November 14 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Hindari Kebangkrutan dengan Menghindari Karakteristik Pemimpin Ini

By admin - Mon Sep 03, 4:42 pm

 

Karakteristik pemimpin bisa menjadi salah satu pemicu kebangkrutan suatu usaha. Karena maju mundurnya sebuah usaha selalu bermuara pada bagaimana gaya dan karakteristik pemimpin yang memimpin usaha tersebut. Bahkan bisa juga dikatakan jika jalannya roda bisnis berada di tangan sang pemimpin atau pengusaha tersebut. Sehingga sangat wajar jika banyak yang mengibaratkan pemimpin perusahaan sebagai nahkoda kapal. Karena seorang nahkoda akan menentukan kapan perahu itu akan berlayar, kapan akan menyerang, kapan akan berhenti, dan lain sebagainya.

karakteristik pemimpin

Sebagai seorang pemimpin atau pengusaha, Anda tentunya juga harus mempunyai kemampuan dalam memimpin atau menahkodai kapal Anda, yaitu usaha Anda. Untuk menjadi nahkoda yang kokoh dan tahan banting, Anda tidak hanya harus melakukan hal-hal yang harus Anda lakukan, tetapi juga harus menghindari karakterisrik atau gaya yang akan menimbulkan kebangkrutan pada usaha Anda. Berikut ini adalah beberapa gaya dan karakteristik yang harus Anda hindari untuk membentuk usaha yang menjanjikan.

1)  Karakteristik pemimpin pertama yang harus dihindari adalah mengutamakan urusan pribadi dan mengesampingkan kepentingan bisnis. Banyak sekali para pebisnis yang ketika mereka mendapatkan keuntungan, mereka akan lebih mementingkan urusan pribadinya. Padahal dengan pemimpin yang lengah seperti ini akan membuat usaha Anda lebih ceroboh dalam menjalankan usaha tersebut. Karena dalam perjalanan sebuah usaha, semakin sukses usaha tersebut maka akan semakin besar pula tantangan yang harus dihadapi. Sehingga Anda sebagai pemimpin juga harus siap dengan tantangan yang lebih berat.

2)  Terlalu loyal. Sebagai pemimpin perusahaan, Anda tidak boleh terlalu loyal dalam membelanjakan dana usaha. Karena Anda dituntut untuk bisa lebih jeli dan teliti dalam menentukan anggaran belanja. Anda tidak harus tergoda oleh rayuan promosi yang pada akhirnya akan membuat Anda lebih banyak mengeluarkan dana usaha. Misalnya Anda terhoda promosi mesin canggih untuk meningkatkan produktivitas usaha Anda. Padahal dengan usaha dengan skala kecil, menggunakan mesin yang sudah ada saja sudah cukup. Pastikan Anda mampu memilih dan memilah mana yang potensial untuk usaha Anda.

3)  Terlalu ambisius. Ambisius bisa terjadi pada para pemula karena terlalu bersemangat. Terlalu ambisius bisa membuat Anda melangkah tanpa membuat perhitungan yang benar-benar matang. Dan karakter pemimpin yang seperti ini bisa memicu kebangkrutan sebuah usaha. Karena seorang pemimpin harus mampu membuat tujuan dan perencanaan yang matang untuk jangka panjang. Sehingga bisnis Anda juga akan mampu bersaing dalam waktu yang cukup lama.

4)  Karakteristik pemimpin keempat yang harus dihindari adalah terjebak hutang. Hal ini biasanya terjadi karena sang pemimpin tersebut terlalu loyal dalam membelanjakan anggaran usahanya. Dan hutang yang biasanya melilit mempunyai jumlah yang cukup besar. Selain itu, mudahnya akses kredit yang belakangan ditawarkan oleh berbagai lembaga keuangan akan menarik minat pelaku usaha untuk “berhutang” tanpa mempertimbangkan untung rugi yang nantinya akan didapatkan perusahaan. Jadi tidak heran jika banyak sekali perusahaan yang akhirnya gulung tikar karena tidak mampu membayar hutang yang sudah dipinjamnya.

5) Kurang memperhatikan kondisi sekitar. Biasanya pemimpin perusahaan mempunyai visi dan misi yang cukup besar. Hal ini memang dibutuhkan oleh pengusaha tetapi tidak jarang mereka jadi melupakan hal-hal detail yang ada di sekitarnya. Kurangnya kepekaan pemimpin ini bisa menimbulkan beberapa hal detail lain di sekitarnya, baik dari sisi internal maupun eksternal. Untuk itulah, untuk mewujudkan mimpi-mimpi besar dalam memajukan perusahaan, sebaiknya Anda juga memperhatikan dan menuntaskan beberapa hal detail yang ada di sekitar Anda.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS