanya sendiri di mata konsumen atau calon konsumen. Sebagian dari mereka masih terlalu banyak mengumbar janji tetapi sayangnya tidak diikuti dengan aksi nyata secara konsisten. Jadi, kita bisa lihat banyak merek yang gagal dengan obral janji di awal tetapi tidak mampu bertahan lama di pasar karena ramainya persaingan yang ada di pasar.

Kesalahan merek produk bisa dikendalikan dengan mengoptimalkan merek yang kita pasarkan. Semoga tips ini bisa membantu para pelaku usaha untuk lebih mengembangkan usahanya.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS